Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menantu Trump Gagal Bawa Hasil soal Gaza usai Temui Netanyahu-Hamas

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Thomas Hernandez - kabarberita911.com

Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com

Kushser Pulang Kosong dari Gaza: Dua Hari Negosiasi Tanpa Terobosan

Kabarberita911.com – Jared Kushner, menantu sekaligus utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menutup kunjungan dua harinya ke kawasan tanpa satu pun kesepakatan baru untuk menghentikan konflik di Gaza. Setelah berdialog dengan pihak Israel dan Hamas secara terpisah, kedua belah pihak tetap terpaku pada posisi masing-masing.

Titik Temu yang Tak Terjembatani

Hamas menuntut agar Tel Aviv menghentikan operasi militer dan menarik seluruh pasukannya dari wilayah Gaza. Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pelucutan senjata Hamas harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum penarikan pasukan dilakukan. Urutan pelaksanaan rencana perdamaian Trump inilah yang menjadi sumber kebuntuan utama.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Hamas telah menerima rencana 15 poin untuk mengakhiri perang dan secara bertahap menyerahkan persenjataan. Namun pihak Hamas membantah bahwa pelaksanaan rencana itu bersyarat: Israel wajib lebih dulu menghentikan serangan dan menarik militernya dari Gaza.

Pertemuan di Yerusalem dan Kairo

Kushner mendarat di Israel pada Senin setelah sebelumnya bertemu Khalil Al-Hayya, pemimpin politik Hamas, di Mesir pada hari Minggu. Kunjungan tersebut menandai pertemuan kedua Kushner yang diketahui dengan perwakilan Hamas. Pertemuan sebelumnya bersama utusan AS Steve Witkoff terjadi pada Oktober 2025 dan turut mendorong tercapainya gencatan senjata serta pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas.

Di Yerusalem, Kushner menghabiskan hampir empat jam bersama Netanyahu. Ia menggambarkan dialog itu sebagai pertemuan yang "baik" dan menambahkan bahwa pihak Hamas telah menyampaikan "semua hal yang tepat" dalam pembicaraan terpisah.

"Kita bisa melihat kemajuan, Anda tahu, dalam waktu sesingkat 30 hari, mudah-mudahan kita mulai menyingkirkan beberapa senjata dan mudah-mudahan, Anda tahu, menimbun beberapa terowongan juga dalam 60 hingga 90 hari ke depan."

Komentar tersebut disampaikan Kushner kepada Trey Yingst, kepala koresponden luar negeri Fox News, dalam sebuah wawancara.

Batasan dan Syarat dari Washington

Kushner menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri apabila terdapat ancaman nyata. Seorang pejabat dari Dewan Perdamaian Trump menambahkan bahwa cakupan pelucutan mencakup "setiap senjata, ringan dan berat, dan setiap terowongan."

Pejabat itu juga mengungkapkan bahwa Netanyahu telah diberi tahu bahwa Hamas berkomitmen untuk melucuti senjata secara penuh dan "segera menghentikan semua aktivitas militer, termasuk persenjataan kembali dan penggalian terowongan."

Sementara itu, seorang pejabat Israel menyatakan bahwa Netanyahu menegaskan militer akan tetap beroperasi di Gaza sesuai kebutuhan, termasuk menargetkan anggota Hamas yang dianggap terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang.

Rekonstruksi Ditunda

Netanyahu dan Kushner sepakat bahwa pembangunan kembali Gaza tidak akan dimulai sebelum pelucutan senjata Hamas tuntas.

"Kami sangat berkomitmen pada rencana untuk membangun kembali Gaza, tetapi kami tidak akan mengizinkan Gaza dibangun kembali sampai demiliterisasi terjadi."

Dewan Perdamaian juga menyebut bahwa beberapa senjata pribadi masih dapat diizinkan berdasarkan hukum Palestina. Rencana rekonstruksi sebelumnya memungkinkan pembangunan dilakukan di wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Israel atau pemerintahan teknokrat Palestina yang baru dibentuk.

Kedua pihak juga menyepakat pembentukan kelompok kerja khusus yang membahas perlucutan senjata, serta kelompok kerja lain yang menangani sanitasi, air bersih, dan persoalan kesehatan masyarakat lainnya, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan terpisah dari kantor perdana menteri dan pejabat Dewan Perdamaian.

Bayang-Bayang Pemilu Israel

Netanyahu menghadapi pemilihan ulang yang sulit pada 27 Oktober. Para diplomat menilai kecil kemungkinan ia memberikan konsesi besar terkait Gaza sebelum pemungutan suara. Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Israel masih mendukung kelanjutan operasi militer di Gaza.

Sejak Oktober lalu, lebih dari 1.200 warga Palestina dan empat tentara Israel telah tewas di Gaza, menurut data pejabat kesehatan setempat dan militer Israel.

Kushner dan Nickolay Mladenov, utusan Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza, tiba di Israel setelah pertemuan dengan Al-Hayya di Mesir. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Washington menghidupkan kembali rencana perdamaian yang sempat terhenti akibat kebuntuan posisi kedua pihak.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menantu Trump Gagal Bawa Hasil soal?

Menantu Trump Gagal Bawa Hasil soal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menantu Trump Gagal Bawa Hasil soal matter?

Menantu Trump Gagal Bawa Hasil soal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.