Indonesia Raih Posisi Teratas Sebagai Pasar Re-Ekspor LNG Global
Kabarberita911.com – Berdasarkan laporan terbaru dari International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026, Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan volume pemuatan re-ekspor liquefied natural gas (LNG) terbesar di dunia. Pencapaian ini tidak lepas dari peran vital PT Perta Arun Gas (PAG) yang mengelola Terminal Arun di provinsi Aceh.
Menurut data IGU, total volume re-ekspor LNG Indonesia mencapai 0,85 juta ton, yang berarti menguasai 17,3 persen dari pangsa pasar global. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi terdepan, melampaui berbagai negara lain dalam kategori yang sama. Terminal Arun diyakini sebagai kontributor utama di balik keberhasilan tersebut.
Terminal Arun Sebagai Pusat Logistik Berikat LNG Pertama di Indonesia
Yan Syukharial, President Director Perta Arun Gas, menjelaskan bahwa status Terminal Arun sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia menjadi fondasi penting. Fasilitas ini juga telah berkembang menjadi pusat LNG Hub baru di kawasan Asia.
“Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ujar Yan Syukharial dalam keterangan resmi pada Jumat (24/7).
Menurut Yan, bisnis LNG Hub kini menjadi salah satu pilar utama dalam operasional perusahaan. Keberadaan fasilitas ini sebagai satu-satunya PLB LNG di Indonesia memberikan keunggulan strategis dalam mendukung aktivitas re-ekspor LNG di kawasan Asia. Selain itu, Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG paling aktif di dunia oleh IHS Markit pada Agustus 2022.
Kinerja Operasional dan Keuangan 2025
Yan menilai pencapaian ini didukung oleh pengalaman panjang perusahaan dalam mengoperasikan fasilitas LNG dengan mengedepankan aspek health, safety, security, and environment (HSSE). Sepanjang tahun 2025, PAG mencatat total 49 kegiatan operasional yang terdiri dari 27 kegiatan unloading, 11 kegiatan reloading, dan 11 kegiatan Gassing Up and Cooling Down (GUCD).
Realisasi unloading mencapai 1.499.085,17 meter kubik atau setara dengan 34.806.990 MMBTU. Volume reloading tercatat sebesar 1.162.429,49 meter kubik dengan energi 27.016.005 MMBTU. Sementara itu, kegiatan GUCD mencapai 176.847,75 meter kubik atau setara 4.107.643 MMBTU.
Dari sisi keuangan, PAG berhasil membukukan pendapatan sebesar US$105 juta sepanjang 2025 dengan laba bersih mencapai US$25,1 juta. Yan menyatakan bahwa angka ini membuktikan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhan positif di tengah berbagai tantangan yang ada.
Keunggulan Lokasi dan Komitmen Masa Depan
Lokasi Terminal Arun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh menjadi nilai tambah karena kedekatannya dengan pasar LNG di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Yan menambahkan bahwa perusahaan terus berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan.
“PAG terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global,” ujar Yan.
Ke depan, perseroan akan terus meningkatkan keandalan operasional kilang sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sembari mendorong inovasi berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

