Berita Makro

Latest Program: Prabowo Blak-blakan Banyak Pihak Tolak B50: Mereka Maunya Impor

Prabowo Blak-blakan Banyak Pihak Tolak B50: Mereka Maunya Impor

Latest Program – Presiden Prabowo Subianto menyebut kebijakan wajib penggunaan biodiesel B50 menghadapi penolakan luas sebelum dijalankan secara resmi oleh pemerintah. Ia menyoroti keengganan sebagian pihak terhadap kebijakan yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor solar. “Pada awal penerapan B50, berbagai pihak mengungkit berbagai kekhawatiran, seperti risiko kerusakan mesin atau penolakan dari produsen. Mereka menilai kebijakan ini akan mengganggu kepentingan impor, yang berdampak pada penerimaan komisi,” jelas Prabowo dalam peresmian lima bendungan Indonesia di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7).

“Dulu waktu kita mulai (penjajakan B50), waduh banyak yang menentang. (Mereka bilang), ‘tidak bisa, nanti mesin rusak, nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin, nanti ini, nanti itu’. Pokoknya mereka enggak mau kita B50 karena dia mau supaya impor. Dia mau impor, impor, di situ dia ambil komisi,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kebijakan B50 menjadi pencapaian penting karena Indonesia pertama kali berhasil memproduksi dan menerapkan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati. Ia menekankan bahwa implementasi ini diperkirakan bisa menghemat devisa hingga Rp170 triliun. “Bayangkan saja penghematan mencapai Rp170 triliun. Jika komisi 20 persen, jumlahnya bisa mencapai Rp34 triliun. Dana tersebut sebagian besar dikuras oleh sejumlah kecil orang,” tambahnya.

Langkah Pemerintah Mengurangi Kebocoran Anggaran

Prabowo juga menyoroti upaya pemerintah mengurangi kebocoran anggaran melalui efisiensi dan pemberantasan korupsi. Ia menegaskan bahwa kemakmuran rakyat sulit tercapai jika praktik korupsi dan pengelolaan dana yang tidak transparan masih berlangsung. “Yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi. Melakukan penghematan, melakukan efisiensi. Indonesia tidak mungkin makmur kalau korupsi masih merajalela,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo meminta aparatur pemerintah di seluruh kementerian dan lembaga terus melakukan perbaikan. Ia menekankan pentingnya menjawab tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih. “BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun sedikit demi sedikit mulai kita benahi,” ujarnya.

Kelanjutan Program Biodiesel

B50 adalah campuran bahan bakar biodiesel yang mengandung 50 persen FAME berasal dari minyak kelapa sawit serta 50 persen solar. Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan biodiesel pemerintah setelah sebelumnya menerapkan B20, B30, dan B40. Pelaksanaan mandatori B50 mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026.

Sebelum diluncurkan, B50 telah melalui serangkaian uji coba pada berbagai mesin diesel, mulai dari kendaraan, alat berat, pembangkit listrik, kereta api, hingga sektor pelayaran. Pemerintah menyatakan hasil sementara menunjukkan bahwa B50 aman digunakan dan memenuhi standar kinerja serta kompatibilitas di berbagai aplikasi mesin diesel.

Leave a Comment