Haji Isam Buka Suara soal Logo Kemenhan Ada di Kapal Pesiarnya
Table of Contents
Haji Isam Buka Suara soal Logo Kemenhan di Kapal Pesiarnya
Kabarberita911.com – Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad yang lebih dikenal dengan panggilan Haji Isam Buka Suara soal kontroversi logo Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang terpasang di kapal pesiar miliknya. Kapal mewah J7 Explorer ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah publik memperhatikan keberadaan logo resmi pemerintah di atas kapal pesiar tersebut. Menurut penjelasan yang dihimpun dari Antara pada Sabtu (15/8/2026), kapal berbobot 8.076 GT ini merupakan milik Haji Isam dan telah selesai dibangun di Batam pada tahun 2022.
Fungsi Baru Kapal Pesiarsa untuk Proyek Merauke
Berbeda dari fungsi awalnya sebagai kapal pesiar mewah, J7 Explorer kini telah mengalami transformasi menjadi kapal induk atau pangkalan bergerak (floating base camp). Kapal raksasa ini didedikasikan untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Haji Isam menjelaskan bahwa kapal tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses lapangan. Keterlibatan J7 Explorer menjadi bagian dari respons swasta terhadap agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Isam.
Dengan demikian, proyek tersebut diharapkan tak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua. Karakter geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat menjadikan keberadaan J7 Explorer sangat krusial. Kapal raksasa itu kini menjelma menjadi infrastruktur penunjang untuk menyukseskan proyek pangan nasional.
Penjelasan Resmi Kemenhan tentang Logo di Kapal Swasta
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan klarifikasi resmi terkait keberadaan logo Kemenhan di kapal milik Haji Isam. Brigjen TNI Rico menjelaskan bahwa kapal swasta tersebut memang dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia. "Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Brigjen TNI Rico dalam keterangan di Jakarta.
Menurutnya, penempelan logo Kemenhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport alias Haji Isam tersebut menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah. Kapal ini digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera. Baca juga: Perkembangan ekonomi Indonesia terkini.
Komitmen Haji Isam dalam Ketahanan Pangan Nasional
Dalam keterangannya, Haji Isam menegaskan bahwa keterlibatannya dalam mega proyek ini bukan semata-mata berhitung soal untung rugi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara. Untuk mengejar target cetak sawah di Merauke, ia mengungkapkan bahwa ribuan unit alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri diterjunkan langsung ke lokasi proyek. Klik di sini untuk membaca artikel lengkap.
Proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian lokal di Papua. Dengan adanya infrastruktur kapal yang berfungsi sebagai base camp, operasional proyek dapat berjalan lebih efisien tanpa bergantung sepenuhnya pada infrastruktur darat yang masih terbatas. Kehadiran tenaga ahli internasional juga membuka peluang transfer teknologi dan pengetahuan kepada pekerja lokal.
FAQ: Haji Isam Buka Suara soal Kapal dan Logo Kemenhan
Apakah kapal J7 Explorer milik Haji Isam?
Ya, kapal J7 Explorer merupakan milik Haji Isam (Andi Samsudin Arsyad) yang dibangun di Batam dan selesai pada tahun 2022 dengan bobot 8.076 GT.
Mengapa logo Kemenhan terpasang di kapal pesiar?
Logo Kemenhan terpasang karena kapal tersebut dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan. Penempelan logo menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.
Di mana lokasi proyek yang didukung oleh kapal J7 Explorer?
Kapal J7 Explorer mendukung proyek di Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Berapa banyak alat berat yang digunakan dalam proyek Merauke?
Sebanyak 2.000 ekskavator didatangkan dari China untuk mendukung proyek pencetakan sawah di Merauke.
