Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Iran Ngotot Tak Bakal Buka Selat Hormuz Sampai AS Penuhi Tuntutan

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By kabarberita911

Iran Ngotot Tak Bakal Buka Selat Hormuz Selama Tuntutan AS Belum Terpenuhi

Kabarberita911.com – Iran Ngotot Tak Bakal Buka Selat Hormuz hingga seluruh persyaratan yang diajukan Washington dipenuhi secara tuntas. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui komunikasi resmi yang dilansir oleh AFP pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dalam pernyataan tersebut, Teheran menegaskan bahwa Selat Hormuz kini telah berubah status menjadi medan pertempuran aktif, bukan lagi sekadar jalur pelayaran komersial yang biasa dilintasi kapal-kapal internasional.

Kami mempertahankan penutupan Selat Hormuz sampai musuh menerima semua persyaratan kami... Selat tersebut kini pada dasarnya merupakan medan perang bagi kami dan bukan sekadar jalur perairan.

Rincian Tuntutan Teheran untuk Pembukaan Kembali Jalur Strategis

Salah satu poin utama yang menjadi syarat keras dari Iran adalah Washington harus memberikan kompensasi finansial atas segala kerusakan yang terjadi selama konflik berlangsung. Selain itu, Teheran berencana memberlakukan sistem tarif khusus bagi setiap kapal yang ingin melewati wilayah perairan strategis tersebut. Kapal-kapal yang dituduh mencoba menghindari rute yang telah ditetapkan oleh otoritas Iran juga akan menjadi sasaran serangan militer sebagai bentuk peringatan keras.

Mohammad Bagher Zolghadr, Kepala Keamanan Iran, menyampaikan sejumlah tuntutan mendesak pada tanggal 8 Agustus agar pembukaan kembali Selat Hormuz dapat segera dilakukan. Tuntutan tersebut mencakup penghentian perang dan agresi terhadap Iran serta sekutu-sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak. Zolghadr juga meminta AS menghentikan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, mengakhiri sanksi ekonomi, membebaskan aset Iran yang dibekukan, serta memberikan kompensasi atas kerusakan akibat perang, menurut pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim.

Proses Negosiasi dengan Oman Menuju Penyelesaian

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Oman mengenai lalu lintas dan pengelolaan Selat Hormuz sudah mendekati tahap penyelesaian final. Namun, ia menekankan bahwa pembukaan kembali jalur tersebut masih bergantung pada pemenuhan persyaratan lain serta kompensasi atas pelanggaran terhadap kesepakatan yang dicapai pada bulan Juni. Araghchi juga membantah klaim bahwa Iran sedang melakukan negosiasi langsung dengan AS. Ia menjelaskan bahwa kedua negara hanya saling bertukar pesan melalui perantara diplomatik.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Oman pada hari Sabtu mengecam adanya serangan berulang terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, tanpa menyebut Iran secara eksplisit. Pihak Oman juga menyatakan bahwa negosiasi mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz berjalan dalam suasana yang positif dan konstruktif, serta mendesak semua pihak menghindari tindakan yang dapat membahayakan kemajuan pembicaraan.

Konteks Konflik dan Keruntuhan Gencatan Senjata

Kesepakatan sebelumnya antara Iran dan AS menyebutkan bahwa Teheran dan Muscat akan membahas pengaturan masa depan Selat Hormuz bersama negara-negara Teluk lainnya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku. Iran telah memberlakukan blokade efektif di Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan provokasi pada 28 Februari lalu.

Serangkaian serangan yang terus terjadi di jalur laut tersebut menyebabkan gencatan senjata AS-Iran pada bulan April lalu runtuh. Para mediator kemudian mendesak AS dan Iran untuk kembali pada ketentuan dalam nota kesepahaman yang dicapai pada Juni, yang menjadi landasan bagi pembicaraan perdamaian. Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan masih sangat tinggi dan memerlukan pendekatan diplomasi yang lebih intensif.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa alasan utama Iran menutup Selat Hormuz? Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari 2026, serta untuk menekan Washington agar memenuhi tuntutan kompensasi dan penghentian agresi.

Apakah Iran bernegosiasi langsung dengan AS? Tidak, Iran dan AS hanya saling bertukar pesan melalui perantara diplomatik, bukan melalui negosiasi langsung.

Berapa lama blokade Selat Hormuz telah berlangsung? Blokade efektif telah berlangsung sejak 28 Februari 2026, dengan gencatan senjata AS-Iran pada bulan April lalu yang kemudian runtuh akibat serangan berulang.

Siapa saja sekutu Iran yang disebutkan dalam tuntutan? Dalam tuntutan yang disampaikan Mohammad Bagher Zolghadr, sekutu Iran yang disebutkan adalah Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.

Related Reading