Penemuan Mumi Alami di Chili Mengungkap Jejak Virus Cacar Kuno
Kabarberita911.com – Sebuah temuan penting telah terungkap dari dua individu yang meninggal pada masa awal kolonialisme Spanyol di komunitas Inca utara Chili. Keduanya ditemukan sebagai mumi alami yang menyimpan DNA virus cacar, memberikan bukti molekuler langsung pertama mengenai penyakit yang turut menghancurkan populasi penduduk asli benua Amerika. Hasil penelitian ini resmi diterbitkan pada hari Kamis, 30 Juli, melalui jurnal Science.
Profil Individu dan Lokasi Penemuan
Kedua orang tersebut hidup di wilayah selatan bekas Kekaisaran Inca, tepatnya di lokasi dekat pesisir Samudra Pasifik yang tidak jauh dari Teluk Camarones di Chili. Salah satunya adalah seorang perempuan berusia antara 30 hingga 35 tahun, sementara yang lainnya merupakan laki-laki berusia 18 hingga 20 tahun.
Constanza de la Fuente Castro, seorang antropolog biologi dari Universidad de Chile yang mengkhususkan diri dalam DNA kuno dan menjadi salah satu penulis studi ini, menjelaskan bahwa kedua individu ini dimumikan secara alami. Mereka dikubur dalam bungkusan, dibalut dengan selimut wol unta, dan disertai berbagai barang kubur. Ia menekankan pentingnya membedakan mumifikasi buatan dan alami. Meskipun tubuh mereka dibalut kain, mereka tidak diawetkan secara kimiawi atau fisik seperti mumi Mesir.
Jejak Genetik dan Wabah Cacar di Amerika
Para peneliti belum dapat memastikan kapan persis keduanya terinfeksi, namun mempersempit perkiraan ke rentang waktu yang berpusat di abad ke-16. Spanyol di bawah pimpinan Francisco Pizarro menumbangkan kaisar Inca pada tahun 1530-an. Genom virus dari kedua individu itu hampir identik, menunjukkan bahwa keduanya terinfeksi pada wabah yang sama atau oleh galur virus yang sama-sama beredar saat itu.
Selain menewaskan jutaan orang, cacar juga memukul psikologis penduduk asli. Penyebarannya yang cepat dan mematikan, disertai demam tinggi, luka berair berdarah, serta cacat parah, membuat banyak dari mereka merasa dewa-dewa tradisional telah meninggalkan mereka atau tak berdaya melawan kekuatan yang menyertai penjajah Spanyol.
Bruno Romero Gonzalez, mahasiswa doktoral Trinity College Dublin dan penulis utama studi, mengatakan bahwa wabah cacar pertama yang tercatat di Amerika terjadi di Pulau Hispaniola pada tahun 1518, saat itu tengah diduduki oleh Spanyol. Hispaniola kini terbagi antara Haiti dan Republik Dominika. Di Amerika, cacar dan penyakit virus lain menewaskan, menurut sejumlah estimasi, sekitar 90 persen penduduk asli, yang disebut ikut membantu Spanyol menaklukkan Kekaisaran Aztek, kota-kota Maya, dan Kekaisaran Inca yang membentang dari Ekuador hingga Chili.
Evolusi Virus dan Eradikasi Global
Shigeki Nakagome, geneticist Trinity College Dublin yang juga penulis studi, menyebut cacar sebagai salah satu penyakit menular paling mematikan dalam sejarah manusia. Penyakit ini diperkirakan menewaskan ratusan juta orang di seluruh dunia sebelum akhirnya diberantas lewat kampanye vaksinasi global pada tahun 1980.
Para peneliti menemukan bahwa patogen ini mengalami evolusi genetik dalam periode panjang hingga abad ke-16, namun laju itu melambat selama epidemi cacar besar yang menyertai kolonisasi Spanyol. Laju evolusi baru kembali cepat setelah vaksin pertama diperkenalkan pada tahun 1796. Kasus cacar alami terakhir tercatat di Somalia pada tahun 1977. Tiga tahun kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan cacar sebagai penyakit menular manusia pertama — dan satu-satunya hingga kini — yang berhasil diberantas di seluruh dunia.
“Praktik penguburan dalam bungkusan seperti ini sudah ada sebelum era Inca dan lazim ditemukan pada periode-periode sebelumnya,” kata de la Fuente Castro.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dua Mumi Alami di Chili Simpan?
Dua Mumi Alami di Chili Simpan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dua Mumi Alami di Chili Simpan matter?
Dua Mumi Alami di Chili Simpan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
