Anak Sering Sariawan? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Lima Faktor Utama yang Memicu Sariawan Berulang pada Anak
Kabarberita911.com – Sariawan memang kerap dianggap sebagai gangguan ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, ketika luka di area mulut muncul terus-menerus, para orang tua mulai merasa khawatir. Situasi ini semakin memprihatinkan jika si kecil kesulitan makan, minum, atau mengeluhkan nyeri setiap kali sariawan kambuh. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami akar masalah dari kondisi ini.
Kondisi medis yang dikenal sebagai recurrent aphthous stomatitis (RAS) atau stomatitis aftosa rekuren ditandai dengan munculnya luka kecil yang menyakitkan di dalam mulut. Luka ini dapat muncul dan hilang secara berkala. Berikut adalah lima penyebab utama yang perlu diwaspadai agar penanganan bisa dilakukan sejak dini.
1. Defisiensi Nutrisi Tertentu
Ketersediaan zat gizi dalam tubuh memegang peranan penting terhadap kesehatan mulut anak. Penelitian yang dimuat dalam Journal of Dermatology and Venereology mengungkap korelasi antara RAS dengan rendahnya kadar beberapa nutrisi. Nutrisi yang dimaksud meliputi vitamin B12, asam folat, dan zat besi.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti membandingkan kadar zat besi, ferritin, asam folat, serta vitamin B12 pada kelompok pasien RAS dan kelompok kontrol sehat. Temuan menunjukkan bahwa kadar vitamin B12 pada pasien RAS secara signifikan lebih rendah dibandingkan kelompok sehat. Sementara itu, parameter lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Orang tua disarankan untuk memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik.
2. Pengaruh Stres terhadap Tubuh
Anak-anak belum tentu mampu mengomunikasikan perasaan tertekan yang mereka alami. Perubahan jadwal harian, masalah akademik, konflik pergaulan, atau pengalaman lain yang memicu kecemasan dapat berdampak pada kondisi fisik. Oleh karena itu, ketika sariawan muncul berulang kali, orang tua disarankan untuk mengamati apakah kemunculannya sejalan dengan periode tekanan atau perubahan yang sedang dihadapi anak.
Stres dapat melemahkan sistem imun dan membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai gangguan, termasuk sariawan yang sering kambuh.
3. Luka atau Trauma pada Area Mulut
Sariawan juga berpotensi muncul sebagai respons terhadap cedera kecil di dalam rongga mulut. Pada anak-anak, jenis trauma ini sangat mudah terjadi. Contohnya adalah tergigitnya bagian dalam pipi saat makan, mulut yang tersikat sikat gigi, atau gesekan dari makanan maupun benda tertentu. Cedera kecil tersebut dapat memicu munculnya sariawan pada anak yang memang memiliki kecenderungan mengalami RAS.
Untuk meminimalisir risiko ini, hindari kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan berlebihan atau gerakan yang terlalu kasar. Gunakan sikat gigi dengan bulu lembut yang sesuai untuk anak.
4. Faktor Keturunan atau Genetik
Kemungkinan anak sering mengalami sariawan juga dipengaruhi oleh faktor genetik atau riwayat keluarga. Mengutip studi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad), penyebab RAS belum sepenuhnya dipahami dan bersifat multifaktor. Dalam penelitian tersebut, faktor genetik diidentifikasi sebagai salah satu elemen yang berperan, bersama dengan hormon, stres, dan kekurangan nutrisi.
Hal ini berarti jika orang tua atau kerabat dekat memiliki riwayat sariawan yang sering kambuh, anak juga berpotensi mengalami kondisi serupa. Pemahaman ini penting agar orang tua tidak mengabaikan faktor keturunan saat mencari penyebab sariawan pada anak.
5. Fluktuasi Hormonal dan Kondisi Kesehatan
Di samping faktor genetik dan nutrisi, perubahan hormonal juga menjadi topik yang dibahas dalam berbagai penelitian mengenai RAS. Fluktuasi hormon dapat berkontribusi sebagai pemicu sariawan pada anak. Selain itu, kondisi tubuh tertentu juga memiliki keterkaitan dengan munculnya sariawan yang berulang.
Karena itu, apabila sariawan terus kambuh, berlangsung dalam waktu lama, atau disertai keluhan lain, orang tua sebaiknya tidak serta-merta menganggapnya sebagai sekadar kekurangan vitamin. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk diagnosis yang tepat.
Tips Penting: Perhatikan pola munculnya sariawan pada anak. Jika frekuensi kemunculan meningkat atau luka tidak kunjung sembuh dalam waktu dua minggu, segera konsultasikan ke dokter gigi atau dokter anak.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sariawan pada Anak
Apakah sariawan pada anak menular?
Sariawan bukan penyakit menular. Kondisi ini terjadi akibat berbagai faktor internal seperti kekurangan nutrisi, stres, atau trauma pada mulut, bukan karena virus atau bakteri yang bisa berpindah antarindividu.
Berapa lama sariawan pada anak biasanya sembuh?
Sariawan pada anak umumnya sembuh dalam waktu 7 hingga 14 hari tanpa pengobatan khusus. Namun, jika luka tidak kunjung sembuh atau semakin memburuk, segera periksakan ke dokter.
Bagaimana cara mencegah sariawan pada anak?
Pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup, terutama vitamin B12, asam folat, dan zat besi. Ajarkan anak untuk menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara teratur. Selain itu, perhatikan juga faktor stres dan hindari makanan yang dapat memicu iritasi pada mulut.
Kapan orang tua harus membawa anak ke dokter?
Orang tua harus membawa anak ke dokter jika sariawan muncul lebih dari dua kali dalam sebulan, luka tidak sembuh dalam dua minggu, disertai demam, atau anak kesulitan makan dan minum akibat nyeri yang hebat.