Menkomdigi Tangani Dua Kasus Konten Kreator yang Mengganggu
Kabarberita911.com – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyoroti dua masalah terbaru yang muncul dari para konten kreator di platform digital. Pertama, Bigmo yang dikenal mempromosikan produk vape kepada anak-anak. Kedua, ebemartono yang merekam seorang wanita tanpa persetujuan di acara GIIAS 2026.
Kasus Bigmo dan Tindakan Terhadap YouTube
Meutya menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada YouTube. Surat tersebut berisi permintaan agar platform segera mengambil tindakan atas konten Bigmo atau Muhammad Jannah. Selain itu, Menkomdigi juga meminta penjelasan lebih lanjut dari pihak YouTube.
“Jadi kita akan lihat dalam tiga hari, esok atau lusa akan dipanggil, kita juga sudah keluarkan surat pemanggilan untuk mendengar jawaban dari platform YouTube,” kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Senin (3/7).
Menurut Menkomdigi, konten Bigmo tidak hanya melanggar ketentuan yang berlaku di Indonesia. Konten tersebut juga bertentangan dengan community guidelines yang ditetapkan oleh YouTube. Hal ini menunjukkan adanya ketidakonsistenan dari raksasa teknologi dalam memfilter konten negatif di platformnya.
Kasus ebemartono dan Pelanggaran UU PDP
Sementara itu, Menkomdigi menilai tindakan ebemartono atau Emanuel Bryan merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang Perlindungan Data Pribadi. Selain itu, rekaman diam-diam tersebut juga dianggap melanggar etika.
“Pada prinsipnya adalah kita perlu sekali mengingatkan bahwa ini pelanggaran terhadap undang-undang PDP, yang pertama. Dan yang kedua adalah pelanggaran terhadap etika,” tuturnya.
“Jadi tidak boleh ada orang yang merekam tanpa izin, meskipun di ranah publik,” tambahnya.
Meutya membandingkan kasus ini dengan ketidaknyamanan yang dirasakan orang-orang saat dipotret tanpa izin saat berolahraga di tempat umum. Penegakkan hukum untuk kasus ebemartono berada di bawah kewenangan kepolisian. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perekaman tanpa persetujuan.
Permintaan Maaf dari Kedua Kreator
Bigmo mendapat perhatian publik karena diduga mengajak anak-anak di bawah umur untuk mempromosikan liquid vape melalui live streaming. Di sisi lain, ebemartono mendapat sorotan setelah salah satu usher di kontennya menyampaikan keberatan. Usher tersebut merasa privasinya dilanggar karena Bryan merekam menggunakan kacamata pintar tanpa sepengetahuannya.
Kedua konten kreator telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun masing-masing. Bryan juga diketahui telah menghapus berbagai konten yang berkaitan dengan gelaran GIIAS 2026.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menkomdigi Bicara Soal Influencer Meresahkan Bigmo?
Menkomdigi Bicara Soal Influencer Meresahkan Bigmo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menkomdigi Bicara Soal Influencer Meresahkan Bigmo matter?
Menkomdigi Bicara Soal Influencer Meresahkan Bigmo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
