Aktivis Sayap Kiri Israel Serbu Kantor Partai Peneror Warga Palestina
Table of Contents
Aktivis Sayap Kiri Israel Serbu Kantor Partai Zionisme Religius: Protes Tegas Terhadap Dukungan Pemukim
Kabarberita911.com – Aktivis Sayap Kiri Israel Serbu Kantor Partai Zionisme Religius dalam aksi demonstrasi yang berlangsung pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Sekelompok aktivis dari gerakan sayap kiri “Standing Together” menggeruduk kantor pusat partai beraliran sayap kanan di kota Shoham, yang terletak di sebelah timur Tel Aviv. Para demonstran secara lantang menyampaikan tuduhan kepada Bezalel Smotrich, ketua partai yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan, atas peranannya dalam mendanai aksi teror pemukim ilegal yang menyasar warga Palestina.
Aksi Visual yang Menunjukkan Amarah
Para peserta demonstrasi mengenakan pakaian berwarna putih yang telah berlumuran cairan merah, menandakan darah. Mereka mengangkat tangan-tangan yang juga berwarna merah serta memajang poster-poster bertuliskan dalam dua bahasa, yaitu Ibrani dan Arab. Salah satu poster tersebut memuat pesan tegas: “Keuangan Smotrich, para pemukim membakar (segala sesuatu), darah ada di tangan pemerintah,” sebagaimana dilaporkan oleh media Times of Israel.
Menurut keterangan para demonstran, Smotrich yang merupakan menteri keuangan di bawah pemerintahan Benjamin Netanyahu, telah memberikan dukungan besar-besaran terhadap pengembangan permukiman Yahudi. Dukungan ini mencakup pos-pos terpencil yang statusnya ilegal, terutama dalam kapasitas Smotrich sebagai menteri di Kementerian Pertahanan. Banyak serangan yang menimpa warga Palestina berasal dari pos-pos terpencil tersebut.
Demo Dihadapi Pegawai Partai
Video yang diunggah oleh Standing Together memperlihatkan para demonstran duduk membelakangi pintu kaca kantor partai. Mereka terus-menerus meneriakkan “Darah ada di tangan pemerintah,” sementara para pegawai partai merekam aksi tersebut dari dalam gedung. Seorang demonstran berteriak, “Menteri Keuangan Smotrich membiayai pos-pos terdepan tempat (para pemukim ekstremis) pergi untuk membakar desa-desa, guna mengusir orang-orang dari rumah mereka. Selama teror para pemukim berlanjut, kita tidak akan memiliki keamanan. Kita tidak akan berhenti berjuang sampai itu berhenti. Hanya perdamaian yang akan membawa keamanan.”
Dalam unggahan di platform X, Standing Together menjelaskan alasan kedatangan mereka ke markas besar Zionisme Religius. Kelompok tersebut menyatakan bahwa partai itu mendukung kekerasan terhadap warga Palestina. “Kami tiba pagi ini di markas besar partai Zionisme Religius, sebuah partai yang mentransfer dana dan mendukung kegiatan pertanian teror di Tepi Barat. Menteri Keuangan Smotrich mentransfer uang warga Israel ke teror pemukim yang membakar desa-desa, merampas dan mengusir orang-orang dari tanah dan rumah mereka, dan membakar masa depan kita,” tulis kelompok aktivis tersebut.
“Warga Palestina adalah korban dari kebijakan ini, tetapi begitu juga kita, warga Israel. Dengan uang kita, mereka mendanai teror alih-alih mengurus kesejahteraan dan rehabilitasi kita. Kami tidak akan berhenti berjuang sampai mereka membongkar pertanian [pos terdepan] dan menghentikan teror. Sampai tercipta perdamaian Israel-Palestina,” tambahnya.
Konteks Kekerasan dan Tanggapan Pihak Terkait
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan signifikan dalam kekerasan yang dilakukan pemukim terhadap warga Palestina di wilayah Tepi Barat. Smotrich secara konsisten berupaya memperluas pemukiman di kawasan tersebut. Ia juga pernah menyatakan bahwa membandingkan serangan pemukim dengan aksi teror terhadap warga Israel merupakan hal “salah secara moral.” Atas meningkatnya kekerasan tersebut, Smotrich telah menerima sanksi dari komunitas internasional.
Sementara itu, dalam pernyataan resminya, Zionisme Religius menuduh para “aktivis sayap kiri ekstrem” berusaha “menyerbu secara paksa” ke markas besar partai. Partai tersebut mengklaim bahwa staf mereka “terperangkap di dalam dan diinstruksikan untuk tidak meninggalkan kantor mereka,” serta menyatakan bahwa para demonstran akhirnya dibubarkan oleh petugas kepolisian. Namun, pihak kepolisian memberikan keterangan berbeda. Polisi mengatakan bahwa petugas tiba di lokasi kejadian dalam beberapa menit, tetapi para demonstran telah pergi lebih dulu. “Polisi tidak akan mengizinkan hasutan, kekerasan, atau pelanggaran hukum apa pun yang dilakukan dengan kedok protes,” demikian pernyataan resmi kepolisian.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Aksi Demonstrasi
Apa yang menyebabkan aktivis Israel menyerbu kantor partai Zionisme Religius? Aksi demonstrasi ini dipicu oleh tuduhan bahwa partai Zionisme Religius, melalui dukungan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, mendanai pos-pos pemukim ilegal yang melakukan aksi teror terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Kapan dan di mana aksi demonstrasi berlangsung? Aksi demonstrasi berlangsung pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, di kantor pusat Partai Zionisme Religius yang terletak di kota Shoham, sebelah timur Tel Aviv.
Bagaimana reaksi kepolisian terhadap aksi demonstrasi tersebut? Menurut kepolisian, petugas tiba di lokasi kejadian dalam beberapa menit, tetapi para demonstran telah pergi lebih dulu. Polisi menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan hasutan, kekerasan, atau pelanggaran hukum yang dilakukan dengan kedok protes.
Apa yang dimaksud dengan “pertanian teror” yang disebutkan oleh Standing Together? “Pertanian teror” merujuk pada kegiatan pemukim yang membakar desa-desa, merampas tanah, dan mengusir warga Palestina dari rumah mereka, yang didanai oleh dana publik melalui kebijakan Smotrich.
Apakah ada perbedaan versi antara partai dan kepolisian? Ya, partai Zionisme Religius mengklaim para demonstran dibubarkan oleh kepolisian, sementara kepolisian menyatakan bahwa para demonstran telah pergi lebih dulu sebelum petugas tiba di lokasi.
