Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Apakah Bayi Boleh Minum Susu UHT? Simak Jawabannya di Sini

Published Agustus 8, 2026 · Updated Agustus 8, 2026 · By kabarberita911

Apakah Bayi Boleh Minum Susu UHT? Panduan Lengkap dari Ahli Gizi

Kabarberita911.com – Apakah bayi boleh minum susu UHT? Pertanyaan ini sering kali menjadi kebingungan bagi para orang tua muda yang ingin memberikan alternatif nutrisi selain ASI. Susu UHT memang dikenal praktis karena tahan lama dan mudah disimpan, namun bukan berarti produk ini cocok untuk semua usia. Sebelum memutuskan untuk memberikannya kepada si kecil, penting untuk memahami rekomendasi medis yang tepat agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

Kapan Bayi Bisa Mulai Mengonsumsi Susu UHT?

Banyak orang tua yang bertanya-tanya apakah bayi boleh minum susu UHT sejak dini. Menurut Health Hub, sistem pencernaan dan ginjal bayi di bawah usia satu tahun masih dalam tahap perkembangan. Kondisi ini membuat mereka belum mampu memproses susu sapi, termasuk varian UHT, secara optimal. Beban protein dan mineral yang lebih tinggi pada susu sapi dapat membebani fungsi ginjal yang masih imatur.

Selain itu, pemberian susu sapi terlalu dini juga berpotensi menyebabkan dehidrasi karena ginjal belum bekerja maksimal dalam memproses zat gizi. Kadar zat besi dan vitamin C pada susu sapi juga jauh lebih rendah dibandingkan ASI. Oleh karena itu, selama tahun pertama kehidupan, ASI atau susu formula tetap menjadi pilihan utama yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi.

Manfaat dan Batasan Pemberian Susu UHT untuk Balita

Dikutip dalam buku Antiribet MPASI (2023) karya Dr. Asti Praborini, Sp.A., IBCLC dan Dr. Dyah Febriyanti, IBCLC, dijelaskan bahwa bayi dapat mulai mengonsumsi susu sapi yang telah dipasteurisasi maupun susu UHT (Ultra High Temperature) setelah berusia 1 tahun.

Jawaban singkatnya adalah ya, namun dengan catatan tertentu. Susu UHT tidak harus menjadi minuman wajib yang diminum setiap hari. Bayi masih perlu disusui sesuai kebutuhan mereka, sementara kebutuhan gizi lainnya dapat dipenuhi melalui makanan keluarga yang seimbang. Batas konsumsi susu sapi untuk balita adalah sekitar dua cangkir atau setara 400 mililiter per hari. Menariknya, tidak menjadi masalah jika anak tidak minum susu sapi selama kebutuhan gizinya sudah terpenuhi dari ASI dan makanan padat.

Tips Memperkenalkan Susu UHT pada Bayi dengan Benar

Health Hub merekomendasikan agar peralihan ke susu sapi dilakukan secara bertahap. Pendekatan ini membantu anak menyesuaikan diri dengan rasa baru sekaligus memberi waktu bagi sistem pencernaannya. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dicoba:

Langkah pertama adalah mencampurkan sedikit susu UHT bersama ASI atau susu formula, kemudian tingkatkan proporsinya secara perlahan. Langkah kedua, manfaatkan susu sebagai bahan tambahan dalam makanan, seperti untuk membuat oatmeal, bubur, atau smoothie. Langkah ketiga, sajikan susu dalam suasana yang menyenangkan tanpa memaksa anak menghabiskannya. Jika anak belum menyukai rasa susu UHT, orang tua tidak perlu khawatir. Kebutuhan kalsium tetap dapat dipenuhi melalui yoghurt tanpa pemanis, keju, serta sumber kalsium lainnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Susu UHT untuk Bayi

Apakah bayi boleh minum susu UHT jika tidak suka ASI? Ya, setelah usia 1 tahun, susu UHT bisa menjadi alternatif. Namun pastikan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi dari makanan pendamping.

Berapa banyak susu UHT yang boleh diminum bayi per hari? Batas aman adalah sekitar 400 mililiter atau dua cangkir per hari untuk menghindari gangguan pencernaan.

Apakah susu UHT bisa menggantikan ASI sepenuhnya? Tidak sepenuhnya. Susu UHT lebih cocok sebagai pelengkap nutrisi setelah usia satu tahun, bukan pengganti total ASI.

Dengan memahami panduan di atas, orang tua dapat memberikan susu UHT dengan tepat sesuai usia dan kebutuhan anak. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para orang tua yang sedang mencari alternatif nutrisi terbaik untuk buah hatinya.

Related Reading