detik Penyelamatan Mojtaba dari Serangan Bom AS-Israel Terungkap
Mojtaba Khamenei Dievakuasi dari Reruntuhan Usai Serangan di Teheran
Kabarberita911.com – Upaya penyelamatan Mojtaba Khamenei setelah serangan bom Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu mulai terungkap melalui kesaksian Mohsen Heydari, anggota Majelis Pakar Iran. Mojtaba disebut sempat tertimbun reruntuhan bangunan rumah sakit di Teheran, setelah sebelumnya mengalami luka akibat serangan awal.
Heydari menyampaikan keterangan itu dalam wawancara televisi pada Kamis (24/9). Ia menggambarkan situasi saat itu sebagai rangkaian serangan yang terus berlanjut, bahkan ketika Mojtaba telah dibawa untuk mendapat perawatan medis.
“Bahkan setelah dia terluka dan dibawa ke rumah sakit, tiga rumah sakit di Teheran dibom.”
Dalam penuturan tersebut, Mojtaba berada di rumah sakit ketiga ketika fasilitas itu turut terkena serangan. Tim penyelamat kemudian menariknya dari puing-puing bangunan. Setelah dievakuasi, pemimpin tertinggi Iran berusia 56 tahun itu dipindahkan ke lokasi yang tidak diumumkan kepada publik.
Sejak peristiwa tersebut, Mojtaba belum terlihat maupun berbicara secara terbuka. Keadaan kesehatannya terus menjadi perhatian, terutama karena terdapat penilaian intelijen AS yang menyebut ia mengalami cedera serius pada wajah selama serangan berlangsung.
Serangan Juga Mengganggu Proses Majelis Pakar
Dampak pengeboman tidak hanya dirasakan di Teheran. Kota Qom, tempat sekretariat Majelis Pakar berada, juga mengalami serangan. Lembaga itu memegang peran penting dalam sistem politik Iran karena memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi.
Delapan orang tewas ketika sekretariat Majelis Pakar di Qom terkena bom. Serangan itu juga menghancurkan sejumlah dokumen yang memuat laporan dan rekomendasi berkaitan dengan proses pemilihan kepemimpinan. Kehilangan dokumen serta gangguan terhadap fasilitas lembaga tersebut membuat proses pengambilan keputusan berlangsung dalam kondisi yang tidak biasa.
Para anggota Majelis Pakar disebut tetap meneruskan pemungutan suara. Saat kompleks lembaga itu berada dalam ancaman, mereka menuliskan pilihan pada kertas sebelum dokumen suara tersebut dipindahkan ke lokasi yang aman untuk melanjutkan seleksi.
Prosedur itu memperlihatkan pentingnya kesinambungan kepemimpinan di tengah situasi keamanan yang genting. Pemilihan pemimpin tertinggi tidak sekadar menentukan figur baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga jalannya institusi negara ketika serangan militer mengganggu pusat-pusat pemerintahan dan fasilitas sipil.
Pemilihan Mojtaba Khamenei pada 8 Maret
Majelis Pakar akhirnya memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret. Heydari menyatakan dirinya menjadi anggota pertama yang mengajukan nama Mojtaba dalam proses tersebut.
Sebelum pemungutan suara, para anggota menerima informasi bahwa Mojtaba memiliki kondisi kesehatan yang memadai untuk memimpin serta memenuhi syarat keagamaan dan kepemimpinan bagi jabatan itu. Penilaian tersebut menjadi penting karena pemilihan berlangsung tidak lama setelah ia mengalami cedera dan harus dievakuasi dari reruntuhan rumah sakit.
Dalam hasil pemungutan suara, Mojtaba meraih 50 dari total 59 suara. Delapan suara diberikan kepada Ayatollah Alireza Arafi, sementara satu anggota memilih abstain. Angka tersebut menunjukkan dukungan mayoritas yang kuat bagi Mojtaba dalam forum Majelis Pakar.
Heydari juga menyebut Mojtaba tidak mengetahui dirinya telah terpilih hingga keputusan itu disiarkan oleh televisi pemerintah Iran. Situasi tersebut menggambarkan betapa terbatasnya akses informasi yang ia terima setelah pemindahan ke tempat rahasia.
Figur yang Selama Ini Berada di Latar Belakang
Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Mojtaba dikenal sebagai sosok yang bekerja jauh dari sorotan publik. Heydari menyebutnya sebagai figur yang berada “di balik bayangan”. Ia belum pernah menempati jabatan politik formal dalam pemerintahan Iran, meski pernah menjadi penasihat bagi ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Latar belakang itu membuat kemunculan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi menarik perhatian. Jabatan tersebut memiliki posisi sentral dalam struktur Republik Islam Iran, sehingga kondisi fisik pemegang jabatan dan kemampuannya menjalankan tugas menjadi isu yang terus diperhatikan.
Keterangan mengenai penyelamatan di Teheran juga menambah gambaran mengenai tekanan yang dihadapi Iran selama rangkaian serangan tersebut. Rumah sakit, lembaga pemilihan kepemimpinan, dan lokasi-lokasi penting lain disebut terdampak ketika negara itu harus menghadapi situasi darurat sekaligus melanjutkan proses politiknya.
Hingga kini, tidak adanya penampilan publik Mojtaba membuat pertanyaan mengenai kesehatannya belum sepenuhnya terjawab. Pemindahannya ke lokasi rahasia, dugaan cedera wajah yang berat, serta proses pemilihannya yang terjadi dalam keadaan darurat menjadikan periode awal kepemimpinannya diselimuti ketidakpastian.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is detik Penyelamatan Mojtaba dari Serangan Bom?detik Penyelamatan Mojtaba dari Serangan Bom is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does detik Penyelamatan Mojtaba dari Serangan Bom matter?detik Penyelamatan Mojtaba dari Serangan Bom matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.