Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Klasemen Akhir Liga Arab Saudi: Al Nassr Juara

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Thomas Hernandez

Klasemen Akhir Liga Arab Saudi: Al Nassr Menjadi Juara

Klasemen akhir Liga Arab Saudi musim 2025/2026 berakhir dengan keberhasilan Al Nassr meraih gelar juara setelah mempertahankan dominasi mereka di puncak klasemen hingga pekan ke-34. Kesuksesan tim yang bermarkas di Riyadh ini menjadi penutup kompetisi yang penuh dramatis, mengungguli Al Hilal dengan selisih dua poin. Kemenangan krusial Al Nassr 4-1 melawan Damac dalam laga penutup mengantarkan mereka ke posisi pertama, menegaskan kembali status sebagai tim paling tangguh di liga.

Perjalanan Menuju Klasemen Akhir

Klasemen akhir Liga Arab Saudi menunjukkan dominasi Al Nassr yang konsisten sepanjang musim. Dengan total 86 poin, mereka memperoleh 28 kemenangan, enam imbang, dan lima kekalahan, yang menjadi dasar keunggulan mereka dibandingkan pesaing utama seperti Al Hilal. Meski Al Hilal mencatatkan 84 poin, mereka gagal mengubah papan peringkat karena hasil imbang di laga penutup melawan Al Feiha, yang memperkecil jarak selisih dua poin.

Liga Arab Saudi musim ini diikuti oleh 18 tim yang saling berlomba dalam persaingan ketat. Klasemen akhir menunjukkan perbedaan jelas antara pemuncak dan tim yang turun kasta. Damac, yang sempat menempati peringkat ke-16, akhirnya terdegradasi setelah kekalahan telak 1-4 di kandang Al Nassr. Di sisi lain, Al Riyadh berhasil mempertahankan status mereka di liga karena kemenangan 1-0 atas Al Akhdoud, yang juga memastikan degradasi.

Peringkat ke-3 dan ke-4 di klasemen akhir Liga Arab Saudi ditempati Al Ahli dan Al Qadsiah, dengan masing-masing 81 dan 77 poin. Kedua tim ini menunjukkan performa yang solid, tetapi belum cukup untuk menyentuh puncak. Sementara itu, Al Ittihad dan Al Taawoun berada di peringkat kelima dan keenam, dengan 55 dan 53 poin, yang menunjukkan keberhasilan mereka dalam mengumpulkan poin dari hasil pertandingan yang seimbang.

“Kami sangat bangga bisa memenangkan Liga Arab Saudi 2025/2026. Hasil akhir ini merupakan bukti kerja keras dan komitmen kami sepanjang musim,” ujar pelatih Al Nassr, yang mencatatkan kemenangan dramatis dalam laga penutup.

Di bawah peringkat keenam, Al Ettifaq dan Neom masing-masing mengantarkan 50 dan 45 poin. Al Hazem dan Al Fayha berada di peringkat ke-9 dan ke-10, dengan perbedaan poin yang minimal. Al Fateh dan Al Khaleej memperoleh 37 poin, yang membuat mereka berada di posisi yang relatif aman. Sementara itu, Al Shabab dan Al Kholood masing-masing menempati peringkat ke-13 dan ke-14, menunjukkan bahwa persaingan di liga ini tidak hanya terjadi di posisi atas, tetapi juga melibatkan tim-tim dari segmen bawah.

Dalam klasemen akhir Liga Arab Saudi, tim-tim seperti Al Najma dan Al Akhdoud harus menerima nasib turun kasta. Al Akhdoud, yang berada di peringkat ke-17 dengan hanya 20 poin, menjadi tim pertama yang terdegradasi setelah kemenangan Al Riyadh atas mereka. Al Najma, dengan 16 poin, turun ke divisi kedua setelah pertandingan yang menentukan, yang menandai akhir dari perjalanan mereka di Liga Arab Saudi.

Analisis Klasemen Akhir dan Persaingan

Klasemen akhir Liga Arab Saudi memperlihatkan ketatnya persaingan antara tim-tim besar dan relatif kecil. Meski Al Nassr menjadi juara, Al Hilal tetap menjadi tim yang paling dekat dengan mereka, dengan hanya dua poin selisih. Perbedaan ini menegaskan betapa intensnya pertarungan di babak akhir musim ini. Tim-tim seperti Al Ahli dan Al Qadsiah menunjukkan konsistensi dalam mengumpulkan poin, sementara tim-tim seperti Al Taawoun dan Al Ittihad juga mampu menyelesaikan musim dengan posisi yang menguntungkan.

Persaingan di Liga Arab Saudi tidak hanya bergantung pada hasil pertandingan di pekan terakhir, tetapi juga pada konsistensi sepanjang musim. Kekalahan Damac di kandang Al Nassr menjadi titik balik yang mengubah nasib mereka menjadi turun kasta, sementara kemenangan Al Riyadh atas Al Akhdoud mengamankan posisi mereka di liga. Dengan klasemen akhir yang jelas, tim-tim di posisi bawah harus berjuang lebih keras untuk mengejar posisi yang lebih baik di musim depan.