Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solution For: Herdman Bantah Alergi Pemain Tua di Timnas: Usia Bukan Masalah

Published Mei 23, 2026 · Updated Mei 23, 2026 · By James Hernandez

Herdman Tolak Alergi Usia Pemain Timnas: Kualitas Lebih Penting

Solution For - John Herdman membantah tuduhan bahwa ia memiliki alergi terhadap pemain senior dalam skuad Timnas Indonesia. Pelatih berpengalaman tersebut menegaskan bahwa usia bukan menjadi faktor penentu dalam pemilihan pemain. "Kualitas dan kemampuan individu jauh lebih penting daripada usia mereka," ujarnya dalam wawancara di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (22/5) sore. Herdman juga menyoroti bahwa usia pemain bukan penghalang untuk mencapai target besar, seperti Piala Dunia 2030.

Fokus pada Bakat dan Kondisi Fisik

Dalam perspektifnya, Herdman menjelaskan bahwa usia pemain hanya menjadi pertimbangan saat fase uji coba. "Di masa uji coba, saya lebih fokus pada pengembangan bakat pemain muda, tetapi saat ajang besar seperti AFF, keputusan harus berdasarkan performa terbaik," tambahnya. Ia menekankan bahwa pemain yang dianggap matang secara teknis dan mental tetap diinginkan, sepanjang mereka bisa memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

“Jika seseorang cukup bagus, usia tidak akan menjadi hambatan. Saya memilih pemain berdasarkan kemampuan mereka, bukan hanya usia,“ ujar Herdman. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia memperkuat argumennya dengan contoh nyata dari Timnas Kanada, di mana beberapa pemain senior seperti kapten berusia 40 tahun turut andil dalam keberhasilan tim.

Contoh dari Timnas Kanada

Sebelum menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, Herdman pernah membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022. Ia menegaskan bahwa usia bukan penghalang untuk mencapai prestasi luar biasa. "Contoh dari Timnas Kanada menunjukkan bahwa pemain di atas 35 tahun bisa tetap menjadi andalan. Steven Vitoria, asisten pelatih, berusia 36 tahun, sementara penjaga gawang yang dipilih berusia 38 tahun," jelas Herdman. Pernyataan ini memperjelas bahwa ia tidak menolak pemain tua, melainkan memprioritaskan kesiapan mereka dalam kondisi terbaik.

“Kami memilih pemain yang sudah matang secara teknis, bukan hanya karena usia mereka. Usia adalah bagian dari perspektif tim, tetapi bukan penentu utama,” tambah Herdman. Ia menjelaskan bahwa setiap pemain, baik yang muda maupun tua, harus memiliki kondisi fisik dan mental yang stabil untuk menghadapi kompetisi intensif.

Kasus Ezra Walian dan Pemilihan Pemain

Herdman juga menjelaskan alasan di balik keputusan untuk tidak memanggil Ezra Walian ke Timnas. "Meski performa Ezra luar biasa, ia sedang mengalami cedera dan memiliki tantangan pribadi. Kami memutuskan untuk sementara menunggu kondisinya membaik," kata Herdman. Ini menunjukkan bahwa ia mempertimbangkan faktor-faktor lain selain usia, seperti kebugaran dan konsistensi performa.

“Jika seseorang bisa tetap bermain dalam kondisi prima, usia bukan lagi masalah. Ezra adalah salah satu dari banyak pemain muda yang potensinya sangat menjanjikan, tetapi keputusan ini diambil dengan cermat,” tambahnya. Herdman menegaskan bahwa ia tidak memihak satu kelompok usia tertentu, melainkan memilih pemain yang paling cocok untuk kebutuhan tim.

Strategi Pemilihan Pemain di Timnas Indonesia

Pelatih berpengalaman ini menyoroti bahwa pendekatan Solution For terhadap pemilihan pemain sangat strategis. "Kami tidak hanya mengejar kecepatan dan kebugaran, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan kepemimpinan yang diberikan pemain senior," ujarnya. Herdman menegaskan bahwa keberagaman usia dalam skuad bisa menciptakan keseimbangan yang baik, baik dalam serangan maupun pertahanan.

“Timnas Indonesia butuh kombinasi pemain muda yang energik dan pemain senior yang stabil. Kedua faktor ini saling melengkapi, dan usia hanya menjadi salah satu parameter dalam proses seleksi,” jelas Herdman. Ia juga mengatakan bahwa pemain tua bisa menjadi mentor bagi pemain muda, sehingga memperkuat kekompakan tim.

Solution For juga menjelaskan bahwa keputusan pemilihan pemain harus berdasarkan kesiapan fisik dan mental. "Kami tidak menolak pemain berusia 30 tahun ke atas, selama mereka bisa bermain dengan konsistensi dan kepercayaan diri. Usia hanya satu aspek dari banyak pertimbangan," tegasnya. Herdman berharap bahwa dengan pendekatan ini, Timnas Indonesia bisa menciptakan tim yang tangguh dan berpotensi meraih hasil memuaskan di berbagai ajang.