Berita Peristiwa

Sosok Citra, Karateka Cilik Sekolah Rakyat Dikenalkan Prabowo di DPR

citra-ramadani-karateka-sekolah-rakyat-1786775752503_169
Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Citra, Siswi Sekolah Rakyat yang Dikenalkan Prabowo di DPR
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Citra, Siswi Sekolah Rakyat yang Dikenalkan Prabowo di DPR

Kabarberita911.com – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Citra Nur Ramadhani, seorang siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Acara tersebut berlangsung di Gedung Nusantara II DPR/MPR RI, Jakarta, pada hari Jumat, 14 Agustus. Citra hadir mengenakan baju Bodo khas Sulawesi Selatan dan dikenali sebagai murid yang memiliki kisah inspiratif serta prestasi di olahraga karate.

“Senang banget, karena barusan ketemu Bapak Presiden,” ungkap Citra sebagaimana dilaporkan Antara. Kehadirannya dalam sidang tersebut menjadi momen berkesan bagi gadis kecil yang hampir putus sekolah.

Kisah Perjuangan Citra

Menurut Presiden Prabowo, Citra merupakan anak yang hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah meninggal dunia saat Citra masih duduk di bangku kelas dua SD. Sementara itu, ibunya, Hajrah, merupakan orang tua tunggal yang bekerja serabutan, termasuk sebagai buruh cuci harian dan membersihkan masjid.

Sebelum diterima di Sekolah Rakyat, Citra rutin berjualan kacang secara berkeliling di berbagai lokasi di Kota Pangkep. Kacang-kacang tersebut diperoleh dari tetangga yang memiliki usaha, kemudian dijual di sekitar taman kota hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dalam sehari, ia mampu memperoleh omzet sekitar Rp200 ribu.

Wali Asuh SRT 67 Pangkep, Maysaroh Abdi Gobel, menjelaskan bahwa Citra berjualan karena ingin membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. “Citra sebelum di Sekolah Rakyat itu benar-benar berjuang membantu ibunya untuk memenuhi kebutuhan di rumah, karena ibunya orang tua tunggal. Dia bekerja sebagai tukang cuci harian dan menyapu di masjid,” ujar Maysaroh.

Menurut Maysaroh, Citra bahkan berjualan hingga malam hari tanpa sepengetahuan ibunya karena merasa perlu membantu keluarga. Kondisi tersebut membuat Citra hampir meninggalkan sekolah. Namun, setelah diterima di Sekolah Rakyat, ia kembali mengikuti kegiatan belajar dan memperoleh fasilitas pendidikan serta kebutuhan dasar lainnya.

Kehidupan dan Prestasi di Sekolah

Keseharian Citra di sekolah dimulai sejak subuh dengan beribadah, sarapan, kemudian mengikuti pembelajaran dan kegiatan lainnya. “Bangun subuh, sholat. Makan pagi. Belajar,” kata Citra. Matematika menjadi salah satu pelajaran yang disukainya.

Selain kegiatan akademik, Citra juga mengikuti sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, termasuk karate. Maysaroh mengatakan kemampuan Citra di bidang karate mulai terlihat setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Bakat siswa dikembangkan melalui ekskul-ekskul. Banyak ekskulnya di Sekolah Rakyat kami. Salah satunya karate,” ujarnya.

Citra kemudian meraih juara II tingkat Kabupaten Pangkep dalam cabang olahraga karate. “Senang sekali,” kata Citra ketika ditanya mengenai prestasinya. Maysaroh menilai prestasi tersebut menunjukkan potensi Citra yang dapat berkembang setelah memperoleh kesempatan dan pendampingan. “Alhamdulillah, setelah di Sekolah Rakyat, Citra sudah mampu berinteraksi dengan baik dan memperlihatkan bakatnya di bidang karate hingga berprestasi,” katanya.

Selain karate, Maysaroh mengatakan Citra memiliki semangat belajar yang tinggi dan cepat menghafal. “Citra cepat sekali menghafal. Dia mau tahu segala hal dan mau belajar. Semangat belajarnya tinggi,” ujar Maysaroh.

Perubahan Fisik dan Pesan Prabowo

Perubahan juga terlihat dari kondisi fisik Citra setelah mengikuti program di Sekolah Rakyat. Ia mendapatkan makanan bergizi secara teratur, yakni tiga kali makan dan dua kali makanan ringan setiap hari. “Yang pertama, ibunya melihat dari bentuk badannya sudah berisi. Sebelumnya dia sangat kurus. Di Sekolah Rakyat dia makan tiga kali sehari dan dapat dua kali snack,” tutur Maysaroh.

Dikenalkan Prabowo di DPR, dalam pidatonya, Presiden Prabowo kembali menyinggung kisah Citra sebagai bagian dari upaya pemerintah memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Ketika kelas 4 sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah, karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas,” kata Presiden Prabowo.

Presiden juga menyinggung prestasi Citra di bidang karate dan mendorongnya untuk terus berprestasi. “Citra, umurmu berapa Citra? 10 tahun? Ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karate mu,” ujar Prabowo.

Presiden mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui pemberian akses pendidikan, tempat

Frequently Asked Questions

What is Sosok Citra Karateka Cilik Sekolah Rakyat?

Sosok Citra Karateka Cilik Sekolah Rakyat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sosok Citra Karateka Cilik Sekolah Rakyat matter?

Sosok Citra Karateka Cilik Sekolah Rakyat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment