Berita Telekomunikasi

Telkom Rombak Jajaran Direksi, Nanang Hendarno Gantikan Dian Siswarini

ab8d8228-c8af-406a-b694-b580827ccf9f_169
Foto : James Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Nanang Hendarno Pimpin Telkom dalam Perubahan Susunan Direksi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Nanang Hendarno Pimpin Telkom dalam Perubahan Susunan Direksi

Kabarberita911.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melakukan penyegaran pada jajaran direksi pada Rabu, 30 September. Salah satu perubahan utama adalah penunjukan Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama, menggantikan Dian Siswarini yang menempati posisi tersebut sejak 2025.

Sebelum menerima amanah sebagai Direktur Utama, Nanang Hendarno menjalankan tugas sebagai Direktur Network Telkom. Peralihan ini sekaligus membuka perubahan pada beberapa posisi lain di lingkungan manajemen perusahaan.

SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza membenarkan adanya penyesuaian jabatan dalam struktur direksi tersebut.

“Siap, betul,”

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Reza saat dikonfirmasi mengenai perubahan sejumlah posisi direktur pada hari yang sama. Rotasi kali ini mencakup pucuk kepemimpinan, bidang jaringan, layanan wholesale dan internasional, serta teknologi informasi digital.

Perubahan di Bidang Network dan Layanan Internasional

Posisi Direktur Network yang sebelumnya diemban Nanang Hendarno kini dipercayakan kepada Budi Satria Dharma Purba. Sebelum mendapat penugasan baru itu, Budi menjabat sebagai Direktur Wholesale & International Service.

Perpindahan Budi membuat jabatan Direktur Wholesale & International Service turut berganti. Tanggung jawab tersebut selanjutnya dipegang oleh Radita Ali Putra. Pengisian posisi secara berantai ini menandai penataan kembali peran pada sejumlah bidang yang berkaitan dengan layanan dan infrastruktur perusahaan.

Bidang network memiliki peranan penting dalam operasional perusahaan telekomunikasi karena berkaitan dengan pengelolaan jaringan. Sementara itu, lini wholesale dan layanan internasional menjadi salah satu bagian dalam struktur bisnis Telkom yang dipimpin langsung oleh direktur.

Perubahan susunan direksi juga menyentuh jabatan Direktur IT Digital. Kharim I. G. Siregar ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut, menggantikan Faizal R. Djoemadi. Dengan susunan baru ini, jabatan teknologi informasi dan digital berada di bawah kepemimpinan Kharim.

Lima Direktur Tetap Menjabat

Di tengah rotasi tersebut, lima anggota direksi tetap melanjutkan tugas pada posisi masing-masing. Mereka adalah Veranita Yosephine sebagai Direktur Enterprise & Business Service, Willy Saelan sebagai Direktur Human Capital Management, serta Arthur Angelo Syailendra sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Seno Soemadji masih mengemban jabatan Direktur Strategic Business Development & Portfolio. Adapun posisi Direktur Legal & Compliance tetap dijalankan oleh Andy Kelana.

Keberlanjutan pada lima posisi itu membuat perubahan manajemen tidak sepenuhnya mengubah struktur kepemimpinan Telkom. Sejumlah fungsi utama, termasuk pengembangan bisnis, pengelolaan sumber daya manusia, keuangan dan risiko, serta kepatuhan hukum, tetap berada di bawah pejabat yang sama.

Susunan direksi terbaru Telkom dipimpin oleh Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama. Veranita Yosephine menjabat Direktur Enterprise & Business Service, sedangkan Willy Saelan memegang posisi Direktur Human Capital Management.

Kharim I. G. Siregar kini bertugas sebagai Direktur IT Digital. Arthur Angelo Syailendra tetap menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Untuk bidang jaringan, Budi Satria Dharma Purba ditetapkan sebagai Direktur Network.

Seno Soemadji menjalankan peran Direktur Strategic Business Development & Portfolio. Jabatan Direktur Wholesale & International Service diberikan kepada Radita Ali Putra, sementara Andy Kelana tetap sebagai Direktur Legal & Compliance.

Dewan Komisaris Tidak Berubah

Berbeda dengan jajaran direksi, komposisi Dewan Komisaris Telkom tidak mengalami penyesuaian. Angga Raka Prabowo masih menjabat Komisaris Utama.

Ia didampingi oleh tiga komisaris, yakni Ossy Dermawan, Rizal Mallarangeng, dan Edwin Hidayat Abdullah. Selain itu, empat Komisaris Independen tetap berada dalam susunan dewan, yaitu Rofikoh Rokhim, Anthony Leong, Deswandhy Agusman, serta Ira Noviarti.

Tetapnya jajaran komisaris membuat fungsi pengawasan perusahaan berjalan dengan komposisi yang sama, sementara pelaksanaan operasional dan arah kerja direksi mengalami beberapa penyesuaian. Dalam tata kelola perusahaan, direksi dan dewan komisaris memiliki peran yang berbeda: direksi menjalankan pengurusan perusahaan, sedangkan dewan komisaris menjalankan fungsi pengawasan.

Dengan pergantian Direktur Utama dan sejumlah direktur lain, perhatian kini tertuju pada kesinambungan kerja antarfungsi di dalam Telkom. Nanang Hendarno membawa pengalaman dari posisi sebelumnya di bidang network, sedangkan pergeseran Budi Satria Dharma Purba dan penunjukan Radita Ali Putra membentuk susunan baru pada dua direktorat yang saling terkait.

Rotasi tersebut juga menempatkan Kharim I. G. Siregar sebagai pemimpin baru di Direktorat IT Digital. Bersama jajaran direksi yang tetap menjabat, struktur baru ini menjadi formasi manajemen Telkom setelah keputusan yang diumumkan pada 30 September.

Frequently Asked Questions

What is Telkom Rombak Jajaran Direksi Nanang Hendarno?

Telkom Rombak Jajaran Direksi Nanang Hendarno is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Telkom Rombak Jajaran Direksi Nanang Hendarno matter?

Telkom Rombak Jajaran Direksi Nanang Hendarno matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment