Polisi Periksa EO dan MC Usut Challenge Hafalan Al-Qu’ran Demi Miras
Table of Contents
Penyelidik Sidik Kasus Tantangan Hafalan Al-Quran untuk Minuman Keras di Festival Ancol
Kabarberita911.com – Kasus promosi minuman keras yang menyamar sebagai tantangan hafalan Al-Quran di festival musik The Sounds Project kini masuk tahap penyelidikan kepolisian. Kegiatan yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, ini melibatkan penyelenggara acara dan pemandu acara yang akan diperiksa oleh penyidik.
Prosedur Pemeriksaan oleh Polisi
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan dijadwalkan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Proses ini akan dilakukan di Polres Metro Jakarta Utara.
Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara, kata Budi saat dikonfirmasi.
Setelah tahap klarifikasi selesai, penyidik akan menggelar perkara untuk menilai apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Selain itu, administrasi penyelidikan juga akan dilengkapi secara menyeluruh.
Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara, ucap dia.
Kepolisian juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang merasa dirugikan untuk mengajukan laporan resmi terkait kejadian ini.
Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut, ujarnya.
Awal Mula Kasus Viral
Festival musik The Sounds Project berlangsung selama tiga hari pada akhir pekan lalu, tepatnya tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026. Salah satu momen yang menjadi sorotan terjadi pada Minggu, 9 Agustus, di salah satu booth sponsor.
Dalam rekaman yang menyebar luas di media sosial, terlihat pengunjung diajak berpartisipasi dalam tantangan membaca Surah Ad-Duha. Sebagai imbalan, peserta diduga mendapatkan sebotol minuman keras yang sedang dipromosikan booth tersebut.
Unggahan video tersebut langsung menuai kritik keras dari warganet. Banyak yang menilai aksi pemasaran ini tidak mencerminkan etika dan adab yang seharusnya.
Respons MUI dan Penyelenggara
Majelis Ulama Islam (MUI) Pusat memberikan tanggapan tegas terhadap gimik pemasaran ini. Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar berbagai tatanan.
Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, tegas Niam, Senin (10/8) malam.
Niam menjelaskan bahwa Al-Quran merupakan Kalamullah yang sangat disucikan. Membacanya merupakan ibadah bernilai tinggi, bukan sekadar alat promosi komersial.
Sementara itu, penyelenggara festival The Sounds Project juga mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara, dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kejadian ini terjadi di luar kendali mereka. Mereka juga mengecam perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan tantangan atau promosi produk.
Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara, imbuhnya.
MC Booth Newport Minta Maaf
MC yang terlibat dalam booth sponsor Newport, Revnaldo Ega, juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Threads miliknya, aqueer_, pada Selasa pagi.
Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung, kata dia.
Revnaldo mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak berkaitan langsung dengan pihak Newport. Ia juga menyadari kelalaiannya dalam mengendalikan situasi.
Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya, imbuhnya.
Hingga berita ini disusun, CNNIndonesia.com belum menerima pernyataan resmi dari pihak sponsor booth Newport terkait insiden ini.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polisi Periksa EO dan MC Usut?
Polisi Periksa EO dan MC Usut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polisi Periksa EO dan MC Usut matter?
Polisi Periksa EO dan MC Usut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
