Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kenapa Power Bank Tidak Boleh Masuk Bagasi Pesawat? Ini Alasannya

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Karen Johnson - kabarberita911.com

Foto : Karen Johnson - kabarberita911.com

Kenapa Power Bank Tidak Boleh Masuk Bagasi Pesawat: Panduan Lengkap

Kabarberita911.com – Bagi para traveler, membawa power bank saat bepergian sudah menjadi hal yang wajib. Namun, banyak penumpang yang masih bingung mengenai aturan penyimpanan perangkat pengisi daya portabel ini. Pertanyaan yang sering muncul adalah kenapa power bank tidak boleh masuk ke dalam bagasi pesawat. Jawaban atas pertanyaan ini berkaitan erat dengan faktor keselamatan penerbangan yang telah ditetapkan oleh otoritas penerbangan internasional.

Sebagian besar penumpang cenderung meletakkan semua barang elektronik ke dalam bagasi tercatat untuk menghemat ruang di kabin. Padahal,这种做法 dapat menimbulkan risiko yang cukup serius. Power bank yang ditempatkan di bagasi memiliki potensi lebih besar untuk mengalami masalah dibandingkan ketika dibawa ke kabin penumpang. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada karakteristik teknis baterai dan prosedur keselamatan penerbangan.

Risiko Termal pada Baterai Lithium-Ion

Penyebab utama mengapa power bank harus dibawa ke kabin terletak pada jenis baterai yang digunakannya. Sebagian besar power bank modern menggunakan teknologi lithium-ion yang dikenal memiliki sensitivitas terhadap perubahan suhu. Ketika baterai mengalami kenaikan suhu secara drastis, kondisi ini dapat memicu reaksi berantai yang disebut sebagai thermal runaway.

Dalam keadaan thermal runaway, peningkatan suhu yang tidak terkendali menyebabkan baterai mengeluarkan gas, asap, hingga berpotensi terbakar atau meledak. Fenomena ini semakin berbahaya ketika terjadi di bagasi tercatat karena awak pesawat tidak dapat langsung mendeteksi dan menangani masalah tersebut. Berbeda dengan kabin yang memungkinkan respons cepat dari penumpang dan kru.

Menurut laporan Federal Aviation Administration (FAA), tercatat lebih dari 500 insiden yang melibatkan baterai lithium selama dua dekade terakhir. Insiden tersebut mencakup kasus asap, kebakaran, hingga panas ekstrem yang terjadi di dalam pesawat.

Insiden Penting yang Memperketat Aturan

Ketentuan mengenai penyimpanan power bank menjadi semakin ketat setelah beberapa kejadian buruk di dunia penerbangan. Salah satu kasus yang paling signifikan adalah kebakaran pesawat Air Busan di Korea Selatan pada 28 Januari 2025. Tim penyelidik menemukan bukti lelehan listrik pada sisa-sisa power bank yang diduga kuat menjadi penyebab utama musibah tersebut.

Kejadian ini menjadi titik balik dalam memperketat aturan penyimpanan baterai lithium di pesawat. Selain faktor suhu, risiko thermal runaway juga dapat dipicu oleh benturan fisik, panas berlebih, pengisian daya berlebihan, cacat produksi, atau pembengkakan baterai. Terminal baterai yang menyentuh benda logam juga merupakan salah satu penyebab korsleting yang dapat memicu kebakaran.

Keuntungan Membawa Power Bank ke Kabin

Posisi power bank di kabin memberikan keuntungan signifikan dari segi keselamatan. Kru dan penumpang dapat segera mendeteksi jika baterai mengeluarkan asap atau mulai terbakar. Deteksi dini ini memungkinkan tindakan pencegahan yang lebih efektif sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius.

Sebaliknya, jika perangkat berada di bagasi tercatat, kondisi tersebut sulit diketahui selama penerbangan berlangsung. Bagasi tercatat berada di area yang terpisah dari kabin penumpang, sehingga setiap masalah yang terjadi tidak dapat langsung ditangani oleh awak pesawat. Oleh karena itu, FAA bersama Transportation Security Administration (TSA) menetapkan bahwa semua baterai lithium-ion cadangan harus dibawa dalam bagasi kabin.

Batasan Kapasitas dan Aturan Tambahan

Setiap maskapai penerbangan mungkin memiliki ketentuan yang sedikit berbeda mengenai power bank. Namun, secara umum, perangkat dengan kapasitas hingga 100 Wh diperbolehkan dibawa ke kabin tanpa memerlukan persetujuan tambahan. Untuk power bank dengan kapasitas lebih dari 100 Wh hingga 160 Wh, penumpang biasanya perlu mendapatkan izin dari maskapai terlebih dahulu.

Sebagai referensi praktis, baterai 100 Wh setara dengan sekitar 27.000 mAh jika menggunakan tegangan nominal 3,7 volt. Penumpang disarankan untuk memeriksa label pada power bank sebelum bepergian agar tidak melanggar aturan yang berlaku. Berikut adalah beberapa aturan tambahan yang sering diterapkan oleh maskapai:

  • Membatasi jumlah power bank yang boleh dibawa per penumpang
  • Menolak penggunaan power bank selama fase takeoff dan landing
  • Melarang pengisian daya power bank melalui port USB pesawat
  • Mewajibkan perangkat disimpan di kantong kursi atau di bawah kursi
  • Meminta terminal baterai dilindungi untuk mencegah korsleting

Tips Keamanan untuk Penumpang

Selain memahami alasan larangan, penumpang juga harus memastikan kondisi power bank dalam keadaan baik sebelum dibawa terbang. Hindari membawa perangkat yang menggembung, rusak, terlalu panas, atau menunjukkan kerusakan fisik pada bagian luar. Terminal perangkat sebaiknya dilindungi menggunakan wadah khusus, kantong plastik tertutup, atau pelindung lainnya untuk mencegah kontak dengan benda logam.

Perlu diingat bahwa setiap maskapai memiliki kebijakan masing-masing mengenai kapasitas, jumlah, penyimpanan, dan penggunaan power bank. Dengan mematuhi aturan tersebut, penumpang dapat membawa perangkat pengisi daya dengan lebih aman dan membantu mengurangi risiko kebakaran selama penerbangan. Selalu periksa informasi terbaru dari maskapai yang akan Anda gunakan sebelum bepergian.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Power Bank di Pesawat

Apakah power bank boleh digunakan selama penerbangan? Sebagian besar maskapai memperbolehkan penggunaan power bank selama penerbangan, kecuali pada fase takeoff dan landing. Namun, beberapa maskapai memiliki kebijakan yang lebih ketat dan melarang penggunaannya sepenuhnya.

Berapa jumlah power bank yang boleh dibawa? Umumnya, penumpang diperbolehkan membawa hingga dua power bank dengan kapasitas di bawah 100 Wh. Untuk kapasitas yang lebih besar, jumlah yang diperbolehkan mungkin berbeda tergantung kebijakan maskapai.

Bagaimana cara mengetahui kapasitas power bank? Kapasitas power bank biasanya tertera pada label perangkat dalam satuan Wh atau mAh. Jika hanya tertera mAh, Anda dapat menghitungnya dengan rumus: (mAh × tegangan) / 1000 = Wh.

Apakah power bank yang rusak boleh dibawa? Power bank yang rusak, menggembung, atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik umumnya tidak diperbolehkan dibawa. Maskapai memiliki hak untuk menolak perangkat yang dianggap berbahaya.

Related Reading