PSM dan Persijap Dipastikan Selamat dari Degradasi – Status Persis Awas
PSM dan Persijap Dipastikan Selamat – Dalam babak ke-32 Liga Super 2025/2026, dua tim besar, yaitu PSM Makassar dan Persijap Jepara, resmi diumumkan lolos dari ancaman penurunan kasta. Berita ini memberikan harapan baru bagi kedua klub yang berjuang keras di zona degradasi. PSM dan Persijap Dipastikan Selamat dari Degradasi, sebab hasil pertandingan pekan ke-32 membawa mereka ke posisi yang aman, menjaga jarak dari tiga tim yang sedang berlomba untuk menghindari penurunan kasta. Sementara itu, Persis Solo tetap menjadi sorotan karena masih terancam degradasi setelah menunjukkan performa yang kurang stabil.
Persiapan dan Prestasi PSM Makassar
PSM Makassar, salah satu tim kuat dalam Liga Super, telah menunjukkan kemampuan mereka untuk bertahan di level kompetisi tinggi. Dari 32 pertandingan yang telah berlangsung, mereka berhasil mengumpulkan 34 poin, yang cukup untuk menjaga posisi mereka di klasemen. Meski sempat mengalami kekalahan pada hari Sabtu, 9 Mei, saat melawan Arema FC dengan skor 0-3, tim Makassar berhasil bangkit melalui hasil imbang antara Persis Solo dan Persebaya Surabaya, yang memberikan angin segar bagi mereka. Kemenangan atas tim lawan yang tidak dianggap sebagai ancaman besar membantu PSM dalam memperkuat posisi mereka, menjauh dari ambang degradasi.
Kekuatan Persijap Jepara di Tengah Kompetisi
Persijap Jepara juga turut berkontribusi dalam penyelamatan dari penurunan kasta. Di hari Minggu, 10 Mei, mereka menang telak 3-0 melawan Persita Tangerang di kandang lawan, Stadion Indomilk Arena. Hasil ini sangat berarti karena tim Jepara sempat dihantam oleh tekanan berat dari rival-rival mereka. Meski awal musim terasa berat, konsistensi di beberapa pertandingan terakhir menunjukkan bahwa mereka mampu membangun momentum yang positif. Dengan 34 poin, Persijap kini berada di posisi yang relatif aman, meski masih perlu mempertahankannya hingga akhir musim.
Sebagai pengingat, pertandingan head to head menjadi faktor penting dalam menentukan peringkat. Persis Solo, meski memiliki 28 poin, terjatuh karena keterlambatan dalam head to head terhadap PSM dan Persijap. Dalam laga tandang di Parepare, tim Solo mencatat hasil imbang 1-1, tetapi kalah 3-4 saat berada di Stadion Manahan. Sementara itu, hasil imbang 0-0 melawan Persijap di laga tandang berubah menjadi kekalahan 1-2 saat tim Jepara menjamu Persis di kandang mereka. Kondisi ini membuat Persis Solo sulit untuk menyalip kedua tim tersebut.
Kekhawatiran Persis Solo di Tengah Pertarungan
Keberadaan Persis Solo semakin menegangkan setelah mereka gagal menambah poin dalam laga terakhir. Dengan hanya 28 poin dari 32 pertandingan, tim Solo harus bersaing dengan Madura United dan tim-tim lain di posisi bawah. Meski Madura United tercatat di posisi ke-15 dengan 32 poin, mereka juga menghadapi tantangan besar karena dua laga tersisa yang bisa memengaruhi nasib mereka. Persis Solo, yang sebelumnya berada di peringkat ke-16, harus berjuang keras untuk menghindari penurunan kasta, sebab PSM dan Persijap Dipastikan Selamat dari Degradasi memberikan tekanan berlebihan terhadap mereka.
Kemenangan Persijap Jepara atas Persita Tangerang menjadi poin penting dalam mengubah skenario degradasi. Dengan melangkah di kandang lawan, tim Jepara membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lapangan. Selain itu, PSM Makassar menunjukkan ketangguhan mereka dengan mendapatkan poin dari laga yang sebelumnya dianggap sebagai kemenangan untuk lawan mereka. Pertandingan antar-persaingan di akhir musim menjadi momen kritis bagi semua tim yang berada di garis degradasi.
Kompetisi ini sangat ketat, terutama di zona bawah. PSM dan Persijap Dipastikan Selamat dari Degradasi, tetapi mereka tetap harus waspada hingga akhir. Tim seperti Persis Solo dan Madura United harus memaksimalkan peluang di dua laga tersisa untuk menentukan nasib mereka sendiri.