Berita Eropa Amerika

Perang AI dengan China Memanas, AS Paksa Negara Pilih Kubu

ilustrasi-ai-1783332556917_169-4
Foto : John Martinez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. AS Dorong Negara-Negara Memilih Sisi dalam Persaingan AI dengan China
  2. Related Reading

AS Dorong Negara-Negara Memilih Sisi dalam Persaingan AI dengan China

Kabarberita911.com – Perang AI dengan China Memanas menjadi sorotan global seiring Amerika Serikat secara resmi meminta sejumlah negara untuk menentukan posisi dalam persaingan kecerdasan buatan melawan Beijing. Washington memberikan peringatan keras kepada negara-negara yang bergabung dengan kerangka kerja AI yang dibentuk China, karena mereka berisiko dikeluarkan dari koalisi AI yang dipimpin Washington. Informasi ini terungkap dari draf surat internal Departemen Luar Negeri AS yang telah ditinjau oleh Reuters, sekaligus dikonfirmasi oleh seorang pejabat Amerika.

Komitmen dalam Pax Silica

Draf surat tersebut diarahkan kepada 35 negara yang telah menandatangani “AI Opportunity Statement” pada bulan Juni. Daftar ini mencakup anggota kerangka Pax Silica serta negara-negara lain yang ingin menyelaraskan kerja sama AI dengan Washington. AS meluncurkan Pax Silica tahun lalu dengan tujuan mengamankan rantai pasok model AI, semikonduktor, dan mineral kritis di tengah persaingan teknologi dengan China. Sekitar dua lusin negara telah bergabung, termasuk Jepang, Australia, Korea Selatan, dan Kazakhstan.

Kazakhstan menjadi sorotan khusus karena telah bergabung dengan kedua koalisi AI. Surat tersebut menegaskan bahwa keanggotaan dalam Pax Silica bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen serius.

“Dengan menjadi bagian dari semuanya, berarti tidak menjadi bagian dari apa pun. Penandatanganan Deklarasi Pax Silica bukan sekadar keanggotaan, tetapi sebuah komitmen.”

Surat tersebut juga menambahkan bahwa keanggotaan tidak dapat berjalan berdampingan dengan inisiatif duplikatif yang ekspektasinya bertentangan dengan harapan Washington.

China Meluncurkan Organisasi AI Tandingan

Pada bulan Juli, Presiden China Xi Jinping meluncurkan World Artificial Intelligence Cooperation Organization sebagai kerangka kerja tandingan. China mempromosikan teknologi AI open-weight miliknya sebagai alternatif terhadap pengaruh AS dalam industri tersebut. Kazakhstan sejauh ini menjadi satu-satunya negara yang diketahui bergabung dengan kedua inisiatif tersebut, kondisi yang memicu kekhawatiran di Washington.

Seorang pejabat AS menjelaskan bahwa surat tersebut disusun untuk menegaskan bahwa negara mitra tidak bisa mendapatkan keduanya sekaligus. Pejabat tersebut menambahkan bahwa sulit melihat bagaimana sebuah negara dapat secara kredibel memosisikan dirinya sebagai mitra tepercaya dalam satu ekosistem teknologi, sementara pada saat yang sama bergabung dengan inisiatif yang dirancang China untuk mendorong visi AI yang bersaing.

Persaingan Mineral Kritis dan Teknologi

Pax Silica diarahkan untuk mendorong sekutu dan mitra AS menjalankan proyek bersama serta kontrol ekspor. Kerangka tersebut pada akhirnya ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara yang dianggap sebagai lawan dalam hal mineral kritis, model AI, dan chip semikonduktor. Anggota Pax Silica juga mendapatkan akses terhadap peluang investasi bersama dalam proyek terkait AI.

Sementara penandatangan AI Opportunity Statement secara simbolis menyatakan memiliki tujuan bersama dan visi bersama dengan AS. Lebih lanjut, AS berharap tekanan agar negara memilih kubu dapat membatasi akses China terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan AI paling canggih.

Persaingan AS-China semakin panas setelah model AI open-weight China berkembang cepat dan mulai mengejar sistem model tertutup dari perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic. Mineral kritis juga menjadi salah satu bagian penting dalam persaingan tersebut. AS pada Juni memuji Kazakhstan sebagai negara pertama di Asia Tengah yang bergabung dengan Pax Silica karena memiliki cadangan mineral kritis dalam jumlah besar untuk menopang teknologi canggih. Di sisi lain, China memiliki posisi dominan dalam sejumlah mineral kritis dan telah menggunakannya sebagai alat balasan dalam perang tarif dengan AS.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Persaingan AI AS-China

Apa itu Pax Silica? Pax Silica adalah kerangka kerja yang diluncurkan AS tahun lalu untuk mengamankan rantai pasok model AI, semikonduktor, dan mineral kritis di tengah persaingan teknologi dengan China.

Mengapa Kazakhstan menjadi sorotan? Kazakhstan menjadi sorotan karena telah bergabung dengan kedua koalisi AI, yaitu Pax Silica yang dipimpin AS dan organisasi AI tandingan yang diluncurkan China.

Apa dampak bagi negara yang bergabung dengan kedua inisiatif? Negara yang bergabung dengan kedua inisiatif berisiko dikeluarkan dari koalisi AI yang dipimpin Washington karena dianggap tidak memiliki komitmen serius.

Bagaimana peran mineral kritis dalam persaingan ini? Mineral kritis menjadi bagian penting dalam persaingan AI karena dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi canggih. AS dan China sama-sama memiliki posisi kuat dalam mineral kritis ini.

Leave a Comment