Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Keluarga Akui Sutrimo Kerja untuk Febrie: Berawal dari Tukang Bangunan

Published Agustus 11, 2026 · Updated Agustus 11, 2026 · By kabarberita911

Keluarga Sutrimo Ungkap Awal Mula Hubungan Kerja dengan Febrie Adriansyah

Kabarberita911.com – Pihak keluarga Sutrimo, pria yang jasadnya ditemukan dalam kondisi misterius di Jakarta Selatan, memberikan klarifikasi mengenai pekerjaan almarhum di rumah Febrie Adriansyah. Febrie merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Jampidsus Kejagung yang kini menjadi tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Melalui kuasa hukumnya, Aan Rohaeni, keluarga menyatakan belum mengetahui secara pasti posisi atau status Sutrimo saat bekerja di kediaman tersangka.

"Oh, betul. Kalau itu betul [bekerja untuk Febrie Adriansyah]. Cuma tentang apakah dia karumga atau bukan, keluarga nggak ada yang tahu," kata Aan saat dihubungi wartawan lewat telepon, Senin (10/8).

Dari Tukang Bangunan Hingga Dipercaya Bekerja Bersama

Aan menjelaskan bahwa Sutrimo telah lama bekerja untuk Febrie. Sebelumnya, ia sempat berhenti selama sekitar dua tahun untuk bekerja di tempat lain, namun kemudian kembali bergabung bersama Febrie. Bahkan, ketika Sutrimo jatuh sakit, biaya pengobatannya turut dibantu oleh Febrie, termasuk selama masa pandemi Covid-19.

"Sudah lama. Kadang-kadang kalau pernah off, pernah berapa tahun off. Tapi ketika sakit juga dibiayain. Pada saat Covid juga tetap," ujarnya.

Menurut keterangan keluarga, pekerjaan Sutrimo bersama Febrie bermula dari keahlian awalnya sebagai tukang bangunan. Keluarga mengetahui bahwa Sutrimo pernah mengerjakan pembangunan rumah milik Febrie. Setelah proyek tersebut selesai, Sutrimo dipercaya dan diajak bekerja lebih dekat dengan Febrie.

"Pak Sutrimo itu memang pekerjaan dulunya awalnya adalah tukang. Memang membiayai bangunan dan lain-lain. Setahu keluarga Pak Sutrimo ini ya bangun rumah Pak Febrie," jelasnya.

"Lalu karena Pak Febrie cocok, terus diajak kerja ikut Pak Febrie," imbuh Aan.

Pekerjaan Beragam dan Komunikasi Terbatas

Dalam kesehariannya, Sutrimo memiliki tugas yang cukup beragam. Selain mengerjakan pekerjaan tertentu di luar rumah, ia juga kerap mengurus berbagai keperluan rumah milik Febrie. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan berbagai bagian rumah hingga mengurus pembayaran kebutuhan rumah tangga seperti listrik.

"Sehari-hari pekerjaan Pak Sutrimo itu macam-macam. Kadang kala disuruh ngerjain proyek. Kalau tidak keluar, ya Pak Sutrimo di rumah ngurusin rumah-rumahnya Pak Febrie," ungkapnya.

"Jadi [Sutrimo] salah satu kepercayaannya beliau [untuk urusan rumah tangga]," kata Aan.

Meskipun telah lama bekerja bersama, hubungan tersebut tidak membuat keluarga Sutrimo mengenal Febrie secara langsung. Aan mengaku mengetahui hal ini setelah membaca komunikasi antara Sutrimo dengan adiknya. Dari percakapan tersebut, diketahui ada anggota keluarga yang pernah datang ke Jakarta saat Sutrimo mengerjakan pembangunan rumah. Namun, keluarga tidak pernah diperkenalkan secara langsung kepada Febrie.

"Saya tanya pernah nggak dipertemukan sama Pak Febrie? Nggak pernah. Memang tidak ada satu pun yang berkomunikasi langsung dengan Pak Febrie," ujar Aan.

Bagi keluarga di desa, Sutrimo hanya dikenal sebagai orang yang bekerja untuk Febrie yang merupakan seorang jaksa. Komunikasi antara Febrie dan keluarga Sutrimo juga tidak pernah terjadi secara langsung. Selama ini, hubungan antara Febrie dan keluarga hanya diketahui melalui Sutrimo.

"Orang desa ya, pokoknya tahunya ikut Pak Febrie, jaksa," katanya.

"Jadi Pak Febrie itu setahu keluarga hanya komunikasi dengan Pak Sutrimo," kata dia.

Proses Investigasi dan Ekshumasi

Sebelumnya, Sutrimo, pria warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan klinik kecantikan Mordent di kawasan Jakarta Selatan. Pihak keluarga awalnya tidak menaruh kecurigaan apa pun saat menerima jenazah almarhum. Namun, belakangan keluarga mulai mempertanyakan sejumlah kejanggalan, mulai dari dokumen rumah sakit, kondisi jenazah, hingga ponsel dan barang pribadi yang disebut tak kunjung dikembalikan.

Atas dasar muncul kecurigaan, pihak keluarga lantas melaporkan dugaan kematian tak wajar itu ke polisi di Banyumas yang lalu diteruskan ke Polda Metro Jaya. Sebagai salah satu proses, kepolisian akan melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (12/8) mendatang. Ekshumasi adalah proses penggalian atau pembongkaran kembali makam atau kuburan untuk mengangkat jenazah yang sudah dikubur. Proses itu dilakukan untuk memastikan kembali kasus kematian yang dianggap janggal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Keluarga Akui Sutrimo Kerja untuk Febrie?

Keluarga Akui Sutrimo Kerja untuk Febrie is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Keluarga Akui Sutrimo Kerja untuk Febrie matter?

Keluarga Akui Sutrimo Kerja untuk Febrie matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.