Berita Trends

Tak Lagi Terbuang, Perca ‘Hidup’ Kembali Berkat Tangan Kreatif Seniman

pameran-seni-purana-1786706442316_169
Foto : Anthony Martinez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Perca Tak Lagi Terbuang, Kehidupan Baru Melalui Kolaborasi Seniman Purana
  2. Related Reading

Perca Tak Lagi Terbuang, Kehidupan Baru Melalui Kolaborasi Seniman Purana

Kabarberita911.com – Tak Lagi Terbuang Perca Hidup Kembali menjadi kenyataan di gudang Purana. Potongan kain sisa yang selama ini berakhir sebagai sampah kini menemukan makna baru melalui kreativitas para seniman lokal. Menjelang perayaan usia ke-17 tahun, jenama fashion tersebut mengajak sejumlah kreator untuk mengubah perca menjadi karya bernilai tinggi. Gelaran bertajuk “Renjana Perca” menjadi wadah pameran ini, yang diselenggarakan di East Mall Grand Indonesia, Jakarta.

Purana merayakan ulang tahun ke-17 yang kami tandai dengan sebuah peluncuran sebuah gerakan kebudayaan yang dinamakan Renjana Perca. Ini sebuah narasi kemerdekaan berkarya, sebuah kebebasan kreativitas tanpa batas, merupakan bentuk kepedulian Purana terhadap lingkungan, zero waste luxury dan liveable art.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Nonita Respati, pendiri sekaligus COO Purana, saat konferensi pers di Jakarta Pusat pada Jumat (14/8). Ia menjelaskan bahwa konsep liveable art membawa seni rupa ke dalam kehidupan sehari-hari melalui busana fungsional yang sarat nilai budaya. Melalui inisiatif ini, perca tidak lagi menjadi limbah yang terbuang sia-sia.

Kolaborasi dengan Dua Belas Seniman Nusantara

Sejak tahun 2009, Purana telah memiliki tradisi berkolaborasi dengan seniman dari berbagai daerah di Indonesia. Pada momen spesial kali ini, total dua belas kreator dari beragam disiplin seni diajak untuk menciptakan karya menggunakan material perca. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Tak Lagi Terbuang Perca Hidup Kembali adalah visi yang diwujudkan melalui kerja sama kreatif.

Daftar seniman yang berpartisipasi meliputi Sutjipto Adi, Suanjaya Kencut, Francisca ‘Kika’ Puspitasari, Ruth Marbun, Agan Harahap, Sarkodit, Hendra ‘Hehe’ Harsono, Hana Surya dari Threadapeutic, Rosyid Akhmadi (Mohoi), Arief Susanto (Dus Duk Duk), Anton Afganial, serta Kicky Oktaviano. Setiap nama membawa perspektif unik dalam mengolah material sisa menjadi karya seni.

Setiap seniman membawa pendekatan unik. Suanjaya Kencut misalnya, mengolah perca menjadi boneka yang merefleksikan aspek kemanusiaan. Sementara Agan Harahap menciptakan karya visual yang mengajak penikmat seni mempertanyakan batas antara fiksi dan kenyataan. Karya-karya ini membuktikan bahwa perca memiliki potensi besar untuk “hidup” kembali.

Komitmen Zero Waste dan Inovasi Berkelanjutan

Nonita menegaskan bahwa Purana tidak pernah membuang perca sejak pertama kali berdiri. Meskipun telah menghasilkan banyak karya, masih ada perca yang belum terserap sepenuhnya. Melalui pameran ini, Purana ingin menunjukkan bahwa perca bukan lagi limbah yang harus dibuang. Konsep Tak Lagi Terbuang Perca Hidup Kembali menjadi fondasi dari setiap keputusan produksi mereka.

Kolaborasi dengan Dus Duk Duk juga terlihat dari penggunaan material kardus daur ulang dalam pameran. Hal ini memastikan bahwa acara akan berakhir tanpa meninggalkan sampah. Pendekatan holistik ini menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

Tiap tahun kayak dikasih ujian sama Purana. Tahun kemarin temanya dekoratif pohon, hewan dari kardus. Tahun ini justru ditantang bikin konstruksi arsitektur. Itu kan secara struktur harus kuat.

Ungkapan tersebut diutarakan oleh Arief Susanto dalam kesempatan yang sama. Tantangan kreatif ini mendorong para seniman untuk berpikir lebih jauh dalam memanfaatkan material yang tersedia.

Inovasi terus digenjot, terlebih saat ini Nonita sedang menyelesaikan studi di Italia dengan jurusan Textile Product Design, Research and Sustainability. Tesis yang ia susun berfokus pada pengolahan limbah plastik menjadi benang melalui proses pemintalan. Hasil olahan limbah plastik ini tidak hanya menjadi bahan penelitian, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat komitmen Purana dari sustainability menuju circularity.

Dengan demikian, perca dan material sisa lainnya benar-benar “hidup” kembali berkat tangan-tangan kreatif para seniman. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan budaya yang berkelanjutan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Renjana Perca

Apa itu Renjana Perca? Renjana Perca adalah gerakan kebudayaan yang diluncurkan Purana untuk merayakan ulang tahun ke-17 mereka. Gerakan ini mengajak kreator lokal mengubah perca menjadi karya seni bernilai tinggi.

Di mana pameran Renjana Perca diselenggarakan? Pameran Renjana Perca diselenggarakan di East Mall Grand Indonesia, Jakarta.

Berapa banyak seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini? Total dua belas seniman dari berbagai disiplin seni berpartisipasi dalam pameran Renjana Perca.

Apa hubungan Purana dengan konsep zero waste? Purana tidak pernah membuang perca sejak pertama kali berdiri. Mereka berkomitmen untuk tidak meninggalkan limbah melalui berbagai inisiatif seperti Renjana Perca dan penggunaan material daur ulang.

Bagaimana kontribusi Nonita Respati terhadap inovasi berkelanjutan? Nonita Respati sedang menyelesaikan studi di Italia dengan jurusan Textile Product Design, Research and Sustainability. Tesisnya berfokus pada pengolahan limbah plastik menjadi benang melalui proses pemintalan.

Leave a Comment