Literasi Keuangan Remaja RI Cuma 56%, OJK Dorong Edukasi di Sekolah
Table of Contents
Indeks Literasi Keuangan Remaja Masih Rendah, OJK Perkuat Edukasi di Sekolah
Kabarberita911.com – Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan untuk kelompok usia 15 hingga 17 tahun hanya mencapai angka 56,04 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi OJK karena menunjukkan bahwa sebagian besar remaja Indonesia belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai instrumen keuangan. Literasi Keuangan Remaja RI Cuma 56 persen menjadi indikator penting bahwa edukasi keuangan perlu diperkuat sejak dini melalui sistem pendidikan formal.
Secara nasional, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia pada 2026 tercatat sebesar 69,57 persen. Pencapaian ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,93 poin persentase dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai 66,64 persen. Di sisi lain, indeks inklusi keuangan juga mengalami peningkatan menjadi 93,61 persen, naik dari 92,74 persen pada tahun sebelumnya. Kedua capaian tersebut telah berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Integrasi Materi Keuangan ke Sistem Pendidikan
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyatakan bahwa kondisi literasi keuangan remaja menjadi salah satu prioritas utama OJK dalam memperkuat edukasi keuangan. Untuk itu, OJK akan berkolaborasi dengan kementerian terkait guna mengintegrasikan materi literasi keuangan ke dalam kurikulum pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
Untuk dasar dan menengah itu dengan mendikdasmen, untuk perguruan tinggi tentunya dengan kementerian terkait. Substansinya berbeda, nanti kita sama-sama duduk.
Pernyataan tersebut disampaikan Dicky dalam konferensi pers yang membahas hasil SNLIK 2026 pada Senin (10/8). Ia menambahkan bahwa materi edukasi akan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing kelompok usia agar lebih efektif. Pendekatan ini penting karena setiap jenjang pendidikan memiliki karakteristik pembelajaran yang berbeda-beda.
Pendekatan Life-Cycle dalam Edukasi Keuangan
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya memberikan edukasi keuangan sebelum generasi muda menjadi pengguna aktif produk dan layanan keuangan. Menurutnya, intervensi harus dilakukan sejak dini agar masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga pemahaman yang memadai.
Intervensi harus dilakukan sebelum mereka menjadi pengguna aktif dari produk keuangan.
Pendekatan edukasi keuangan tidak bisa bersifat one-size-fits-all. Kita membutuhkan life-cycle approach terhadap literasi keuangan.
Friderica menjelaskan bahwa OJK akan menerapkan pendekatan berdasarkan siklus kehidupan dalam menyusun program edukasi bagi generasi muda. Hal ini penting karena edukasi keuangan tidak dapat diterapkan dengan cara yang sama untuk seluruh kelompok masyarakat. Setiap tahap kehidupan memiliki kebutuhan dan tantangan keuangan yang berbeda.
Mengenai target RPJMN 2025-2029, Friderica menyebutkan bahwa target literasi keuangan pada 2029 ditetapkan sebesar 59,39 persen, sedangkan target inklusi keuangan sebesar 93 persen. Ia mengungkapkan rasa syukur karena kedua target tersebut telah berhasil dilampaui. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan bahwa remaja tidak hanya memiliki akses, tetapi juga kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik.
Target RPJMN 2025-2029 untuk tahun 2029 sebesar 59,39 persen untuk literasi keuangan dan 93 persen untuk inklusi keuangan. Alhamdulillah, sudah melampaui target.
Meskipun demikian, OJK menilai bahwa tingginya akses terhadap produk keuangan perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Inklusi keuangan yang tinggi belum secara otomatis menunjukkan bahwa masyarakat telah memahami produk dan layanan keuangan yang mereka gunakan. Oleh karena itu, program edukasi harus terus diperkuat dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Literasi Keuangan Remaja
Apa itu literasi keuangan remaja? Literasi keuangan remaja adalah kemampuan generasi muda dalam memahami, mengelola, dan menggunakan produk serta layanan keuangan dengan bijak. Ini mencakup pengetahuan tentang menabung, berinvestasi, dan mengelola utang.
Mengapa literasi keuangan remaja penting? Remaja yang memiliki literasi keuangan baik cenderung membuat keputusan finansial yang lebih tepat, menghindari utang berlebihan, dan mempersiapkan masa depan ekonomi yang lebih stabil.
Bagaimana OJK meningkatkan literasi keuangan remaja? OJK bekerja sama dengan kementerian pendidikan untuk mengintegrasikan materi keuangan ke dalam kurikulum sekolah. Selain itu, OJK juga mengadakan program edukasi langsung di berbagai sekolah dan perguruan tinggi.
Berapa target literasi keuangan remaja pada 2029? Target literasi keuangan nasional pada 2029 ditetapkan sebesar 59,39 persen menurut RPJMN 2025-2029. Saat ini, angka ini sudah berhasil dilampaui berkat berbagai program edukasi yang intensif.
