Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Karhutla Bromo Meluas Hingga 899 Hektare

Published Agustus 11, 2026 · Updated Agustus 11, 2026 · By kabarberita911

Karhutla Bromo Meluas Hingga 899 Hektare, Operasi Pemadaman Diperkuat di Dua Titik Utama

Kabarberita911.com – Situasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo terus memburuk seiring berjalannya waktu. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, luas area yang terbakar telah mencapai 899 hektare hingga hari Selasa (12/8). Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk mengendalikan rambatan api yang semakin meluas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Upaya pemadaman saat ini difokuskan pada dua titik kritis yang menjadi pusat penyebaran api. Pertama, kawasan Dingklik di Kabupaten Pasuruan yang mengalami kebakaran cukup signifikan. Kedua, wilayah P30 di Kabupaten Probolinggo yang juga menjadi salah satu titik panas. Kedua lokasi ini menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan operasi water bombing melalui jalur udara.

"Water bombing sedang dilaksanakan di Dingklik Pasuruan dan P30 Probolinggo. Kondisi saat ini wilayah Bromo berkabut. Luas wilayah terdampak 899 hektare akibat kebakaran dari awal hingga tadi malam," kata Gatot.

Kendala Teknis dalam Operasi Pemadaman

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, operasi pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala teknis yang menghambat efektivitas penanganan. Gatot Soebroto menjelaskan bahwa jarak sumber air yang cukup jauh dari titik-titik kebakaran menjadi salah satu masalah utama. Hal ini menyebabkan waktu tempuh untuk mengisi ulang tangki air menjadi lebih lama.

Selain masalah jarak, kondisi atmosfer dan topografi juga menjadi tantangan tersendiri. Angin kencang yang sering bertiup di kawasan Bromo membuat api cenderung menyebar dengan cepat. Curamnya topografi daerah kebakaran juga menyulitkan akses tim darat untuk mencapai titik-titik api. Bahan bakar alami berupa ilalang dan sarasah yang sangat kering semakin memperparah situasi.

"Sumber air jauh, angin kencang dan cuaca yang mudah berubah-ubah, curam topografinya dan banyaknya bahan bakar berupa ilalang dan sarasah yang sangat kering dan mudah terbakar," ujarnya.

Penguatan Tim dan Strategi Pemadaman

Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah telah memperkuat strategi pemadaman melalui berbagai pendekatan. Jalur darat mendapat perhatian khusus dengan pengerahan dua truk pemadam kebakaran, dua truk tangki, satu kendaraan L300 yang membawa tandon air, serta satu unit drone water spray. Alat-alat ini diharapkan dapat membantu memadamkan api di area yang sulit dijangkau oleh helikopter.

Kehadiran pejabat tinggi juga menjadi penguat moral bagi seluruh tim yang bertugas. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) hadir langsung di posko penanganan kebakaran Bromo pada siang hari. Kedua pejabat tersebut memberikan arahan strategis untuk mengoptimalkan seluruh kekuatan yang tersedia.

"Saat ini Bapak Kaban BNPB dan Pak Menko PMK hadir di posko penanganan kebakaran di Bromo memberikan arahan, termasuk untuk memaksimalkan personel dari TNI dan Polri serta tim terkait guna penguatan tim darat, serta berupaya maksimal untuk water bombing," tutup Gatot.

Sejarah dan Dampak Terhadap Wisata

Kebakaran di kawasan Bromo pertama kali terjadi pada hari Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Sejak saat itu, api terus meluas dan mencapai titik kritis pada akhir pekan. Menyusul meluasnya titik api, TNBTS memutuskan untuk menutup sementara seluruh akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8) malam. Penutupan ini bertujuan untuk memudahkan operasi pemadaman dan memastikan keselamatan pengunjung.

Upaya pemadaman ke depan akan terus diperkuat dengan kombinasi tim darat dan operasi water bombing. Pemerintah juga sedang mengevaluasi kebutuhan tambahan alat dan personel untuk mengendalikan titik-titik kebakaran yang masih berpotensi meluas. Seluruh pihak berharap kondisi cuaca yang lebih stabil dapat membantu mempercepat proses pemadaman.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa luas total area yang terbakar di Bromo?

Hingga hari Selasa (12/8), luas area yang terbakar telah mencapai 899 hektare di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Dimana saja titik-titik utama kebakaran?

Dua titik utama kebakaran berada di kawasan Dingklik, Pasuruan dan wilayah P30, Probolinggo.

Kapan akses wisata Bromo ditutup?

Akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo ditutup sejak Sabtu (8/8) malam menyusul meluasnya titik api.

Apa saja kendala dalam operasi pemadaman?

Kendala utama meliputi jarak sumber air yang jauh, angin kencang, topografi curam, dan bahan bakar alami yang kering.

Siapa saja pejabat yang hadir di posko penanganan?

Kepala BNPB dan Menko PMK hadir langsung di posko penanganan kebakaran Bromo untuk memberikan arahan strategis.

Related Reading