Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU Sulsel Atasi Antrean BBM
Table of Contents
Aturan Ganjil-Genap Mulai Diterapkan di SPBU Sulawesi Selatan
Kabarberita911.com – Pertamina Patra Niaga mulai memberlakukan pengaturan pembelian bahan bakar minyak dengan skema ganjil-genap di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan pada Minggu, 13 September 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk membantu mengurangi antrean kendaraan yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di berbagai titik pengisian bahan bakar.
Penerapan awal ditujukan bagi kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil. Pengendara yang memiliki pelat genap dijadwalkan mendapat giliran pada Senin, 14 September 2026. Pola bergantian tersebut diharapkan membuat proses pelayanan di SPBU lebih tertata dan distribusi BBM dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Community Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya, menyatakan bahwa kebijakan itu telah dijalankan pada hari pertama penerapannya.
“Iya sudah diberlakukan (kebijakan ganjil-genap),” kata Okky, Minggu (13/9).
Okky menjelaskan, pembagian hari berdasarkan angka pelat kendaraan dilakukan secara bertahap agar masyarakat memiliki waktu untuk memahami ketentuan baru tersebut. Pada Minggu, layanan diprioritaskan bagi kendaraan berpelat ganjil, sedangkan kendaraan berpelat genap dapat melakukan pengisian pada hari berikutnya.
“Hal ini dilakukan agar penerapannya dapat berjalan tertib, efektif, serta tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Okky.
Pengaturan untuk Menekan Kepadatan di SPBU
Antrean panjang di SPBU tidak hanya memengaruhi waktu tempuh pengendara, tetapi juga dapat mengganggu kelancaran aktivitas di sekitar lokasi pengisian. Karena itu, pengaturan giliran kendaraan menjadi salah satu langkah untuk membagi permintaan BBM dalam waktu yang lebih terstruktur.
Pertamina mengajak masyarakat menggunakan BBM secara proporsional dan membeli sesuai keperluan. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga antrean tetap terkendali, terutama ketika kebutuhan pengisian meningkat dalam waktu bersamaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya agar pelayanan di SPBU dapat berjalan lebih lancar, tertib, dan merata,” pungkasnya.
Bagi pengendara, aturan ganjil-genap berarti penting untuk memeriksa angka terakhir pelat nomor sebelum mendatangi SPBU. Langkah sederhana ini dapat membantu menghindari perjalanan yang tidak perlu apabila jadwal pengisian belum sesuai dengan nomor kendaraan. Pengendara juga diharapkan memperhatikan kebutuhan bahan bakar secara wajar, bukan melakukan pengisian berulang dalam jumlah yang tidak diperlukan.
Pemprov Sulsel Minta Langkah Tambahan
Sebelum kebijakan tersebut dijalankan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah meminta PT Pertamina Patra Niaga mengambil sejumlah langkah untuk menangani kepadatan kendaraan di SPBU. Permintaan itu tercantum dalam surat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel Nomor 670/2478/DESDM tertanggal 12 September 2026 yang dikirimkan kepada Executive General Manager Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga.
Selain pembatasan berbasis pelat nomor, pemerintah daerah mengusulkan agar kendaraan truk melakukan pengisian BBM pada malam hari. Pengaturan waktu bagi kendaraan besar dipandang dapat mengurangi penumpukan di jam layanan siang, saat mobilitas kendaraan pribadi dan aktivitas masyarakat umumnya lebih tinggi.
Pemerintah Provinsi Sulsel juga meminta adanya pembatasan pembelian BBM subsidi untuk kendaraan pribadi. Pengisian diusulkan hanya dapat dilakukan ketika indikator bahan bakar pada odometer menunjukkan satu bar atau kurang. Ketentuan ini diarahkan untuk menjaga stok dan pelayanan tetap tersedia bagi kendaraan yang benar-benar memerlukan pengisian.
“Pembatasan tersebut ditujukan untuk mencegah panic buying dan pengisian berulang,” kata Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel Kasman dalam surat tersebut.
Panic buying dapat memperpanjang antrean karena lebih banyak kendaraan datang untuk mengisi bahan bakar lebih awal dari kebutuhan normalnya. Dalam situasi seperti ini, pembelian yang terukur menjadi bagian penting dari upaya menjaga distribusi berjalan lancar. Pengaturan bukan hanya bergantung pada pasokan dan operasional SPBU, melainkan juga pada kepatuhan pengguna layanan terhadap ketentuan yang diterapkan.
Operasional SPBU Juga Diminta Diperketat
Dalam surat yang sama, Pemprov Sulsel turut meminta penertiban operasional SPBU, terutama terkait kesiapan operator di setiap nozel. Ketersediaan petugas dinilai berpengaruh terhadap kecepatan pelayanan, ketertiban antrean, dan kelancaran kendaraan saat keluar-masuk area SPBU.
SPBU yang tidak menjalankan ketentuan operasional diminta memperoleh sanksi. Pemerintah daerah menegaskan evaluasi dapat dilakukan apabila tidak terdapat perbaikan dalam penyelenggaraan layanan di lapangan.
“Jika tidak ada perbaikan, pengoperasian SPBU tersebut dapat diambil alih Pertamina dan izin operasionalnya dievaluasi,” tegas Kasman.
Rangkaian kebijakan ini menempatkan pengaturan kendaraan, jadwal pengisian truk, pembatasan BBM subsidi, serta kesiapan petugas sebagai bagian dari satu upaya penanganan antrean. Pelaksanaannya akan membutuhkan koordinasi antara Pertamina, pengelola SPBU, pemerintah daerah, dan masyarakat pengguna kendaraan.
Untuk sementara, masyarakat di Sulawesi Selatan perlu menyesuaikan jadwal pengisian dengan ketentuan pelat nomor yang berlaku. Kendaraan berpelat ganjil mendapat kesempatan pengisian pada Minggu, 13 September 2026, sementara kendaraan dengan pelat genap dijadwalkan pada Senin, 14 September 2026. Kepatuhan terhadap pengaturan tersebut diharapkan membantu pelayanan BBM berlangsung lebih tertib bagi seluruh pengguna.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU?
Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU matter?
Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
