Berita Olahraga Lainnya

Kata-kata Desak Made Rita usai Sumbang Emas di Asian Games 2026

desak-juara-panjat-tebing-indonesia-raih-emas-ke-4-1790774626188_169
Foto : Mary Thomas - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Desak Made Rita Pecahkan Rekor dan Rebut Emas Asian Games 2026
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Desak Made Rita Pecahkan Rekor dan Rebut Emas Asian Games 2026

Kabarberita911.com – Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mengharumkan nama Indonesia lewat nomor speed putri panjat tebing Asian Games 2026. Atlet asal Bali itu meraih medali emas pada Rabu (30/9) di Nagoya International Exhibition Hall setelah membukukan waktu 6,062 detik.

Catatan tersebut bukan hanya memastikan Desak berdiri di podium tertinggi. Waktu 6,062 detik juga memperbarui rekor Asian Games yang sebelumnya ia pegang dengan torehan 6,07 detik. Pencapaian ini menegaskan konsistensi Desak sebagai salah satu pemanjat speed putri yang mampu tampil cepat di ajang multievent besar.

Emas di Nagoya menjadi medali emas Asian Games kedua dalam perjalanan kariernya. Sebelumnya, Desak juga keluar sebagai juara nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022. Keberhasilan mempertahankan gelar sekaligus memperbarui rekor membuat pencapaian kali ini terasa lebih istimewa.

Menjaga Fokus di Tengah Gangguan Teknis

Jalan menuju kemenangan tidak berlangsung mulus. Pertandingan sempat beberapa kali tertunda akibat kendala pada sistem pencatatan waktu. Situasi seperti ini menjadi ujian tersendiri bagi atlet speed climbing karena kesiapan fisik dan mental harus terus dijaga saat jadwal perlombaan berubah dalam hitungan menit.

Desak mengaku memilih menerima keadaan dan mempertahankan pikiran positif. Ia menyadari persaingan di nomor speed putri berlangsung sangat ketat, dengan selisih waktu para peserta yang tipis. Karena itu, ia berusaha memusatkan perhatian pada panjatannya sendiri.

“Lebih ke ikhlas saja sih tadi. Dari sebelumnya saya juga melihat catatan waktu peserta lain. Bagus-bagus, selisihnya kecil. Jadi dari awal saya mencoba manjat dengan ikhlas saja,” ujar Desak.

Penundaan yang berulang membuat tantangan mental semakin besar. Tubuh dan pikiran sudah dipersiapkan untuk tampil, tetapi atlet harus kembali menunggu setelah perlombaan ditunda lima menit, lalu mengalami penundaan lagi. Dalam keadaan itu, Desak berusaha mengalihkan perhatian agar tidak terbawa tekanan.

“Beberapa kali ada kendala yang lumayan mengganggu karena badan dan pikiran sudah siap. Tiba-tiba ditunda lima menit, kemudian lima menit lagi. Saya lebih mencoba berpikir positif dan mengalihkan pikiran,” lanjutnya.

Bagi pemanjat speed, detail kecil dapat menentukan hasil. Nomor ini menuntut ledakan tenaga, ketepatan gerak, dan keberanian mengambil ritme sejak start. Ketika persaingan dipisahkan oleh pecahan detik, stabilitas emosi sebelum memanjat menjadi sama pentingnya dengan kemampuan teknis di dinding.

Adaptasi Format Four-Lane

Tantangan lain datang dari penggunaan format four-lane, yang berbeda dengan format two-lane. Desak menilai sistem tersebut menuntut tingkat konsentrasi lebih tinggi. Dalam perlombaan ini, false start juga sempat terjadi sehingga para peserta harus kembali mengulang upaya mereka.

“Di sini menggunakan format four-lane, jadi fokusnya lebih tinggi dibandingkan two-lane. Seperti tadi, ketika terjadi false start, kami harus mengulang lagi,” katanya.

Format dengan empat jalur membuat dinamika perlombaan terasa berbeda karena atlet perlu tetap terkunci pada jalurnya sendiri tanpa kehilangan kesiapan menghadapi kondisi di sekitar arena. Kemampuan untuk kembali tenang setelah start dibatalkan menjadi bagian penting dari keberhasilan Desak pada pertandingan tersebut.

Setelah menyelesaikan panjatan, Desak bahkan belum langsung mengetahui hasil akhirnya. Ia sempat merasa pikirannya kosong dan tidak yakin siapa yang menjadi pemenang. Fokusnya ketika itu hanya menyelesaikan tugas di dinding sebaik mungkin.

“Masih nge-blank. Saya tidak tahu siapa yang menang. Jadi saya manjat saja, sudah, manjat dengan ikhlas,” ujarnya.

Rasa haru pun muncul saat ia mengetahui bahwa dirinya kembali menjadi peraih emas sekaligus pemecah rekor Asian Games. Prestasi itu hadir setelah ia mampu melewati gangguan teknis, perubahan ritme perlombaan, serta tekanan sebagai juara bertahan.

“Masih tidak percaya ternyata bisa sampai seperti ini. Rasanya langsung ingin menangis. Bingung juga, tapi sangat bersyukur,” kata Desak.

Medali untuk Indonesia dan Target Los Angeles 2028

Desak mempersembahkan medali tersebut bagi dirinya sendiri, kedua orang tuanya, rekan-rekan di pelatnas, seluruh tim pendukung, serta masyarakat Indonesia. Dukungan yang diterimanya menjadi bagian dari perjalanan menuju pencapaian di Nagoya.

“Untuk masyarakat Indonesia, terima kasih banyak atas doanya. Medali ini untuk kita semua,” ucapnya.

Rekor baru 6,062 detik juga membuka ruang bagi target berikutnya. Desak tidak berhenti pada hasil yang diraihnya di Asian Games 2026. Ia ingin terus memangkas catatan waktunya, dengan sasaran menembus 6,05 detik sebagai bagian dari persiapan menuju panggung yang lebih besar.

“Sekarang 6,062 detik, semoga bisa menjadi 6,05 detik. Dan ini juga menjadi loncatan untuk menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” ujar Desak.

Bagi Indonesia, keberhasilan Desak menunjukkan pentingnya kesinambungan prestasi pada cabang panjat tebing, khususnya nomor speed. Ia tidak hanya mempertahankan status sebagai juara Asian Games, tetapi juga meningkatkan standar pencapaiannya sendiri. Rekor yang kembali dipangkas menjadi modal kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan internasional berikutnya.

Dengan dua emas Asian Games dari Hangzhou 2022 dan Nagoya 2026, Desak telah membangun catatan penting dalam nomor speed putri. Tantangan berikutnya adalah menjaga perkembangan tersebut, memperbaiki waktu secara bertahap, dan membawa pengalaman dari Asian Games menuju target Olimpiade Los Angeles 2028.

Frequently Asked Questions

What is Kata kata Desak Made Rita usai?

Kata kata Desak Made Rita usai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kata kata Desak Made Rita usai matter?

Kata kata Desak Made Rita usai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment