Berita Seleb

Key Issue: Karen Hertatum Ngaku Trauma Usai Diduga Jadi Korban KDRT Dede Sunandar

Key Issue: Karen Hertatum Trauma Usai Diduga Jadi Korban KDRT Dede Sunandar

Key Issue – Dalam Key Issue terbaru, Karen Hertatum, istri komedian Dede Sunandar, membagikan pengalaman pahitnya setelah dituduh menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama hubungan pernikahan. Ia mengungkapkan bahwa trauma yang dialaminya hingga kini masih terasa jelas. “Trauma itu sangat berat, jadi aku terus mengingat perilaku dia yang dulu,” jelas Karen dalam wawancara di Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (13/5). Menurut penyanyi berusia 33 tahun ini, kejadian tersebut memicu perubahan signifikan dalam kehidupan pribadinya.

Keretakan Rumah Tangga Berawal dari Perselingkuhan

Pernikahan Karen dan Dede Sunandar yang dimulai pada 21 Oktober 2014, dikaruniai tiga anak. Namun, keharmonisan rumah tangga mereka runtuh setelah Karen mengetahui dugaan perselingkuhan suaminya. Meski sempat memaafkan, konflik terus berkembang hingga akhirnya Karen memutuskan meninggalkan rumah pada 8 April 2026. “KDRT ini bukan hanya tentang fisik, tapi juga mental,” tambahnya, menyoroti dampak psikologis yang dirasakannya.

“Betul memang itu KDRT. Cuma itu sudah berapa tahun lalu,” kata Dede Sunandar saat memberi pernyataan. Menurut mantan suaminya, kekerasan terjadi karena ketidakpuasan emosional dan muncul akibat dari masalah kecil yang terus-menerus berkembang. “Key Issue ini juga menggambarkan bagaimana kecemburuan bisa memicu ekspresi kekerasan yang berlebihan,” ujarnya.

KDRT Dipicu Persoalan Sepele

Karen menuturkan, pertengkaran hingga kekerasan kerap muncul akibat masalah kecil atau salah paham. “Dia karena hal-hal masalah sepele pun kadang memicu perasaan itu. Padahal masalah salah paham, jadi emosi, terjadilah kekerasan,” jelasnya. Menurutnya, KDRT tersebut tidak selalu bersifat sengaja, tetapi seringkali menjadi akibat dari akumulasi ketegangan dalam hubungan.

“Ada… ada,” kata Karen saat ditanya apakah kekerasan pernah terjadi di depan anak-anaknya. Ia juga menyebutkan kejadian mengenaskan saat kekerasan terjadi di depan anak pertamanya. Anak sulungnya bahkan berusaha melindungi ibunya. “Anak aku yang ngelindungi, ‘Papa sudah papa’. Anak aku sampai bibirnya pecah, berdarah karena melindungi aku,” ujarnya sambil menangis.

Peran Anak dalam Konflik

Dalam Key Issue ini, Karen menekankan bahwa anak-anak menjadi saksi bisu dari kekerasan yang dialaminya. “Mereka mengetahui semua, dari mulai cekcok sampai KDRT. Masa kecil mereka terbentuk karena pengalaman ini,” katanya. Menurutnya, dampak kekerasan terhadap anak-anak bisa mengubah cara mereka berinteraksi dengan orang tua.

“Intinya saling introspeksi diri aja dari Dede mungkin banyak salah ke istri,” kata Dede. Dede Sunandar menyampaikan permintaan maaf kepada Karen dan keluarga. Meski menyesal, ia masih berharap rumah tangganya bisa membaik. “Key Issue ini menjadi pelajaran bagiku, bahwa aku perlu lebih baik dalam memperlakukan istri,” ujarnya.

Key Issue: Dari Pernikahan ke Trauma

Karen Hertatum menegaskan bahwa KDRT yang dialaminya adalah bagian dari Key Issue yang lebih luas dalam kehidupan rumah tangga. “Key Issue ini menunjukkan betapa lemahnya komunikasi antara suami dan istri. Akhirnya, KDRT jadi cara dia mengungkapkan frustrasinya,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa kekerasan tidak hanya terjadi di luar rumah, tetapi juga bisa berakar dari ketidakpuasan dalam hubungan.

Karen berharap Key Issue ini bisa menjadi contoh bagi pasangan lain agar lebih waspada terhadap gejala KDRT. “Kalau kita bisa mengenali tanda-tanda awal, mungkin kekerasan bisa dihindari. Key Issue ini jadi pengingat bahwa pernikahan bukan selalu damai,” pungkasnya. Dede Sunandar, di sisi lain, menyatakan bahwa ia sedang berusaha memperbaiki hubungannya dengan istri dan anak-anak.

Leave a Comment