Perselisihan Biaya Renovasi: Beda Klaim Ruben Onsu dan Sarwendah di Pengadilan
Kabarberita911.com – Beda Klaim Ruben Onsu dan Sarwendah menjadi sorotan publik setelah keduanya saling menyanggah pernyataan terkait besaran dana yang digunakan untuk renovasi rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Perselisihan ini muncul di tengah proses mediasi gugatan hak asuh anak yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Rumah tersebut sebelumnya menjadi tempat tinggal Sarwendah bersama anak-anaknya sebelum akhirnya pindah.
Klaim Ruben: Pinjaman Bank untuk Renovasi Rumah
Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, menjelaskan bahwa kliennya terpaksa mengajukan pinjaman ke bank dengan nilai lebih dari Rp10 miliar. Langkah ini diambil untuk memenuhi permintaan Sarwendah agar rumah tersebut direnovasi secara menyeluruh. Ruben awalnya tidak setuju dengan rencana renovasi, namun akhirnya menjaminkan sertifikat rumah ke bank untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan.
“Ruben mendapatkan pinjaman senilai Rp10,1 miliar untuk biaya kontraktor dan renovasi. Meskipun kontraktornya adalah keluarga Sarwendah, yang membayar tetap Ruben,” kata Minola Sebayang.
Menurut Minola, Ruben secara rutin melakukan transfer uang ke rekening ayah Sarwendah. Sebanyak 46 kali transfer dilakukan dengan nilai masing-masing Rp250 juta. Total pengeluaran Ruben untuk jasa kontraktor saja mencapai angka Rp11,1 miliar. Meskipun telah pindah dari rumah tersebut pada tahun 2024, Ruben masih terus membayar cicilan utang kepada bank setiap bulannya.
“Posisi kreditnya saat ini memang sedang tidak lancar. Ruben selama ini membayar cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan. Namun, kami maupun Ruben, belum pernah mendapatkan informasi resmi dari bank bahwa aset tersebut akan dilelang,” jelas Minola.
Sanggahan Sarwendah: Dana Bukan Hanya untuk Jasa Kontraktor
Di sisi lain, Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menolak klaim bahwa Rp11,1 miliar tersebut hanya untuk jasa kontraktor. Chris menegaskan bahwa jumlah tersebut mencakup seluruh biaya pembangunan, termasuk material bangunan dan berbagai komponen lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Beda Klaim Ruben Onsu dan Sarwendah bukan sekadar soal nominal, tetapi juga soal pemaknaan dana.
“Sekarang yang lucu, kenapa sih yang sudah disepakati soal pembangunan rumah, yang disepakati bahwa biaya pembangunan rumah besarnya sekian, sekarang dibuka-buka kembali sama pihak mereka melalui kuasa hukumnya?” tanya Chris di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7).
Chris juga menyoroti bahwa pihak Ruben memelintir fakta. Menurutnya, Rp11 miliar bukan sekadar jasa, melainkan mencakup material dan berbagai komponen lainnya. Ia menambahkan bahwa semua hal tersebut telah diselesaikan melalui Akta 39 yang ditandatangani di hadapan notaris. Dokumen ini menjadi bukti kuat bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan resmi.
“Bahwa pembayarannya sekian ke almarhum [Ayah Sarwendah] sekian, bahkan dipelintir lagi bahwa Rp11 miliar itu jasa kontraktor. Padahal Rp11 miliar itu sebenarnya bukan cuma jasa, tapi material dan segala macam. Tapi dipelintir lagi,” lanjut Chris.
Chris menilai langkah Ruben merupakan upaya framing untuk menjatuhkan nama baik Sarwendah. Ia menegaskan bahwa tidak perlu lagi membahas hal ini karena sudah ada kesepakatan resmi yang mengikat kedua belah pihak.
Respons Terhadap Pernyataan Sarwendah di Podcast
Menanggapi tuduhan bahwa pihaknya sengaja menyebut nama mendiang ayah Sarwendah, Hendrik Lo, yang wafat pada 19 Juli 2025, Minola kembali memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa pihaknya hanya merespons pernyataan Sarwendah yang disampaikan lebih dulu dalam siniar Richard Lee pada Oktober 2024. Pernyataan ini menjadi salah satu pemicu munculnya Beda Klaim Ruben Onsu dan Sarwendah yang semakin memanas.
Kala itu, Sarwendah sempat menyinggung status kepemilikan rumah mewah tersebut setelah berpisah dengan Ruben Onsu. Dalam podcast tersebut, Sarwendah menjawab pertanyaan netizen mengenai rumah tersebut dan siapa yang bertanggung jawab atas biaya renovasi.
“Menurut aku [soal rumah], enggak ada salahnya, memang ada biaya yang dibayarkan ayahnya, kan ayahnya. Tapi kalau misalnya isi rumah, dari awal isi rumah, itu aku,” kata Sarwendah kala itu.
Minola menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin meluruskan informasi yang dianggap tidak sesuai dengan fakta, meskipun hal tersebut terasa menyakitkan bagi Sarwendah. Perselisihan ini diharapkan dapat segera diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.

