Berita Bisnis

Visit Agenda: Danantara Targetkan Denera Raksasa Pengelolaan Sampah IPO di 2028

Danantara Targetkan IPO Denera Raksasa Pengelolaan Sampah pada 2028

Visit Agenda – PT Daya Energa Bersih Nusantara (Denera), anak usaha baru PT Danantara Investment Management (DIM), berencana meluncurkan IPO di bursa pada tahun 2028. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) DIM, mengungkapkan bahwa langkah ini akan diambil setelah proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (WtE) mulai menunjukkan hasil yang stabil.

“Kita bisa masuk ke pasar modal setelah proyek WtE mulai menghasilkan arus kas yang konsisten, yang diharapkan terjadi pada 2028,”

kata Pandu dalam forum Investor Relations di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Struktur Perusahaan dan Visi Strategis

Denera bertindak sebagai holding company yang mengelola seluruh entitas terlibat dalam proyek WtE. Perusahaan ini menyatukan aktivitas investasi, pengembangan, dan operasional pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai daerah di Indonesia. Dengan model ini, Denera berupaya menciptakan ekosistem integrasi yang mendukung pertumbuhan sektor energi terbarukan.

“Visit Agenda akan menjadi batu loncatan penting bagi Denera dalam merealisasikan potensi IPO. Kami ingin memastikan transparansi dan strategi jangka panjang tercapai sebelum masuk ke pasar modal,”

jelas Pandu.

Menurut Pandu, Denera tidak hanya fokus pada operasional proyek, tetapi juga pada penguasaan pasar. “Kami sedang membangun jaringan konsorsium mitra yang akan menjadi bagian dari perusahaan ini. Dengan dukungan tersebut, kami optimis bisa menjadi salah satu perusahaan waste to energy terbesar di dunia,” ujarnya. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat keberlanjutan bisnis dan menarik lebih banyak investor, terutama dalam konteks Visit Agenda sebagai strategi pengembangan.

Proyek yang Berjalan dan Dana yang Diinvestasikan

Saat ini, Denera sedang mengoperasikan 33 proyek PSEL dengan total investasi mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp87 triliun (kurs Rp17.409 per dolar AS). Proyek-proyek ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

“Visit Agenda membantu kami mengatur jalur investasi yang lebih efisien. Dengan ini, kami bisa mempercepat proses pemasaran dan membangun fondasi yang kuat sebelum IPO,”

tambah Pandu.

Dalam jangka pendek, Denera akan menandatangani kontrak Power Purchase Agreement (PPA) baru pada awal Juni untuk proyek WtE. Perusahaan ini berencana bermitra dengan mitra asing dan lokal untuk memperluas cakupan operasional. Pandu juga menekankan bahwa keberhasilan PPA ini menjadi salah satu indikator kesiapan Denera untuk masuk ke pasar modal. “Visit Agenda akan memastikan bahwa semua aspek bisnis, termasuk keuangan dan manajemen, selaras dengan standar bursa,” papar Pandu.

Strategi Penguasaan Pasar dan Tantangan

Dalam tahap kedua, Denera berencana meningkatkan kepemilikan saham hingga minimal 51 persen. Ini menjadi strategi untuk mengamankan posisi dominan dalam pengelolaan sampah menjadi energi.

“Kita juga akan memperbesar stake di pasar, sehingga Visit Agenda bisa menjadi jembatan antara inisiatif lokal dan global,”

ujar Pandu. Selain itu, panduan dari Visit Agenda diharapkan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait dalam mendorong kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Tantangan utama yang dihadapi Denera adalah memastikan konsistensi pendapatan dari proyek WtE. “Kami perlu mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko biaya produksi. Visit Agenda akan memainkan peran kritis dalam memetakan jalur yang benar untuk IPO,” jelas Pandu. Dengan skala investasi yang signifikan dan keberhasilan operasional, Denera dianggap memiliki peluang besar untuk menarik minat investor di sektor energi hijau.

Proyek Masa Depan dan Penargetan Pasar

Denera juga sedang merancang ekspansi ke daerah-daerah baru di Indonesia. Proyek-proyek yang akan dirilis dalam beberapa tahun mendatang akan diintegrasikan ke dalam struktur perusahaan. “Visit Agenda akan menjadi dasar untuk mempercepat proses pencapaian target tersebut. Kami fokus pada keberlanjutan dan skalabilitas proyek,” tambah Pandu. Rencana ini sejalan dengan strategi nasional Indonesia untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Kelancaran IPO pada 2028 diharapkan tidak hanya meningkatkan akses dana tetapi juga memperkuat reputasi Denera sebagai perusahaan inovatif. “Visit Agenda merupakan salah satu kunci sukses kami, karena memberikan arah yang jelas dan konsisten. Kami akan memanfaatkan momen ini untuk membangun sinergi dengan pasar global,” ujar Pandu. Dengan kinerja yang stabil dan proyek yang terus berkembang, Denera menargetkan menjadi raksasa dalam pengelolaan sampah sebagai sumber energi listrik.

Leave a Comment