Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Profil Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicopot Kerajaan

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By kabarberita911

Profil Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicopot Kerajaan: Kronologi Lengkap

Kabarberita911.com – Peristiwa pencabutan gelar kebangsawanan dari seorang anggota keluarga kerajaan Brunei telah menarik perhatian publik internasional. Profil Menantu Sultan Brunei yang dimaksud adalah Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, yang secara resmi kehilangan status kehormatannya melalui titah langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah. Pengumuman ini disampaikan oleh Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, pejabat Kepala Protokol Kerajaan Brunei, pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026.

Keputusan tersebut tidak datang tanpa alasan. Menurut sumber terpercaya, sang menantu dinilai telah melakukan tindakan yang dianggap tidak pantas oleh istana. Selain itu, sikap yang ditunjukkan terhadap Sultan juga dinilai kurang mencerminkan rasa hormat yang seharusnya dimiliki oleh seorang anggota keluarga kerajaan. Pihak kerajaan hingga saat ini belum memberikan rincian spesifik mengenai perilaku apa saja yang melatarbelakangi keputusan pencopotan gelar tersebut.

Biografi dan Latar Belakang Keluarga Pengiran Raabi'atul

Pengiran Raabi'atul Adawiyyah lahir pada tahun 1992 dan merupakan anak kedua dari sepuluh bersaudara. Ia berasal dari keluarga bangsawan atau pengiran yang memiliki status terhormat dalam masyarakat Brunei. Pada bulan April 2015, ia resmi menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra sulung Sultan Hassanal Bolkiah. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak yang menjadi penerus generasi berikutnya.

Pendidikan formalnya dimulai sejak kecil di Al-Falaah School hingga tahun 2003. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Rimba I Primary School, Menglait Secondary School, dan Rimba Secondary School. Setelah menyelesaikan pendidikan pada tahun 2012, ia memulai karier profesionalnya di bidang teknologi informasi.

Karier dan Aktivitas Publik

Setelah lulus sekolah, Raabi'atul bekerja sebagai System Data Analyst di sebuah perusahaan konsultan IT terkemuka di Brunei. Pada tahun berikutnya, ia berpindah ke HAD Technologies sebagai IT Instructor. Di luar bidang teknologi, ia juga aktif dalam kegiatan keagamaan, khususnya kompetisi membaca Al-Quran sejak masa remajanya.

Keputusan pencabutan gelar itu merupakan titah kerajaan yang dikeluarkan oleh Sultan, mencerminkan pentingnya menjaga martabat istana.

Perayaan Pernikahan dan Kegiatan Resmi

Pernikahan mereka yang digelar di Istana Nurul Iman menjadi sorotan publik. Busana pengantin wanita dihiasi dengan emas, berlian, dan zamrud. Buket bunga yang digunakannya juga terbuat dari permata dan logam mulia yang dibentuk menyerupai bunga.

Setelah menikah, Raabi'atul sering mendampingi suaminya dalam berbagai kegiatan resmi. Salah satu momen penting adalah kunjungan resmi ke Singapura pada tahun 2016. Di dalam negeri, ia juga menemani Pangeran Abdul Malik menjalankan tugasnya sebagai wakil pribadi Sultan.

Implikasi Pencabutan Gelar bagi Profil Menantu Sultan Brunei

Pencabutan gelar kebangsawanan merupakan langkah serius yang diambil oleh kerajaan. Meskipun tidak ada informasi mengenai hukuman tambahan, kehilangan gelar tersebut dapat memengaruhi peran dan tanggung jawab Raabi'atul dalam kegiatan istana. Masyarakat Brunei kini menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Profil Menantu Sultan Brunei

1. Kapan gelar Pengiran Raabi'atul dicabut? Gelar tersebut dicabut pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026, melalui titah langsung Sultan Hassanal Bolkiah.

2. Siapa suami Pengiran Raabi'atul? Suaminya adalah Pangeran Abdul Malik, putra sulung Sultan Hassanal Bolkiah.

3. Berapa jumlah anak mereka? Mereka dikaruniai empat orang anak dari pernikahan yang berlangsung sejak April 2015.

4. Apa pekerjaan Pengiran Raabi'atul sebelum menikah? Ia bekerja sebagai System Data Analyst di perusahaan konsultan IT, kemudian menjadi IT Instructor di HAD Technologies.

5. Apakah ada rincian lengkap mengenai alasan pencabutan gelar? Hingga saat ini, pihak kerajaan belum memberikan rincian spesifik mengenai perilaku yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Related Reading