Berita Bisnis

Germn Larrea – Juragan Tambang Misterius Meksiko Berharta Rp1.103 T

Germán Larrea, Pemilik Tambang Terkaya Meksiko dengan Keuntungan Rp1.103 Triliun

Biodata dan Latar Belakang

Germn Larrea – Germán Larrea Mota Velasco, lahir di Kota Meksiko pada 26 Oktober 1953, merupakan putra dari Jorge Larrea Ortega, tokoh utama di Grupo México. Sebagai pendiri perusahaan tambang besar, Jorge dikenal sebagai “Raja Tembaga” di negara tersebut. Namun, informasi mengenai masa kecil Germán terbatas. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi di Universidad Anahuac, Mexico City, mengambil jurusan Teknik dan Administrasi Bisnis.

Sebelum memasuki dunia pertambangan, Germán memilih membuka perusahaan percetakan dan penerbitan, Grupo Impresa, pada 1978. Tahun 1981, ia resmi bergabung dengan bisnis keluarga dan mulai menjabat posisi strategis. Meski demikian, ia tetap memegang peran sebagai Chairman dan CEO di Grupo Impresa. Pada 1989, ia menjual perusahaan tersebut dan fokus sepenuhnya pada Grupo México. Tahun 1994, ia dilantik sebagai Presiden dan CEO Grupo México, menggantikan ayahnya. Lima tahun kemudian, setelah Jorge meninggal, Larrea menerima 60 persen saham perusahaan sebagai bagian dari warisan.

Ekspansi dan Dampak Bisnis

Dilansir Bloomberg, bawah naungan Germán, Grupo México terus berkembang. Perusahaan ini tidak hanya mengelola tambang tembaga Southern Copper Corp di Peru dan Meksiko, tetapi juga menjelajah sektor infrastruktur serta transportasi. Satu dari bisnisnya yang paling signifikan adalah GMexico Transportes SAB, yang mengoperasikan jalur rel kereta api mencakup 11.000 kilometer, melintasi Meksiko hingga Florida, Amerika Serikat.

Berdasarkan data Forbes, Minggu (10/5), kekayaan Germán mencapai US$63,5 miliar atau sekitar Rp1.103,46 triliun (asumsi kurs Rp17.377 per dolar AS). Ia berada di peringkat ke-33 orang terkaya global.

Seiring berkembangnya bisnis, Grupo México tak terhindar dari kontroversi. Pada 2014, perusahaan sempat menjadi sorotan setelah kebocoran tambang tembaga di Sonora, Meksiko, mengakibatkan pencemaran dua sungai. Pemerintah setempat menuntut kompensasi sebesar US$150 juta dari perusahaan. Namun, keuntungan finansial masih mengalami peningkatan. Pada 2025, pendapatan Grupo México mencapai US$18,8 miliar atau Rp326,69 triliun, naik 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba perusahaan mencapai US$5,04 miliar (Rp87,58 triliun) dalam periode yang sama.

Kehidupan Pribadi dan Interes Lain

Saat ini, Germán tinggal di Mexico City bersama anak dan putrinya. Selain bisnis, ia memiliki kepentingan di bidang pembiakan kuda pacuan melalui St. George Stable. Meski terbilang misterius, ia jarang tampil di media atau acara publik. Pada 2025, Larrea sempat berminat membeli Banamex dari Citibank dengan penawaran US$7 miliar, namun tawaran itu ditolak.

Leave a Comment