Proses DVI Identifikasi Satu Korban KM Nurul Salsa Melaju di Selayar
Kabarberita911.com – Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menjadi sorotan publik setelah tenggelamnya KM Nurul Salsa yang mengangkut puluhan penumpang. Dalam perkembangan terbaru, tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Polda Sulawesi Selatan berhasil menyelesaikan proses DVI Identifikasi Satu Korban KM Nurul Salsa tambahan. Korban yang berhasil dikenali adalah seorang pria berusia 41 tahun bernama Hasbi, warga Desa Baji Minasa, Kecamatan Pasimasunggu.
Kombes M. Haris, Kepala Bidang Dokkes Polda Sulsel, mengonfirmasi temuan ini pada Jumat, 24 Juli 2026. Jenazah yang teridentifikasi berasal dari kantong jenazah dengan nomor PM 62 B 03 Selayar. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan komprehensif, tim DVI menemukan kecocokan data antara jenazah dengan rekaman ante mortem bernomor 015. Proses ini menjadi bagian penting dari upaya DVI Identifikasi Satu Korban KM Nurul Salsa yang sedang berlangsung intensif.
Metode Ilmiah dalam Proses Identifikasi
Tim DVI menerapkan berbagai pendekatan ilmiah untuk memastikan akurasi identifikasi. Kombes M. Haris menjelaskan bahwa pencocokan sidik jari menjadi metode utama yang digunakan. Selain itu, data medis korban juga menjadi acuan penting dalam proses pengenalan jenazah.
“Melalui sidik jari, data medis, dan properti. Jadi maksud properti ini adalah barang-barang kepemilikan korban yang biasa digunakan,” ujarnya kepada media.
Barang-barang milik korban yang masih melekat pada jenazah turut menjadi penanda penting. Kombinasi ketiga metode tersebut memastikan akurasi identifikasi yang tinggi. Dengan demikian, proses DVI Identifikasi Satu Korban KM Nurul Salsa berjalan dengan sistematis dan terukur.
Capaian Identifikasi dan Penyelidikan Berlanjut
Dengan penambahan korban terbaru ini, total jenazah yang telah berhasil diidentifikasi mencapai tiga orang. Kombes M. Haris menegaskan bahwa tim DVI gabungan telah menyelesaikan identifikasi untuk tiga korban tenggelam KM Nurul Salsa hingga saat ini. Proses ini tidak hanya melibatkan identifikasi fisik, tetapi juga verifikasi data keluarga korban.
Sementara itu, proses penyelidikan mengenai penyebab tenggelamnya KM Nurul Salsa masih terus berlangsung. Kombes Pol Didik Supranoto, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, menyatakan bahwa penyidik telah memeriksa 25 saksi hingga kini. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan upaya pengumpulan keterangan dari para saksi yang tersedia.
“Target secepatnya (penyelidikan) kita upayakan, sekarang saksi ada 25 orang,” kata Didik Supranoto.
KM Nurul Salsa yang tenggelam membawa 76 orang penumpang menjadi perhatian serius aparat berwenang. Proses DVI Identifikasi Satu Korban KM Nurul Salsa diharapkan dapat segera diselesaikan sepenuhnya. Tim penyidik terus berupaya menyelesaikan proses penyelidikan secepat mungkin dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang tersedia. Upaya ini bertujuan untuk menemukan penyebab pasti kejadian tragis tersebut.
Publik menunggu hasil akhir dari proses identifikasi dan penyelidikan. Proses DVI Identifikasi Satu Korban KM Nurul Salsa menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban. Dengan metode yang telah diterapkan, diharapkan proses ini dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.

