Latest Program Aksi Mahasiswa Banyumas Raya
Latest Program – Dalam upaya meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat, aksi mahasiswa se-Banyumas Raya yang diadakan pada akhir pekan ini menorehkan dampak signifikan. Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, Latest Program ini menghadirkan inovasi dalam bentuk mimbar bebas dan lapak baca buku gratis. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat penolakan terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga menciptakan ruang dialog yang lebih inklusif antara generasi muda dan masyarakat luas. Lokasi aksi yang dipilih, Alun-alun Purwokerto, menjadi pusat keramaian yang juga menampung berbagai ekspresi kreatif peserta.
Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Mahasiswa dari organisasi BEM se-Banyumas Raya menggelar aksi di Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, dengan menutup sebagian jalur sebagai bentuk penekanan atas kekecewaan mereka. Latest Program ini menunjukkan bahwa gerakan protes tidak hanya bersifat oratoris, tetapi juga menyajikan ruang bagi seni, budaya, dan kegiatan sosial. Setyawan, sebagai koordinator lapangan, menjelaskan bahwa mimbar bebas bertujuan untuk memperkaya perdebatan dan membuat aksi lebih menyentuh.
“Kita ingin Latest Program ini menjadi medium untuk menyampaikan aspirasi tanpa batasan. Selain orasi, kegiatan seperti band dan teatrikal membuktikan bahwa masyarakat juga turut merasakan dampak kebijakan yang dianggap tidak optimal,” ungkap Setyawan saat ditemui wartawan, Jumat (26/6).
Aksi ini didukung oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk komunitas lokal dan organisasi seperti Aksi Kamisan Purwokerto. Partisipasi luas ini menunjukkan bahwa isu yang dibawa oleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada lingkaran akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat umum. Kehadiran lapak baca buku gratis dan pasar baju bekas menjadi simbol dari upaya memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan dan ekonomi sirkular.
Tuntutan Utama dalam Aksi
Kegiatan aksi di Alun-alun Purwokerto menyoroti lima tuntutan utama yang diajukan oleh BEM Banyumas Raya. Pertama, masyarakat menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dianggap membebani anggaran daerah. Kedua, proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga menjadi target kritik karena dinilai tidak memberikan manfaat yang sepadan. Ketiga, peserta aksi menginginkan penerapan supremasi sipil kembali, terutama terkait revisi UU TNI dan RUU Polri.
Tuntutan keempat berfokus pada penegakan hukum yang adil, terutama dalam kasus-kasus korupsi yang masih menimbulkan kekacauan. Sementara tuntutan kelima menyoroti perlunya reformasi sistem kebijakan fiskal yang dianggap menghambat pertumbuhan ekonomi. Setyawan menjelaskan bahwa aksi ini adalah tindak lanjut dari demonstrasi sebelumnya, yang menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu strategis nasional.
Aksi tersebut juga mencerminkan kekecewaan terhadap kebijakan proyek strategis nasional yang dinilai belum memberikan dampak yang diharapkan. Dalam dua tahun terakhir, kata Setyawan, kerusakan ekonomi dan kesenjangan sosial semakin terasa, terutama di sektor pendidikan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kita memperlihatkan bahwa Latest Program ini bukan sekadar protes, tetapi juga inisiatif untuk berubah,” tambahnya.
Dukungan dan Partisipasi Masyarakat
Banyak kelompok masyarakat dan organisasi non-pemerintah turut serta dalam Latest Program ini. Koordinator aksi menyebutkan bahwa partisipasi dari masyarakat umum mencapai lebih dari 2.000 orang, termasuk pelajar, pegawai, dan warga lokal. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu yang diangkat BEM Banyumas Raya memiliki resonansi yang luas di luar lingkaran mahasiswa.
Aksi ini juga menampilkan kegiatan kolaboratif seperti pameran buku, seminar kecil, dan pementasan drama sederhana. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya aksi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. “Tujuan kami adalah menunjukkan bahwa protes bisa menjadi ruang untuk pembelajaran dan pengembangan kreativitas,” jelas Setyawan.
Dengan Latest Program ini, BEM Banyumas Raya berharap mampu menarik perhatian pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Mereka juga berencana untuk memperluas aksi ke kota-kota lain di Jawa Tengah. “Kita ingin membuat perubahan yang nyata melalui aksi ini, dan Latest Program menjadi langkah awal untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
