Berita Peristiwa

Latest Program: Jemaah Haji Jawa Timur Ketahuan Bawa Magic Jar Hingga Rokok

Jemaah Haji Jawa Timur Ketahuan Bawa Magic Jar Hingga Rokok

Latest Program – Dalam rangka memastikan kepatuhan jemaah haji terhadap aturan yang berlaku, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Jawa Timur, kembali melakukan inspeksi ketat terhadap barang bawaan yang dibawa oleh calon jemaah. Dalam pemeriksaan terbaru, terungkap adanya beberapa pelanggaran, termasuk penggunaan magic jar dan pembawaan rokok yang melebihi batas. Penyitaan ini menjadi bagian dari upaya penegakan aturan yang terus ditingkatkan dalam program Latest Program tahun ini.

Program Penguatan Disiplin

Program Latest Program yang diterapkan oleh PPIH Surabaya bertujuan meminimalkan pelanggaran bawaan selama penerbangan ke Arab Saudi. Menurut Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, kebijakan ini telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam dua tahun terakhir. “Karena dua tahun kita sudah tidak mengembalikan barang sitaan, ini menjadi pelajaran bagi jemaah haji agar lebih memahami aturan yang berlaku,” jelas Anam, Selasa (19/5).

Dalam pelaksanaan terbaru, barang yang disita meliputi alat penanak nasi listrik (magic jar) dan sejumlah kecil rokok. Anam menjelaskan bahwa semua barang yang ditemukan tidak akan dikembalikan kepada jemaah karena melanggar ketentuan. “Magic jar kecil, misalnya, memang bisa dibawa, tapi jika berlebihan, kita tidak mengizinkan,” tambahnya.

Menurut laporan, pelanggaran terbesar yang ditemukan saat ini adalah rokok yang melebihi batas jumlah. Selain itu, beberapa alat elektronik seperti power bank juga diperiksa. “Dalam kloter ini, mayoritas pelanggaran terkait rokok. Ditemukan sekitar empat slop rokok per jemaah, sementara magic jar hanya satu atau dua,” kata Anam.

Keluhan dan Tanggapan Terhadap Penyitaan

Dalam kaitan dengan laporan penyitaan 100 slop rokok dari jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, Anam mengatakan masih menunggu konfirmasi dari otoritas Saudi. “Kita belum bisa pastikan apakah jemaah tersebut berasal dari Jawa Timur atau tidak, karena masih menunggu notice resmi dari sana,” ujarnya.

Anam menjelaskan bahwa program Latest Program berjalan berdasarkan prinsip administrasi yang ketat. “Kita tidak menyangkal berita tersebut, tapi untuk tindakan tegas, kita harus mengandalkan dokumen resmi agar tidak ada kesalahpahaman,” tambahnya. Penyitaan barang dianggap sebagai bentuk peringatan untuk jemaah agar lebih disiplin dalam mematuhi aturan yang diterapkan.

Secara keseluruhan, operasional pemberangkatan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-29 telah mencapai 40.207 jemaah dan petugas. Dengan total rencana pemberangkatan sebanyak 44.080 jemaah musim haji 1447 H/2026 M, angka ini mencerminkan peningkatan kepatuhan yang baik, meski masih ada beberapa pelanggaran yang terdeteksi.

Leave a Comment