Ragam Peristiwa

Key Strategy: Pemkot-RAPPO Perkuat Kolaborasi Wujudkan Makassar Bersih

Pemkot-RAPPO Perkuat Kolaborasi Wujudkan Makassar Bersih

Key Strategy – Pemkot Makassar terus berupaya memperkuat kerja sama dengan komunitas serta sektor swasta guna mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif dan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pengolahan sampah plastik bernilai ekonomi bersama Komunitas Berdaya Nusantara dan RAPPO Indonesia. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atau dikenal sebagai Appi, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara pengembangan pemberdayaan perempuan oleh Nusantara Infrastructure di Kantor Lurah Panampu, Kecamatan Tallo, Rabu (13/5).

Langkah Nyata untuk Kota Berkelanjutan

Appi menegaskan bahwa kehadiran Komunitas Berdaya Nusantara yang bekerja sama dengan RAPPO Indonesia bukan sekadar acara formal, melainkan bentuk implementasi nyata dari visi Makassar sebagai kota unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan. “Ini adalah wujud komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, khususnya melibatkan perempuan sebagai bagian aktif dalam pembangunan,” ujarnya.

“Masalah sampah plastik adalah tantangan global. Namun di tangan ibu-ibu kita, limbah yang tadinya tidak bernilai diubah menjadi produk fesyen kelas dunia yang ramah lingkungan,” jelas Appi.

Dalam program ini, perempuan diberikan akses keterampilan serta kesempatan kreatif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Appi juga menekankan peran inovasi dalam mengatasi permasalahan sampah plastik, termasuk memanfaatkan limbah menjadi produk fesyen berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai isu kota, termasuk pengelolaan sampah yang efisien.

Stuktur Pengelolaan Sampah yang Berubah

Munafri menjelaskan bahwa Kota Makassar menghasilkan sekitar 800 ton sampah per hari, namun kapasitas pengangkutan hanya mencapai 67 persen. Hal ini menyisakan 30 persen sampah yang belum terkelola secara optimal. Untuk meningkatkan pengelolaan, pemerintah tengah mengubah sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sebelumnya menggunakan metode open dumping menjadi sanitary landfill, sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.

Appi menyampaikan bahwa sampah yang masuk ke TPA ke depan tidak lagi sampah rumah tangga langsung, melainkan residu dari proses pengolahan. Ia juga mengharapkan dukungan pembangunan TPS 3R di wilayah Panampu untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Inovasi Ekonomi Sirkular

Dalam upaya mengurangi sampah, Pemkot Makassar menyiapkan proyek strategis berupa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dengan investasi sekitar Rp3 triliun. Proyek ini diharapkan bisa memproses hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 20-25 megawatt. “Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar investasi ini mencapai maksimal,” terang Appi.

Selain fokus pada sampah, Nusantara Infrastructure juga berkontribusi pada program penurunan angka stunting. Appi menyebut angka stunting di Kota Makassar terus menurun karena sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Pemkot Makassar juga mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah organik dan anorganik, salah satunya melalui teba modern—metode kompos dengan sistem lubang yang bisa dipanen dalam waktu 5-6 bulan.

Keterlibatan pabrik-pabrik dalam program ini diperkuat untuk mendistribusikan produk hasil olahan ke masyarakat secara reseller, seperti yang dilakukan RAPPO Indonesia. “Kolaborasi ini memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga,” kata politisi Golkar tersebut.

Leave a Comment