Ibunda Ungkap Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Diculik Tentara Israel
Ibunda Ungkap Pesan Terakhir Andi Angga – Sutrawati Kaharuddin, ibu dari Andi Angga Sadewa, salah satu warga negara Indonesia yang diculik pasukan Israel saat berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ke Gaza, mengharapkan pemerintah segera mengambil tindakan untuk membebaskan anaknya. Ia menyampaikan kekhawatiran yang muncul setelah komunikasi dengan putranya terputus secara mendadak pada Senin (18/5) sekitar pukul 15.00 WITA.
Misinya Di Perairan Internasional
Andi Angga berangkat ke Gaza dari Pelabuhan Marmaris, Turki, bersama ratusan kapal relawan dalam rangka misi kemanusiaan internasional. Namun, sebelum mencapai wilayah tujuan, rombongan dikabarkan diintersep oleh pasukan Israel di perairan internasional. Sutrawati menyebutkan, putranya sempat merespons pesan WhatsApp-nya, tetapi setelah itu tidak ada balasan lagi.
“Jam tiga sore kemarin dia masih jawab WhatsApp saya. Setelah itu saya bilang, ‘Kakak, bunda sangat khawatir, hati-hati di sana, banyak doa, istighfar terus.’ Biasanya dia selalu jawab, tapi setelah itu sudah tidak ada balasan lagi,”
Sejak pagi hari, Sutrawati merasa waswas terhadap keberangkatan Andi ke Gaza. Bahkan sebelum berangkat, putranya pernah berpesan kepada adiknya bahwa jika tidak bisa terhubung, ponselnya mungkin dibuang ke laut sebagai bagian dari prosedur keamanan.
“Dia bilang ke adiknya, kalau nanti tidak bisa dihubungi, berarti (Hape) saya sudah buang ke laut. Tiba-tiba muncul video-video soal kapal yang diintersep. Saat itu saya langsung yakin, ya Allah, ini anakku sudah ditangkap oleh Zionis Israel,”
Ibu sulung Andi mengakui sempat menolak izin anaknya berangkat karena khawatir akan keselamatan. Namun, niat Andi untuk membantu warga Palestina akhirnya membuatnya luluh.
“Awalnya saya tidak kasih izin. Tapi dia bilang ini panggilan hati. Dia kasihan melihat orang-orang Palestina yang kelaparan. Saya tahu kalau sudah panggilan hatinya, saya tidak bisa melawan. Akhirnya saya hanya bisa mendoakan,”
Andi Angga dikenal sebagai sosok dengan semangat sosial yang tinggi. Ia terlibat dalam kegiatan relawan sejak lama, mulai dari menjadi anggota Tagana hingga menjadi bagian dari Rumah Zakat. Bahkan sebelum fokus sepenuhnya pada kegiatan kemanusiaan, ia pernah mengajar karate kepada anak-anak binaan.
“Dia memang suka jadi relawan. Setelah sekolah, dia bilang ingin istirahat dulu dan mengabdi. Jiwa sosialnya sangat tinggi,”
Sampai saat ini, pihak pemerintah belum memberikan informasi langsung mengenai kondisi Andi. Meski demikian, Rumah Zakat telah menghubungi keluarga dan menyatakan komitmen untuk menjamin keamanan relawan.
Sutrawati berharap pemerintah Indonesia segera melakukan langkah diplomatik agar putranya bisa kembali ke tanah air. “Saya mohon pemerintah segera membebaskan anak saya. Anak saya bukan teroris, dia aktivis kemanusiaan. Dia ke sana hanya membawa obat-obatan dan bantuan untuk warga Palestina. Tolong selamatkan anak saya agar bisa pulang dengan sehat dan selamat,”
