Berita Eropa Amerika

Tingkat Persetujuan Trump Anjlok, Terendah Sejak Jadi Presiden AS

donald-trump-1776407883285_169
Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Tingkat Persetujuan Trump Anjlok ke Titik Terendah Sejak Pelantikan Kedua
  2. Related Reading

Tingkat Persetujuan Trump Anjlok ke Titik Terendah Sejak Pelantikan Kedua

Kabarberita911.com – Hasil survei terbaru yang dirilis Reuters dan Ipsos mengonfirmasi bahwa tingkat persetujuan Trump anjlok ke level terendah sepanjang masa jabatan keduanya. Hanya 33 persen responden yang menyatakan mendukung cara presiden menjalankan pemerintahan, sementara 64 persen menilai sebaliknya. Pengukuran tersebut dilakukan pada Jumat hingga Senin pekan lalu terhadap 1.166 warga Amerika, dengan margin kesalahan tiga poin persentase. Angka itu turun dua poin dari pembacaan sebelumnya yang diumumkan pada Senin (3/8).

Perbandingan Historis dan Tren Penurunan

Angka 33 persen ini menyamai titik nadir yang pernah tercatat pada Desember 2017 di masa jabatan pertama Trump. Kontrasnya tajam: saat ia kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, tingkat persetujuannya masih berada di 47 persen dengan ketidaksetujuan 41 persen. Dalam waktu kurang dari sebulan setelah pelantikan kedua, ketidaksetujuan sudah menembus di atas 50 persen dan tidak pernah lagi turun ke bawah ambang tersebut. Pola penurunan yang konsisten ini menunjukkan bahwa tingkat persetujuan Trump anjlok secara struktural, bukan sekadar fluktuasi sementara yang akan pulih dalam beberapa pekan.

Konflik Iran dan Tekanan Ekonomi

Beberapa hari sebelum Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan operasi militer terhadap Iran, tingkat ketidaksetujuan telah mencapai 58 persen. Trump sebelumnya memperkirakan Amerika hanya membutuhkan sekitar satu bulan untuk mencapai seluruh tujuan di Iran. Kenyataannya, konflik itu berkepanjangan sepanjang musim semi dan sebagian besar musim panas tanpa tercapainya kesepakatan pembatasan program nuklir Iran.

Pertempuran tersebut membawa kerugian ekonomi nyata, terutama melalui pembatasan pengiriman barang di Selat Hormuz yang mengacaukan perdagangan minyak global. Harga rata-rata bensin di Amerika bertahan di atas empat dolar sepanjang musim panas, padahal AAA melaporkan harga masih di bawah tiga dolar hanya dua hari sebelum perang pecah. Berdasarkan indeks harga konsumen, harga energi melonjak 14,7 persen secara tahunan pada bulan lalu, dengan puncak inflasi energi tahunan mencapai 23,5 persen di bulan Mei.

Respons Presiden dan Narasi Publik

Mengutip laporan The Hill, Trump menyatakan pada hari Jumat bahwa warga Amerika pantas “membayar sedikit lebih mahal” untuk bensin demi mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan itu diucapkan di Garden City, New York.

“Jadi ingatlah itu, ketika Anda harus membayar sedikit lebih banyak, misalnya $4, tidak apa-apa…. Saya tidak akan pernah meminta maaf, saya melakukan hal yang benar.”

Delapan dari sepuluh responden dalam survei terbaru meyakini konflik di Timur Tengah akan berlangsung lama. Persepsi ini merata melintasi garis partai: 71 persen anggota Partai Republik, 80 persen kelompok independen, dan 87 persen anggota Partai Demokrat berbagi pandangan tersebut. Para kandidat Republik di berbagai negara bagian kini bergulat dengan beban ekonomi yang ditimbulkan konflik berkepanjangan itu. Sebagai respons, Partai Republik berupaya membalikkan narasi dengan berargumen bahwa kemenangan pemilihan pendahuluan oleh kandidat sayap kiri membuktikan partai telah menganut “sosialisme.”

Dari sisi prospek legislatif, Decision Desk HQ memperkirakan per Senin bahwa Partai Demokrat memiliki peluang 66 persen untuk merebut kembali kendali Dewan Perwakilan Rakyat dan peluang 45 persen untuk menguasai Senat, naik tiga poin dibandingkan bulan sebelumnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Survei Persetujuan

Siapa yang melakukan survei ini dan kapan? Survei dilakukan oleh Reuters dan Ipsos pada rentang Jumat hingga Senin pekan lalu, mencakup 1.166 responden dewasa di Amerika Serikat dengan margin kesalahan tiga poin persentase.

Apakah penurunan ini bersifat sementara atau struktural? Berdasarkan data historis, ketidaksetujuan telah berada di atas 50 persen sejak kurang dari sebulan setelah pelantikan kedua dan tidak pernah lagi turun. Pola ini mengindikasikan erosi kepercayaan yang bersifat struktural, bukan reaksi terhadap satu peristiwa tunggal.

Bagaimana dampak konflik Iran terhadap angka ekonomi? Pembatasan pengiriman di Selat Hormuz mendorong harga bensin rata-rata di atas empat dolar dan memicu lonjakan inflasi energi tahunan hingga 23,5 persen pada bulan Mei, menurut indeks harga konsumen.

Leave a Comment