Berita Moto Gp

Ramadhipa Beberkan Perbedaan Cara Balap di Eropa dan Asia

Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com

Ramadhipa Ungkapkan Beda Gaya Balap Eropa dan Asia

Kabarberita911.com – Muhammad Kiandra Ramadhipa, pembalap Honda Asia Dream Racing, kini tengah menjalani tahun keduanya di kancah balap Eropa. Ia tercatat mengikuti dua ajang bergengsi sekaligus, yaitu Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 serta Moto3 Junior World Championship 2026. Posisi saat ini menunjukkan performa yang solid bagi sang pembalap asal Indonesia.

Perjalanan Karier ke Eropa

Sebelum memutuskan merambah benua biru, Rama—sebutan akrab Kiandra—telah menimba pengalaman di ajang Asia Road Racing Championship dan Asia Talent Cup. Tahun 2025 menjadi tonggak penting ketika ia kembali bersaing di Red Bull Rookies Cup bersama Veda Ega, sekaligus turut serta dalam European Talent Cup. Kumpulan pengalaman tersebut memberikan wawasan mendalam mengenai perbedaan mendasar dalam pendekatan balap antara kedua benua.

Analisis Perbedaan Gaya Balap

Rama menjelaskan bahwa kunci untuk bertarung di posisi terdepan adalah memiliki pace yang memadai dan fokus tinggi. Menurutnya, dinamika balap di Asia memungkinkan berbagai skenario terjadi, sehingga strategi harus lebih fleksibel.

“Perbedaan terbesarnya mungkin, kalau kita mau tarung di depan kita harus punya pace yang cukup, harus lebih fokus, karena tentunya, semua balapan maupun di Asia semua bisa terjadi,” ujar Rama di Jakarta.

Di sisi lain, pembalap Eropa cenderung lebih agresif jika merasa kuat dari sesi free practice. Mereka akan langsung mendorong diri dalam race untuk mengikuti pace yang telah ditentukan. Bagi Rama, kemampuan menyesuaikan diri dengan race pace menjadi hal krusial di benua Eropa.

“Kalau di Eropa menurut saya, mereka yang di depan yang levelnya satu step di atas kalau misalnya dari free practice mereka rasa mereka kuat, mereka pasti push di race itu dan untuk mengikuti pace itu mungkin yang harus dicari, race pace itu sangat penting di sana,” ucap Rama menambahkan.

Tantangan dan Pencapaian Saat Ini

Fasilitas yang lebih lengkap di Eropa turut berkontribusi dalam meningkatkan level kompetisi. Persaingan pun menjadi lebih ketat dibandingkan dengan ajang di Asia. Namun, menurut Rama, musuh terbesar justru ada pada dirinya sendiri. Mengontrol emosi dan ego menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

“Tantangan terbesarnya, diri sendiri. Karena kan mengontrol emosi itu sangat penting, mengontrol ego dan juga tentunya saya ingin lebih baik dari tahun kemarin,” ujar Rama.

Dalam klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Rama berada di posisi ketiga dengan total 101 poin. Ajang tersebut masih menyisakan empat balapan dari dua race. Sementara itu, di Moto3 Junior 2026, ia menempati peringkat kelima dengan perolehan 64 poin. Kompetisi ini masih memiliki enam balapan dari tiga seri yang akan berlangsung.

Leave a Comment