Uncategorized

Basarnas Akhiri Monitoring KMP Mutiara Sentosa II

Table of Contents
  1. Basarnas Akhiri Monitoring KMP Mutiara Sentosa II Setelah Empat Hari Penyisiran
  2. Related Reading

Basarnas Akhiri Monitoring KMP Mutiara Sentosa II Setelah Empat Hari Penyisiran

Kabarberita911.com – Badan SAR Nasional (Basarnas) resmi mengakhiri tahap monitoring aktif terhadap kapal KMP Mutiara Sentosa II. Keputusan strategis ini diambil setelah tim SAR melakukan penyisiran intensif selama empat hari penuh di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, mengonfirmasi bahwa penghentian monitoring dilakukan pada hari ketujuh sejak insiden kebakaran terjadi. Alasan utamanya adalah tidak adanya indikasi kuat bahwa kapal maupun para korban masih berada di lokasi pencarian.

Pengakhiran monitoring aktif menandai pergeseran fase operasi SAR dari pencarian aktif menuju kesiapsiagaan. Selama periode monitoring, Basarnas mengerahkan berbagai sumber daya untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Tim SAR bekerja keras menelusuri setiap sudut perairan yang menjadi area pencarian utama.

Rincian Pengerahan Alat dan Personel SAR

Monitoring aktif ini dimulai setelah status operasi SAR diubah menjadi kegiatan pemantauan pada Rabu, 5 Agustus. Selama periode tersebut, Basarnas mengerahkan personel serta sejumlah alat utama sistem keselamatan atau alutsar untuk menelusuri perairan utara Madura. Untuk penyisiran melalui jalur laut, digunakan KN SAR 249 Permadi bersama satu unit RIB dari Pos SAR Sumenep. Sementara itu, pemantauan dari udara dilaksanakan menggunakan helikopter Basarnas AW139 HR1301 guna memperluas area pencarian.

“Dengan tidak adanya tanda-tanda korban yang mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri kegiatan monitoring aktif,” ujar Nanang seperti yang dikutip Antara pada Minggu (9/8).

Nanang menjelaskan bahwa pengerahan sarana laut dan udara tersebut bertujuan untuk mencari jejak keberadaan KMP Mutiara Sentosa II maupun para korban yang kemungkinan masih belum ditemukan. Ia menambahkan bahwa setelah berakhirnya monitoring aktif, Kantor SAR Kelas A Surabaya akan menempatkan personel dalam posisi siaga untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan lainnya.

“Selanjutnya, beralih posisi standby untuk kondisi kedaruratan yang lain,” katanya.

Data Korban dan Proses Evakuasi Lengkap

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah mengalihkan operasi SAR khusus kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi operasi kesiapsiagaan. Hal ini dilakukan setelah seluruh 238 korban berhasil terdata dan dievakuasi dengan aman. Keputusan tersebut diambil setelah data manifes disinkronkan antara pihak kesyahbandaran dan operator kapal, sehingga jumlah korban di atas kapal dipastikan sebanyak 238 orang.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 233 korban selamat dan lima korban meninggal dunia. Korban selamat dievakuasi oleh berbagai kapal, yaitu KM Meratus Pematang Siantar sebanyak 110 orang, TB Hasnur 62 orang, KN Permadi sembilan orang, Selaras Mas 13 orang, KRI Nala 30 orang, serta KMP Mutiara Ferindo I delapan orang. Sementara itu, lima korban meninggal dunia dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar dua orang, KRI Nala dua orang, dan KMP Mutiara Ferindo I satu orang.

FAQ: Informasi Penting Tentang Monitoring KMP Mutiara Sentosa II

Berapa lama Basarnas melakukan monitoring aktif terhadap KMP Mutiara Sentosa II? Monitoring aktif dilakukan selama empat hari penuh sebelum akhirnya diakhiri pada hari ketujuh sejak insiden kebakaran terjadi.

Apa yang terjadi setelah monitoring aktif berakhir? Setelah monitoring aktif berakhir, Kantor SAR Kelas A Surabaya beralih ke posisi standby untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan lainnya.

Berapa total korban yang terlibat dalam insiden KMP Mutiara Sentosa II? Total terdapat 238 korban yang terdata, terdiri dari 233 korban selamat dan lima korban meninggal dunia.

Alat apa saja yang digunakan dalam proses monitoring? Basarnas menggunakan KN SAR 249 Permadi, satu unit RIB dari Pos SAR Sumenep, dan helikopter AW139 HR1301 untuk pemantauan laut dan udara.

Leave a Comment