Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Calon Senat Muslim AS Ejek Trump usai Disebut Tukang Bual

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By kabarberita911

Abdul El Sayed Membalas Candaan Trump Setelah Dikatakan Tukang Bual

Kabarberita911.com – Politikus Demokrat Abdul El Sayed baru saja meraih kemenangan tipis dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan. Dengan selisih kurang dari satu persen, ia berhasil mengalahkan Haley Stevens dari kubu moderat. Kemenangan ini menjadi latar belakang bagi interaksi terbaru antara Sayed dan Presiden Donald Trump.

Respons Tajam di Wawancara Sky News

Saat ditemui James Mathhews melalui Sky News pada hari Jumat tanggal 7 Oktober, Sayed tidak ragu untuk membalas sindiran Trump. Mantan gubernur Michigan itu menyampaikan komentar yang cukup mencengangkan:

"Setidaknya saya tak mengeluarkan kepunyaan saya di tengah Ruang Oval," ujar Sayed sebagaimana dikutip dari Huffington Post.

Komentar ini kemungkinan besar merujuk pada lelucon populer mengenai Trump yang kabarnya buang air besar di dalam celananya sendiri. Dalam beberapa minggu terakhir, beredar berbagai klaim bahwa sang presiden sering sekali buang air besar hingga baunya bisa tercium sampai jauh. Bahkan, konon aroma tersebut membuat banyak orang terpaksa meninggalkan ruangan.

Beberapa pengamat melihat hubungan antara lelucon ini dengan kebiasaan Trump yang kerap mengusir awak media dari Ruang Oval. Sindiran Sayed tampaknya menyentuh kedua aspek tersebut sekaligus.

Trump Menyerang dengan Julukan Komunis

Sebelum Sayed memberikan responsnya, Trump telah melontarkan serangkaian kata-kata kasar kepada politikus Demokrat tersebut. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Sayed sebagai komunis sekaligus tukang bual.

"Mereka ingin kembali ke titik terendah. Itulah komunisme. Mereka ingin negara ini menjadi negara komunis," kata Trump.

Presiden Trump kemudian menambahkan penekanannya:

"Kami tidak akan membiarkan mereka mewujudkannya sebagai negara komunis. Bahkan untuk sesaat pun tidak."

Penggunaan julukan komunis oleh Trump dan politisi Republik lainnya belakangan ini semakin intensif menjelang pemilihan sela. Julukan tersebut menjadi senjata retorika untuk menandai anggota Partai Demokrat sebagai lawan politik.

Kemenangan Sayed di Michigan menjadi bukti bahwa ia tetap populer di kalangan pemilih Demokrat meskipun menghadapi serangan keras dari kubu Republik. Interaksi dengan Trump ini menunjukkan bahwa politik Amerika Serikat terus menghadirkan dinamika yang menarik untuk disimak.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Calon Senat Muslim AS Ejek Trump?

Calon Senat Muslim AS Ejek Trump is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Calon Senat Muslim AS Ejek Trump matter?

Calon Senat Muslim AS Ejek Trump matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.