Berita Tren

Mimpi Mobil Terbang Volkswagen di China Kandas Setelah 5 Tahun

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Proyek Mobil Terbang Volkswagen di China Berakhir Setelah Lima Tahun Berjuang
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Proyek Mobil Terbang Volkswagen di China Berakhir Setelah Lima Tahun Berjuang

Kabarberita911.com – Volkswagen memutuskan untuk mengakhiri ambisinya mengembangkan kendaraan terbang bertenaga baterai di Tiongkok. Keputusan ini diambil setelah lima tahun berlalu sejak peluncuran proyek tersebut pada tahun 2019. Menurut investigasi Reuters yang dirilis Kamis (30/7), pesaing lokal yang bergerak lebih cepat menjadi faktor utama kegagalan VW.

Tim startup yang berbasis di Beijing ini menargetkan pembuatan drone mewah futuristik. Kendaraan tersebut dirancang untuk mengangkut empat penumpang kelas atas antara Beijing dan Tianjin. Salah satu keunggulan utamanya adalah tingkat kebisingan yang hanya setengah dari helikopter konvensional.

“Ke depan, kami melihat ini punya potensi kuat menjadi segmen pasar utama bagi Volkswagen Group,” ujar pemimpin proyek, Zhou Jin, dalam video promosi tahun 2022 yang diunggah di situs resmi perusahaan.

Perjalanan Panjang Menuju Kesuksesan

Pada akhir dekade 2010-an, berbagai produsen otomotif global mulai berbondong-bondong memasuki sektor eVTOL atau mobil terbang. Porsche Consulting, unit konsultasi milik VW, memproyeksikan industri ini akan mencapai nilai US$32 miliar atau sekitar Rp576,93 triliun pada tahun 2035 dengan asumsi kurs Rp18.029.

Toyota telah berinvestasi di startup taksi udara asal Amerika Serikat, Joby Aviation. Sementara itu, Porsche bekerja sama dengan Boeing dan Audi bermitra dengan Airbus. Sayangnya, kedua kolaborasi tersebut gagal menghasilkan produk komersial. Kondisi ini memaksa VW untuk mengalihkan fokus ke pasar Tiongkok yang saat itu masih didominasi oleh perusahaan Jerman tersebut.

Namun, Tiongkok dengan cepat menjadikan “ekonomi ketinggian rendah” sebagai prioritas strategi nasional. Sektor ini mencakup drone, taksi udara, dan jasa penerbangan di bawah ketinggian 1.000 meter. Langkah ini mendatangkan gelombang pesaing lokal yang semakin ketat.

Ganti-Ganti Mitra dan Evaluasi Kritis

VW sempat menjajaki berbagai mitra lokal. Perusahaan meninjau EHang, startup eVTOL pertama Tiongkok yang melantai di bursa saham, namun menilai adanya kesenjangan dengan standar rekayasa VW. Produsen drone Sichuan Tengden juga mundur karena keterbatasan kapasitas produksi.

Pada tahun 2021, VW memilih startup Shanghai, Pantuo Aviation, untuk mengembangkan purwarupa bernama “Pantala”. Desain ini memiliki empat sayap berputar yang menurut beberapa pengamat lebih mirip pesawat Star Wars daripada pesawat konvensional. Namun, evaluasi dari VW dan mitra konsultannya menyimpulkan bahwa desain Pantuo membawa risiko tak terkendali. Performa aerodinamika dinilai buruk dan jangkauannya jauh di bawah target yang ditetapkan.

Kerja sama dengan Pantuo kemudian disebut sebagai “kesalahan” dalam dokumen internal VW. Proyek ini berakhir dengan sengketa hukum terkait dugaan pencurian rahasia dagang yang hingga saat ini belum tuntas. VW menyatakan tidak berkomentar secara publik mengenai kasus tersebut, namun menegaskan bahwa “yakin klaim yang diajukan terhadap kami sama sekali tidak berdasar.”

Perubahan Strategi dan Penutupan Proyek

VW kemudian beralih ke Hunan Sunward Technology pada tahun 2022. Kolaborasi ini menghasilkan purwarupa “Flying Tiger” dan “Sky Garden”. Purwarupa terakhir bahkan sempat didatangi oleh Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, yang duduk di dalam mock-up-nya pada Maret 2023. Beberapa purwarupa lain juga diuji di lokasi terpencil Mongolia Dalam.

Di Oktober 2023, VW menggandeng Wanfeng Auto Holding Group untuk persiapan peluncuran ke pasar. Namun, pada Maret 2024, komite manajemen puncak VW membahas rencana membawa mobil terbang ke pasar. Tim legal, kepatuhan, dan strategi mengangkat kekhawatiran mengenai panjangnya jalan menuju profitabilitas serta ketatnya persaingan dengan pemain lokal seperti Xpeng dan Geely.

Komite tetap memberikan lampu hijau, namun keputusan akhir diserahkan kepada kepala VW China, Ralf Brandstaetter. Ia menyimpulkan bahwa VW perlu fokus kembali ke bisnis inti di tengah penjualan mobil penumpang yang melorot. Pada Juni 2024, ia membubarkan tim dan mengabarkannya ke mitra Wanfeng melalui pesan WeChat.

Dampak Terhadap Bisnis VW di Tiongkok

Kegagalan proyek mobil terbang ini terjadi di tengah pelemahan bisnis VW secara keseluruhan di Tiongkok. Pengiriman VW di negara itu memuncak pada 4,2 juta unit pada tahun 2019, lalu turun menjadi 2,7 juta unit pada tahun 2025. Penurunan ini menurunkan posisinya ke peringkat tiga di belakang BYD dan Geely.

Penurunan penjualan ini menekan laba VW, diperparah oleh biaya tarif Amerika Serikat dan tekanan pada jaringan manufaktur di Jerman. Beberapa pekan terakhir, VW mengumumkan rencana memangkas sejumlah model kendaraan dan hingga 100 ribu pekerjaan.

“Kalau Anda tidak cukup lokal, tidak lebih cepat atau setidaknya secepat orang China, Anda tidak punya peluang,” kata Emerson Xu, CEO konsultan NexAvian sekaligus mantan kepala China di produsen taksi udara Volocopter.

Pengalaman VW menunjukkan betapa selektifnya industri mobilitas Tiongkok saat ini. Perusahaan asing harus mampu bersaing dengan kecepatan dan kemampuan lokal untuk tetap relevan di pasar yang terus berkembang pesat ini.

Frequently Asked Questions

What is Mimpi Mobil Terbang Volkswagen di China?

Mimpi Mobil Terbang Volkswagen di China is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mimpi Mobil Terbang Volkswagen di China matter?

Mimpi Mobil Terbang Volkswagen di China matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment