Kebakaran Bromo Meluas Hingga 550 Hektare, Api Dekati Permukiman Warga
Table of Contents
Kebakaran Bromo Meluas Hingga 550 Hektare, Api Mulai Mendekat ke Permukiman Warga
Kabarberita911.com – Kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus mengalami perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Senin pagi (10/8) pukul 06.00 WIB, luas area yang terbakar telah mencapai 550 hektare. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena api dilaporkan mulai merambat menuju wilayah permukiman penduduk. Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa angka 550 hektare tersebut masih bersifat dinamis. Proses pendataan ulang masih berlangsung untuk memastikan keakuratan data yang ada.
“Luas area terbakar kurang lebih 550 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang,” tulis Satriyo dalam laporannya.
Vegetasi yang Terdampak dan Perkembangan Titik Api
Kebakaran ini telah memengaruhi berbagai jenis vegetasi di kawasan Gunung Bromo. Jenis-jenis tanaman yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar. Meskipun luasnya area yang hangus cukup signifikan, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam kejadian ini.
Satriyo juga menyoroti perkembangan posisi api yang cukup mengkhawatirkan. Sebelumnya, api terkonsentrasi di titik P30, namun kini telah merembet ke arah permukiman warga. Selain itu, api yang berada di lembah dingklik juga terlihat cukup besar dan berpotensi meluas lebih jauh. Kondisi ini diperparah oleh faktor cuaca dan arah angin yang mendukung penyebaran api.
“Kondisi saat ini api yang berada di P30 telah merembet hingga mengarah ke pemukiman warga serta api yang berada di lembah dingklik terlihat cukup besar,” tulisnya.
Penutupan Akses Wisata dan Strategi Pemadaman
Kebakaran ini pertama kali terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Seiring dengan meluasnya titik api, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengambil langkah tegas untuk menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo. Penutupan ini dimulai sejak Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“TNBTS menutup sementara seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ucapnya.
Untuk mengatasi kebakaran yang terus meluas, dua unit helikopter dengan nomor registrasi PK-DAP dan PK-DAN dijadwalkan melakukan operasi water bombing melalui udara pada hari ini. Sementara itu, di darat, tim gabungan telah mengerahkan berbagai peralatan. Dua unit truk pemadam kebakaran, dua unit truk tangki, satu unit mobil L300 yang bermuatan tandon air, serta satu unit drone water spray digunakan untuk memadamkan titik-titik api yang masih tersisa.
BPBD Provinsi Jawa Timur juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Pihak-pihak yang terlibat dalam koordinasi tersebut antara lain TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang, dan BMKG. Koordinasi ini mencakup pemantauan perkembangan situasi, arah angin, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan secara menyeluruh.
Penanganan kebakaran ini melibatkan banyak unsur dari berbagai instansi. Di antaranya adalah BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BMKG Juanda, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kota Surabaya, Damkar Kota Surabaya, TNBTS, Polisi Kehutanan, TNI, Relawan Peduli Api, serta masyarakat setempat.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa luas total area yang terbakar di Gunung Bromo? Hingga Senin pagi (10/8) pukul 06.00 WIB, luas area yang terbakar mencapai 550 hektare. Angka ini masih bersifat dinamis karena proses pendataan ulang sedang berlangsung.
Kapan kebakaran pertama kali terjadi? Kebakaran ini pertama kali terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini? Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam kejadian kebakaran Gunung Bromo.
Berapa lama akses wisata Gunung Bromo ditutup? Penutupan akses wisata dimulai sejak Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan oleh TNBTS.
Peralatan apa saja yang digunakan untuk pemadaman? Dua unit helikopter untuk water bombing dari udara, dua unit truk pemadam, dua unit truk tangki, satu unit mobil L300 bermuatan tandon air, dan satu unit drone water spray untuk pemadaman di darat.
