Berita E Vehicle

PHEV Disebut Solusi Transisi Menuju Mobil Listrik

Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. PHEV Disebut Solusi Transisi Menuju Mobil Listrik di Indonesia
  2. Related Reading

PHEV Disebut Solusi Transisi Menuju Mobil Listrik di Indonesia

Kabarberita911.com – Transisi dari kendaraan bermesin pembakaran internal ke mobil listrik murni (EV) dinilai semakin mulus berkat kehadiran teknologi PHEV Disebut Solusi Transisi Menuju kendaraan masa depan. Pandangan ini muncul dalam diskusi yang diselenggarakan oleh DFSK bersama EVSafe Indonesia, yang berlangsung di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show tahun 2026. Acara ini menghadirkan para ahli industri otomotif untuk membahas peran strategis kendaraan hybrid plug-in dalam mempercepat elektrifikasi di Indonesia.

Menurut Doni Putra Okten, yang menjabat sebagai Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, proses elektrifikasi tidak seharusnya mengurangi keleluasaan konsumen dalam berkendara. Kendaraan jenis PHEV menawarkan pengalaman berkendara berbasis listrik tanpa mengorbankan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh. “Kami percaya elektrifikasi tidak boleh mengorbankan kebebasan berkendara,” ujarnya dalam diskusi tersebut.

PHEV menghadirkan pengalaman berkendara elektrik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan ketenangan untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa dibayangi range anxiety. Ini adalah solusi transisi yang tepat untuk kondisi infrastruktur Indonesia saat ini.

DSFK E5 Plus dan Teknologi Smart Power System

Konsep tersebut diimplementasikan pada model DFSK E5 Plus yang dilengkapi dengan teknologi Smart Power System DE-i. Sistem hybrid ini bekerja mengatur perpindahan tenaga antara motor listrik dan mesin bensin secara otomatis, sehingga menghasilkan performa yang responsif dan efisien. Teknologi ini memungkinkan pengemudi memilih mode pengoperasian sesuai kebutuhan perjalanan.

DSFK E5 Plus juga dilengkapi dengan baterai berkapasitas 25 kWh, yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya. Hal ini mendukung kemampuan kendaraan untuk beroperasi dalam mode listrik selama periode tertentu sebelum beralih ke mesin pembakaran internal. Dengan kapasitas baterai yang besar, kendaraan ini dapat menempuh jarak signifikan hanya dengan tenaga listrik murni.

Faktor Pendukung Transisi Kendaraan Listrik

Sementara itu, Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia, menekankan bahwa keberhasilan transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi kendaraan. Kesiapan ekosistem juga menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan. “PHEV memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang harus dibangun untuk mendukung transisi ini. Pertama, aspek keselamatan yang mencakup kendaraan, baterai, serta prosedur penanganan darurat. Kedua, edukasi agar masyarakat memahami penggunaan teknologi elektrifikasi. Ketiga, infrastruktur berupa jaringan pengisian daya, layanan purnajual, hingga kesiapan sumber daya manusia.

PHEV Disebut Solusi Transisi Menuju kendaraan listrik karena menawarkan keseimbangan antara teknologi modern dan kenyamanan pengguna. Namun, keberhasilan transisi ini tidak hanya bergantung pada teknologinya, melainkan juga pada edukasi yang mampu membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang PHEV di Indonesia

Apa itu PHEV dan bagaimana cara kerjanya? PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) adalah kendaraan yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik dan baterai yang dapat diisi ulang melalui stopkontak. Sistem ini memungkinkan kendaraan beroperasi dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum beralih ke mesin bensin.

Apakah PHEV cocok untuk penggunaan harian di Indonesia? Ya, PHEV sangat cocok untuk penggunaan harian di Indonesia karena dapat beroperasi dalam mode listrik untuk perjalanan pendek dan menggunakan mesin bensin untuk perjalanan jauh. Ini mengatasi masalah range anxiety yang sering dialami pengguna EV murni.

Berapa lama waktu pengisian baterai PHEV? Waktu pengisian baterai PHEV bervariasi tergantung pada kapasitas dan jenis charger yang digunakan. Umumnya, pengisian penuh membutuhkan waktu antara 2-4 jam menggunakan charger rumah standar.

Bagaimana dengan ketersediaan infrastruktur pengisian di Indonesia? Infrastruktur pengisian untuk PHEV dan EV semakin berkembang di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Banyak pusat perbelanjaan, perkantoran, dan tempat umum yang telah menyediakan stasiun pengisian untuk kendaraan listrik.

Diskusi yang digelar di ICE BSD, Tangerang, ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan kombinasi teknologi yang tepat dan dukungan ekosistem yang kuat, transisi menuju era elektrifikasi dapat berjalan lebih efektif. Untuk informasi lebih lanjut tentang kendaraan listrik di Indonesia, Anda dapat mengunjungi halaman otomotif CNN Indonesia.

Leave a Comment