Satgas Cartenz Tangkap DPO Sindikat Jual Beli Senpi Ilegal di Yahukimo
Satgas Cartenz Tangkap DPO Sindikat Jual – Dalam rangka memperkuat upaya pemberantasan perdagangan senjata api ilegal, Satgas Cartenz berhasil menangkap DPO (Dari Pihak yang Terduga) dari sindikat jual beli senpi ilegal di Yahukimo, Papua. Operasi ini sebagai bagian dari rangkaian penindasan terhadap kegiatan yang melibatkan penggunaan senjata api ilegal di wilayah paling utara Indonesia. Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengidentifikasi keberadaan AG, seorang perantara yang terlibat dalam jaringan perdagangan senjata api. AG ditangkap di kawasan Koya, menuju perbatasan Skouw, pada pukul 10.40 WIT, tanpa perlawanan. Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan yang telah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir.
Proses Penyidikan dan Pemantauan
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa AG terkait dengan kasus sebelumnya yang menangkap SP dan jaringannya. SP diduga memiliki hubungan dengan KKB Kodap Yaligem, Yalimo, yang aktif di wilayah Yahukimo. Penangkapan AG menjadi hasil dari pengembangan investigasi yang berkelanjutan, dengan fokus pada peran perantara dalam transaksi senjata api ilegal. “Penangkapan AG membuktikan bahwa jaringan ini terus berkembang dan memerlukan upaya intensif untuk mengungkap seluruh aktor terlibat,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulis, Kamis (9/8).
Proses penyidikan dimulai setelah petugas mengamati aktivitas AG yang kerap bergerak di sekitar daerah pesisir Yahukimo. AG berperan sebagai penghubung antara pembeli senjata api ilegal dan pemasok dari luar negeri. Penyidik menemukan bukti bahwa AG pernah bertemu dengan SP, MM, dan SM pada 4 Maret 2026 untuk membeli satu pucuk senjata api rakitan laras panjang. Transaksi ini dilakukan dengan nilai Rp80 juta dan dilakukan secara rahasia untuk menghindari pengawasan masyarakat.
Terobosan dalam Penyelidikan
Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz, Kombes I Gusti Gde Era Adhinata, menambahkan bahwa penangkapan AG merupakan langkah penting dalam mengungkap jaringan penyuplai senjata api ilegal yang menyebabkan kekacauan di wilayah Papua. “Kami terus mengembangkan penyidikan untuk menyelidiki semua pihak terlibat, termasuk jalur distribusi, sumber dana, dan pemasok senjata api serta amunisi ilegal. Setiap individu yang terbukti terlibat akan dikenai tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” jelas Era Adhinata.
Dalam operasi ini, penyidik juga mengamankan sejumlah orang lain, yaitu FCRG, JT, IK, dan MK, untuk diperiksa lebih lanjut. Mereka dikenai status sebagai tersangka dalam penyelidikan yang sedang berlangsung. Selain itu, beberapa barang bukti seperti senjata api rakitan dan dokumen transaksi telah berhasil disita. Penyelidikan terus berlangsung untuk mengetahui apakah ada keterlibatan lebih luas dari sindikat ini dengan kelompok teroris atau pemberontak di wilayah Yahukimo.
Langkah Strategis Satgas Cartenz
Operasi Damai Cartenz telah memperlihatkan kemampuan penyidik dalam mengungkap aktivitas jual beli senjata ilegal yang berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keamanan wilayah. Dengan penangkapan AG dan anggota jaringannya, Satgas berhasil menghentikan jalur distribusi senjata api ilegal yang beroperasi di Yahukimo. Wilayah ini dikenal sebagai pusat perdagangan senjata api karena lokasinya yang strategis di sepanjang perbatasan antarnegara.
Selain itu, Satgas Cartenz juga melakukan pemantauan intensif terhadap kegiatan transaksi senjata api ilegal di sekitar wilayah Koya dan Skouw. Aktivitas ini sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi, baik melalui jalur darat maupun jalur laut, karena daerah tersebut merupakan akses utama ke pulau-pulau terpencil di Papua. Penangkapan AG menjadi salah satu bentuk keberhasilan Satgas dalam menggagalkan upaya penyuplai senjata api ilegal yang berpotensi memperkuat kekuatan KKB di daerah tersebut.
Sebagai bagian dari upaya pemberantasan, Satgas Cartenz juga berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan TNI di sekitar wilayah Yahukimo. Kemitraan ini memastikan koordinasi yang terpadu dalam menangkap aktor-aktor kunci yang terlibat. Dengan mengungkap jaringan ini, Satgas memperkuat posisi tawar dalam memastikan wilayah Papua tetap aman dari ancaman penggunaan senjata api ilegal. Penangkapan DPO sindikat ini juga membuka peluang untuk menangkap anggota jaringan lain yang masih berkeliaran.
