Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

I.League Buka Opsi Pengurangan Poin Klub Imbas Kerusuhan Suporter

Published Oktober 22, 2026 · Updated Oktober 22, 2026 · By John Martinez - kabarberita911.com

Foto : John Martinez - kabarberita911.com

I.League Pertimbangkan Sanksi Pengurangan Poin untuk Klub

Kabarberita911.com – I.League membuka kemungkinan adanya hukuman pengurangan poin bagi klub apabila suporter mereka terlibat dalam kerusuhan. Opsi tersebut sedang didorong sebagai bentuk pengetatan sanksi terhadap pelanggaran yang berulang dan mengganggu keamanan pertandingan sepak bola.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyampaikan bahwa sanksi pengurangan poin belum tercantum dalam Kode Disiplin PSSI yang berlaku saat ini. Karena itu, penerapannya memerlukan regulasi khusus yang dapat memberikan dasar lebih kuat bagi pemberian hukuman kepada klub.

Gagasan tersebut muncul di tengah perhatian terhadap sejumlah insiden keributan yang melibatkan suporter. Kerusuhan tidak hanya berdampak pada suasana di stadion, tetapi juga dapat menghambat pertandingan, mengganggu tim, serta mengurangi rasa aman bagi penonton lain.

“Namun, terhadap indikasi pelanggaran atau kerusuhan yang terjadi, tidak menutup kemungkinan kami akan mendorong adanya regulasi tersendiri untuk memberikan sanksi pengurangan poin,” ujar Ferry dalam konferensi pers di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (21/10).

Regulasi Baru untuk Hukuman Lebih Tegas

Ferry menilai penanganan terhadap pelanggaran suporter perlu dilakukan dengan langkah yang lebih serius. I.League berencana mendorong aturan baru agar hukuman terhadap tindakan yang mengarah pada kerusuhan tidak berhenti pada sanksi yang bersifat administratif.

Pengurangan poin akan menjadi bentuk hukuman yang memiliki dampak langsung terhadap perjalanan sebuah klub di kompetisi. Dengan konsekuensi tersebut, klub diharapkan mempunyai dorongan lebih besar untuk menjaga ketertiban pendukungnya, termasuk melalui koordinasi, pengawasan, dan edukasi sebelum pertandingan berlangsung.

Langkah itu juga memperlihatkan bahwa persoalan keamanan stadion tidak semata-mata dipandang sebagai urusan individu yang melakukan pelanggaran. Klub memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan kelompok suporternya dan memastikan setiap laga berjalan dalam suasana yang aman.

Selain hukuman terhadap klub, I.League membuka peluang sanksi personal yang lebih berat bagi oknum yang terus terlibat dalam insiden. Ferry menyebut larangan menonton pertandingan sepanjang hidup dapat menjadi salah satu pilihan untuk pelanggaran yang dinilai serius atau terjadi berulang kali.

“Oleh karena itu, terhadap beberapa oknum yang memiliki indikasi seperti itu, kami justru akan mendorong agar diberikan sanksi yang lebih berat. Kalau perlu, dilarang menonton seumur hidup,” kata Ferry.

Sanksi Sudah Dijatuhkan dalam Sejumlah Kasus

Komite Disiplin PSSI sebelumnya telah menjatuhkan denda dan larangan kehadiran suporter kepada Persita serta Persija setelah terjadi kericuhan dalam pertandingan di Banten. Hukuman juga diberikan kepada PSGC dan PSIS menyusul insiden keributan serta tertahannya bus tim tamu di area stadion.

Kasus-kasus tersebut memperlihatkan bahwa tindakan disiplin telah diterapkan terhadap pelanggaran yang mengganggu penyelenggaraan laga. Namun, I.League menilai kemungkinan hukuman yang lebih kuat tetap perlu dipersiapkan apabila pelanggaran yang sama terus terulang.

Ferry menegaskan putusan Komdis PSSI dapat menjadi lebih berat ketika terdapat pengulangan. Sanksi tidak berhenti pada satu keputusan apabila pihak yang terkait kembali melakukan pelanggaran dengan pola serupa.

“Putusan Komdis ini akan bertambah atau berlapis jika terjadi pengulangan. Bahkan, jika dalam kasus yang sama terjadi kerusuhan yang sama oleh suporter yang sama, Komdis juga akan meningkatkan sanksinya,” tutur Ferry.

Penerapan sanksi berlapis menjadi peringatan bagi klub dan pendukungnya bahwa setiap pelanggaran memiliki konsekuensi. Dalam konteks kompetisi, gangguan keamanan dapat membawa dampak luas, mulai dari pembatasan penonton hingga hukuman yang berpengaruh pada posisi tim.

Klub Diminta Memperkuat Edukasi Suporter

I.League berharap klub mengambil peran lebih aktif untuk menjaga perilaku suporternya. Upaya pencegahan dapat dimulai dengan memberikan edukasi yang jelas mengenai aturan pertandingan, larangan melakukan tindakan kekerasan, serta pentingnya menghormati pemain, ofisial, dan pendukung tim lawan.

Ferry menekankan perlunya sistem peringatan dini bagi klub-klub yang kerap menghadapi persoalan dalam laga. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu klub mengidentifikasi risiko dan mengambil langkah pengamanan sebelum pertandingan berlangsung.

“Kami ingin ada peringatan dini bagi klub-klub agar mereka bisa menertibkan suporternya dan memberikan edukasi kepada suporter, terutama klub-klub yang sering memiliki masalah dalam pertandingan demi pertandingan,” ungkap Ferry.

Keamanan stadion menjadi hal penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola. Pertandingan seharusnya dapat dinikmati oleh berbagai kelompok penonton, termasuk perempuan dan anak-anak, tanpa kekhawatiran terhadap kericuhan.

Wacana pengurangan poin memperluas pembahasan mengenai tanggung jawab klub atas perilaku pendukungnya. Bila regulasi khusus nantinya diwujudkan, aturan itu dapat menjadi instrumen tambahan untuk menjaga kompetisi tetap berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi semua penonton.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is I League Buka Opsi Pengurangan Poin?

I League Buka Opsi Pengurangan Poin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does I League Buka Opsi Pengurangan Poin matter?

I League Buka Opsi Pengurangan Poin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.