Pendiri Yayasan Sekolah Harapan Ibu Buka Suara soal Temuan 995 Senjata
Yan Sofyan Syafe'i Tanggapi Temuan Ratusan Senjata di Lingkungan Sekolah
Kabarberita911.com – Pendiri Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu yang berlokasi di Jakarta Selatan, Yan Sofyan Syafe'i, menyampaikan responsnya terkait penemuan sejumlah senjata di ruang mantan Ketua Yayasan. Dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta pada Minggu (9/8), ia mengungkapkan rasa sedih atas temuan tersebut dan berharap masalah ini dapat segera diselesaikan.
"Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini tetapi insya Allah seperti yang tadi saya utarakan mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya," ujar Sofyan.
Klaim Ekstrakurikuler Perlu Dibuktikan
Alvon Kurnia Palma, kuasa hukum yayasan, menekankan bahwa tudingan mengenai ratusan senjata untuk kegiatan ekstrakurikuler harus disertai bukti yang kuat. Ia meminta agar klaim tersebut tidak dibuat-buat dan tidak melegitimasi hal-hal yang sebenarnya tidak benar.
"Ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui, tolong dibuktikan. Tolong dibuktikan. Jangan sampai ini menjadi suatu hal-hal yang melegitimasi sesuatu hal yang sebenarnya tidak benar," tegas Alvon.
Pihak yayasan juga menyinggung peran Pak Suryo sebagai pembina yayasan yang diklaim mengetahui keberadaan ekstrakurikuler tersebut. Namun, Alvon menjelaskan bahwa kondisi Pak Suryo saat itu sudah berusia 104 tahun sehingga terdapat keterbatasan dalam memahami dan menyetujui usulan tertentu.
"Perlu diketahui bahwa ketika itu Pak Suryo sudah berumur 104 tahun. Bukan menafikan kemampuan, tetapi pada saat itu untuk Pak Suryo sendiri untuk memahami, mengetahui, dan menyetujui suatu usulan itu ada persoalan. Ada keterbatasan-keterbatasan ketika itu," jelasnya.
Tidak Ada Sengketa Antar Pendiri
Alvon juga membantah adanya klaim sengketa kepemilikan yayasan serta konflik kepentingan di antara para pendiri. Ia menyebutkan bahwa salah satu pendiri selain Adam Malik, mantan Wakil Presiden, yaitu Mahwardi Labae dan Suryo, telah membuktikan tidak adanya konflik.
"Tak ada konflik dalam artian di antara pendiri yayasan itu sendiri. Itu terbukti, pada saat ini sudah ada salah satu pendirinya-selain dari Bapak Adam Malik, mantan Wakil Presiden-kemudian juga dengan Bapak Mahwardi Labae, serta Bapak Suryo yang dituduh kemarin-kemarin itu," katanya.
Menurut Alvon, sekolah didirikan dengan tujuan memberikan pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya ingin memastikan sekolah kembali ke visi-misi awal pendirian, yaitu mencetak anak-anak yang saleh sebagai harapan bersama.
Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Sebagai respons terhadap polemik yang terjadi, pihak sekolah memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama satu minggu mulai hari Senin. Kebijakan ini diambil untuk menjamin keamanan para siswa.
"Kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak, sementara waktu sekolah itu di-PJJ atau pendidikan jarak jauh," kata Alvon.
Selama masa PJJ, pihak sekolah meminta polisi melakukan sterilisasi lingkungan sekolah agar tidak meninggalkan kesan buruk. Sterilisasi ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada elemen yang mengganggu ketenangan sekolah.
Senjata Berizin dan Disimpan untuk Ekskul
Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku sebagai pemilik senjata, menyatakan bahwa ratusan senjata airsoft gun dan senpi yang ditemukan merupakan senjata legal dan berizin.
"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 (senpi) itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi.
Menurut Alhadid, senjata-senjata tersebut disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak target. Ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pak Suryo dimulai pada tahun 2020 untuk membuat ekskul menembak bagi atlet muda, bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games.
"Pertanyaannya, kenapa ada di sekolah yayasan, alasannya karena tahun 2020 itu ada kerja sama kita dengan Pak Suryo, dia pembina juga di yayasan tersebut. Waktu itu kita sepakat mau bikin ekskul menembak untuk atlet muda bertepatan dengan Asian Games, menembak target itu lho, yang dipencet jalan kertasnya," imbuhnya.
Senjata-senjata yang ditemukan meliputi empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, serta tujuh magasin berbagai jenis. Seluruhnya telah dilengkapi dengan izin yang diperlukan sesuai regulasi yang berlaku.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pendiri Yayasan Sekolah Harapan Ibu Buka?Pendiri Yayasan Sekolah Harapan Ibu Buka is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pendiri Yayasan Sekolah Harapan Ibu Buka matter?Pendiri Yayasan Sekolah Harapan Ibu Buka matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.