Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BPS Catat Harga Daging Sapi Tembus Rp200 Ribu per Kg Awal Agustus Ini

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By kabarberita911

Harga Daging Sapi Nasional Mencapai Rekor Baru di Awal Agustus 2026

Kabarberita911.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Catat Harga Daging Sapi Tembus Rp200 Ribu per Kg - Fenomena kenaikan harga daging sapi kembali menjadi perhatian utama di awal Agustus 2026. Berdasarkan data resmi yang dirilis, rata-rata harga daging sapi nasional telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan. Secara nasional, harga tercatat mencapai Rp143.737 per kilogram, sementara di beberapa wilayah tertentu, angka tersebut bahkan menyentuh level Rp200 ribu per kilogram.

Amalia Adininggar Widyasanti, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Winny sebagai Kepala BPS, menyampaikan bahwa kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Menurut beliau, kenaikan harga tidak hanya terjadi di beberapa daerah tertentu, tetapi juga mendorong rata-rata harga nasional untuk berada di atas HAP. Hal ini menunjukkan adanya tekanan permintaan yang signifikan terhadap pasokan daging sapi di berbagai wilayah Indonesia.

Secara nasional rata-rata harga daging sapi pada minggu satu Agustus 2026 ini sudah jauh di atas HAP. Bahkan di minggu pertama bulan Agustus itu per kilogramnya menyentuh Rp143.737 per kg.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026. Data resmi menunjukkan pertumbuhan inflasi sebesar 0,54 persen dibandingkan bulan Juli 2026. Angka ini juga masih berada di atas HAP konsumen yang berkisar Rp140 ribu per kilogram, menandakan adanya tekanan harga yang konsisten terhadap komoditas daging sapi.

Wilayah dengan Kenaikan Indeks Perkembangan Harga Tertinggi

Rekaman BPS mengidentifikasi adanya kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada 56 kabupaten dan kota. Jumlah tersebut mewakili 15,56 persen dari total wilayah dalam cakupan data resmi. Winny menyoroti bahwa meskipun hanya sedikit wilayah yang mengalami kenaikan signifikan, kondisi nasional secara keseluruhan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat menjadi salah satu contoh utama dengan harga rata-rata mencapai Rp165 ribu per kilogram. Ini merupakan kenaikan bulanan sebesar 7,51 persen dan berada 17,86 persen di atas HAP. Wilayah lain yang mencatat harga lebih tinggi adalah Kabupaten Melawi dengan Rp180 ribu per kilogram. Angka tersebut tercatat 28,57 persen di atas HAP, sementara IPH naik 4,68 persen dari bulan sebelumnya.

Contoh kedua adalah Kabupaten Melawi yang sudah harga sapinya 28,6 persen di atas HAP dan saat ini sudah menyentuh Rp180 ribu per kg. Ada beberapa titik-titik lainnya yang kami beri warna merah untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Daerah dengan Harga Tertinggi dan Variasi Regional

Winny juga mencatat sejumlah kabupaten dan kota dengan harga daging sapi paling tinggi hingga Rp200 ribu per kilogram. Wilayah yang tercatat berada pada level harga tersebut antara lain Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Nabire. Kondisi ini menunjukkan bahwa daerah-daerah di Papua dan sekitarnya mengalami tekanan harga yang lebih signifikan dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Sementara itu, di antara daerah lain yang mengalami kenaikan IPH, harga daging sapi tercatat bervariasi. Kabupaten Lampung Tengah berada di Rp140 ribu per kg dengan kenaikan IPH 9,60 persen. Kabupaten Pacitan Rp149.400 dengan kenaikan 6,13 persen, sedangkan Kabupaten Sidoarjo Rp130 ribu dengan kenaikan 6,06 persen. Harga di Kabupaten Bengkulu Selatan mencapai Rp150 ribu per kg dengan kenaikan IPH 4,51 persen. Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai Rp157.333 dengan kenaikan 4,33 persen, sementara Kabupaten Labuhanbatu Selatan Rp130 ribu dengan kenaikan 4 persen.

Di wilayah lain, Kabupaten Nganjuk mencatat harga Rp131.667 per kg dengan kenaikan IPH 3,51 persen. Kabupaten Bone Bolango berada di Rp145 ribu dengan kenaikan 3,28 persen, sedangkan Kabupaten Lombok Timur Rp145 ribu dengan kenaikan 2,99 persen. Ada pula daerah yang harga daging sapinya berada di sekitar atau di bawah HAP meski IPH mengalami kenaikan, seperti Kabupaten Mojokerto sebesar Rp128 ribu, Kabupaten Simalungun Rp128 ribu, dan Kabupaten Pasuruan Rp130 ribu per kg.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa yang menyebabkan kenaikan harga daging sapi di awal Agustus 2026? Kenaikan harga daging sapi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan permintaan konsumen, keterbatasan pasokan di beberapa wilayah, dan biaya transportasi yang meningkat. BPS mencatat bahwa 56 kabupaten dan kota mengalami kenaikan IPH, menunjukkan adanya tekanan harga yang meluas.

Berapa HAP daging sapi yang ditetapkan untuk konsumen? Harga Acuan Penjualan (HAP) daging sapi untuk konsumen berkisar Rp140 ribu per kilogram. Namun, di berbagai wilayah, harga aktual telah menyentuh level Rp200 ribu per kilogram, terutama di daerah-daerah dengan tekanan permintaan tinggi.

Wilayah mana saja yang mengalami kenaikan harga tertinggi? Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Nabire di Papua mencatat harga tertinggi hingga Rp200 ribu per kilogram. Sementara itu, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Kubu Raya juga mengalami kenaikan signifikan dengan harga di atas Rp165 ribu per kilogram.

Bagaimana dampak kenaikan harga daging sapi terhadap inflasi? Kenaikan harga daging sapi berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,54 persen pada awal Agustus 2026 dibandingkan bulan Juli. Angka ini menunjukkan bahwa daging sapi menjadi salah satu komoditas yang mempengaruhi tingkat inflasi nasional secara keseluruhan.

Related Reading