Berita Peristiwa

Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor Papua

Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com

Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor: Langkah Nyata untuk Pendidikan Anak Terlantar

Kabarberita911.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian resmi melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Sabtu (1/8/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menandai komitmen kuat Kementerian Dalam Negeri dalam mendukung implementasi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap dapat memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Menurut Tito, kebijakan pembangunan Sekolah Rakyat ini lahir dari keprihatinan mendalam Presiden Prabowo terhadap nasib anak-anak terlantar di Indonesia. "Salah satunya, dengan cara diberikan sekolah untuk mereka supaya mereka tidak lagi menjadi pengemis seperti bapaknya, supaya mereka tidak lagi jadi pemulung seperti bapaknya. Mereka harus naik kelas, dan itu tanggung jawab negara," jelas Tito di hadapan para pejabat daerah dan masyarakat setempat.

Program Sekolah Rakyat dan Koordinasi Antar-Kementerian

Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab utama Kementerian Sosial (Kemensos). Program strategis ini menyasar anak-anak terlantar dari kelompok masyarakat prasejahtera, khususnya yang berada pada desil 1 dan 2. Konsep asrama menjadi ciri khas pembangunan sekolah ini, di mana seluruh biaya pendidikan dan kehidupan siswa ditanggung sepenuhnya oleh negara. Selain menyediakan fasilitas penunjang modern, pembinaan juga melibatkan tenaga pendidik terbaik dari berbagai daerah.

Kemendagri mendapat tugas penting untuk mengoordinasikan pemerintah daerah agar mendukung pelaksanaan program ini, salah satunya melalui penyediaan lahan yang memadai. Tito mengakui bahwa tidak semua daerah langsung merespons program tersebut dengan antusias. Namun, beberapa wilayah menunjukkan kesiapan yang luar biasa sejak awal.

Di Provinsi Papua, kata dia, hanya beberapa daerah yang sejak awal menunjukkan kesiapan. "Dan salah satunya adalah yang proaktif adalah Bupati Biak… Kalau beliau tidak nyiapkan ini, tidak akan jadi ini barang," ungkap Tito dengan penuh apresiasi. Ia juga menambahkan bahwa di Papua sendiri cuma tiga daerah yang menyambut baik program ini, yaitu Jayapura, Sarmi, dan Biak.

"Saya juga merasa bangga karena bisa melakukan groundbreaking di sini… Saya terima kasih dan merasa terhormat," kata Tito dalam sambutannya.

Tito menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Januari 2026 lalu. Setelah peresmian tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat terus dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di berbagai daerah dengan menggunakan prototipe bangunan yang sama. Hal ini menunjukkan konsistensi pemerintah dalam mengembangkan program pendidikan untuk anak-anak terlantar.

Dalam kesempatan itu, Tito juga mengajak para kepala daerah se-Tanah Papua untuk mendukung program Sekolah Rakyat secara maksimal. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memiliki masa depan lebih baik. Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan generasi muda Papua dapat meraih cita-cita mereka melalui pendidikan yang berkualitas dan terjangkau.

Leave a Comment