Sri Mulyani Menjabat sebagai Ketua Bersama IDA Bank Dunia
Kabarberita911.com – Langkah penting dalam kepemimpinan global Indonesia telah tercapai ketika Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan Indonesia, resmi ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen untuk International Development Association (IDA). Penunjukan bersejarah ini merupakan bagian dari proses replenishment ke-22 yang sedang berlangsung di Washington, Amerika Serikat. Dalam peran strategis ini, Sri Mulyani akan memimpin upaya menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara termiskin di seluruh dunia.
Pengumuman resmi dari Bank Dunia disampaikan pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Sri Mulyani akan bekerja sama erat dengan Paschal Donohoe, yang saat ini menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi IDA dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
Proses Seleksi Ketat dan Kualifikasi Unggul
Proses seleksi untuk posisi Ketua Bersama Independen IDA melibatkan komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara peminjam. Sri Mulyani terpilih melalui evaluasi ketat berdasarkan pengalaman dan rekam jejaknya dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional. Bank Dunia menilai bahwa Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman dan kredibel untuk memimpin proses replenishment IDA22.
Dalam tugas barunya, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan serta pendanaan dari kedua belah pihak. Peran ini sangat krusial karena IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah. Melalui pinjaman berbunga nol atau rendah serta hibah, IDA mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan sosial dasar.
Peran Strategis IDA dalam Pembangunan Global
Sejak didirikan pada tahun 1960, IDA telah melayani 78 negara dan menjadi penyedia terbesar layanan sosial dasar di negara-negara tersebut. Selama lebih dari enam dekade, badan ini menjadi mitra strategis bagi negara-negara berpendapatan rendah sekaligus pelopor dalam menangani berbagai tantangan pembangunan global yang kompleks. Berdasarkan informasi dari situs resmi IDA World Bank, badan ini membantu negara-negara mengurangi kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui dukungan IDA, ratusan juta orang telah berhasil keluar dari kemiskinan berkat terciptanya lapangan kerja, akses terhadap air bersih, sekolah, jalan, gizi yang lebih baik, listrik, dan berbagai fasilitas publik lainnya. IDA menerapkan pendekatan yang menempatkan negara penerima bantuan sebagai pihak yang memimpin sendiri arah pembangunan mereka menuju kemandirian pembiayaan.
Sejauh ini, sebanyak 35 negara telah lulus dari status peminjam IDA. Beberapa di antaranya merupakan ekonomi besar dan dinamis dunia seperti China, India, Korea Selatan, dan Vietnam. Ketika negara-negara yang sebelumnya menjadi penerima pinjaman kemudian kembali sebagai negara donor, hal tersebut dianggap sebagai tonggak penting bagi IDA, pembangunan global, serta upaya pengentasan kemiskinan di dunia.
“Sri Mulyani akan memimpin bersama proses replenishment IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia,” ujar Bank Dunia dalam keterangan resmi di Washington AS, Senin (3/8).
FAQ: Pertanyaan Umum tentang IDA dan Sri Mulyani
Apa itu IDA? IDA atau International Development Association adalah badan di bawah Bank Dunia yang menyediakan pinjaman berbunga nol atau rendah serta hibah untuk negara-negara berpendapatan rendah guna memerangi kemiskinan ekstrem.
Kapan IDA didirikan? IDA didirikan pada tahun 1960 dan saat ini melayani 78 negara di seluruh dunia.
Apa peran Sri Mulyani di IDA? Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen untuk memimpin proses replenishment ke-22 IDA bersama Paschal Donohoe.
Berapa banyak negara yang telah lulus dari status peminjam IDA? Sebanyak 35 negara telah lulus dari status peminjam IDA, termasuk China, India, Korea Selatan, dan Vietnam.
Mengapa replenishment IDA penting? Replenishment IDA penting karena menentukan jumlah pendanaan yang akan tersedia untuk mendukung pembangunan di negara-negara termiskin selama periode berikutnya.
