Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

De Zerbi Kritik Kritik Pemain-Pemain Tottenham

Published September 7, 2026 · Updated September 7, 2026 · By Michael Lopez - kabarberita911.com

Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com

Tottenham Tanpa Kemenangan: De Zerbi Soroti Ketidakmampuan Menyelesaikan Serangan

Kabarberita911.com – Tiga pekan sudah berlalu di Liga Inggris musim ini, dan Tottenham Hotspur belum mampu mencetak satu pun kemenangan. Kekosongan poin yang membayangi skuad asuhan Roberto De Zerbi semakin terasa setelah laga pekan ketiga berakhir tanpa gol melawan Nottingham Forest. Skor 0-0 tersebut bukan sekadar angka di papan skor; ia menjadi cerminan dari masalah struktural yang menghantui lini depan The Lilywhites sejak awal kampanye.

Dampaknya langsung terlihat di papan klasemen. Tottenham tertahan di posisi ke-17, sebuah peringkat yang sangat jauh dari ekspektasi klub yang musim lalu tampil kompetitif di papan atas. Bagi pendukung di Tottenham Hotspur Stadium, tiga pekan tanpa kemenangan bukan sekadar statistik—ia memicu pertanyaan serius tentang arah tim dan kapasitas skuad untuk bersaing di level tertinggi.

Kritik Tajam terhadap Sepertiga Akhir Lapangan

Usai peluit panjang, De Zerbi tidak menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih asal Italia itu secara terbuka menyebut bahwa kualitas penyelesaian akhir anak asuhnya jauh di bawah standar yang dibutuhkan. Ia menegaskan bahwa masalah utama bukan pada proses membangun serangan, melainkan pada momen-momen krusial ketika bola sudah berada di area penalti lawan.

"Menurut saya kami bermain dengan baik, namun kami perlu melakukan perbaikan di sepertiga akhir lapangan. Kami harus mengambil keputusan yang lebih baik. Kami perlu lebih tenang saat berada dalam posisi krusial di sepertiga akhir lapangan."

Pernyataan tersebut menggarisbawahi satu tema yang berulang kali muncul dalam beberapa pekan terakhir: Tottenham mampu menciptakan peluang, tetapi gagal mengubahnya menjadi hasil. Ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol bukan lagi insiden sesekali; ia telah menjadi pola yang menggerogoti kepercayaan diri seluruh skuad.

Marmoush dan Peluang yang Terbuang

Salah satu nama yang paling banyak disebut dalam konteks kegagalan penyelesaian akhir adalah Omar Marmoush. Striker asal Israel itu mendapat kesempatan untuk menguji refleks kiper Nottingham Forest, namun tembakannya tidak berujung gol. De Zerbi secara spesifik menyebut momen tersebut sebagai contoh nyata dari apa yang ia maksud dengan "pengambilan keputusan yang salah."

"Saya ingat momen saat Marmoush melepaskan tembakan ke arah gawang, serta situasi di mana Robertson melakukan overlap. Jika kami mengambil keputusan yang tepat dan melibatkan Robertson dalam permainan, maka Kudus akan berada di tiang jauh untuk mencetak gol."

Skema yang digambarkan De Zerbi sebenarnya cukup jelas: overlap dari bek kiri Ben Robertson seharusnya membuka ruang di tiang jauh, tempat Mohammed Kudus menunggu. Namun eksekusi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana, dan peluang emas itu lenyap tanpa menghasilkan ancaman nyata.

Savio: Keputusan Akhir yang Menjadi Sorotan

Kritik paling tajam justru diarahkan kepada Savio, penyerang sayap yang dipercaya De Zerbi sebagai opsi utama di sisi lapangan. Pemain tersebut dinilai berulang kali mengambil keputusan keliru dalam situasi satu lawan satu maupun saat menerima bola di area berbahaya. Konsekuensinya nyata: Savio ditarik keluar pada menit ke-61 dan digantikan oleh Mohammed Kudus.

"Atau coba lihat berapa banyak umpan silang yang mengarah ke tiang jauh? Dari Mathys Tel dua kali, lalu Savio satu kali. Untuk Savio, menurut saya masalahnya ada pada pengambilan keputusan akhir."

Perbandingan yang dibuat De Zerbi antara Mathys Tel dan Savio cukup mencolok. Tel, yang beroperasi dari sisi kanan, mampu mengirim dua umpan silang yang tepat sasaran ke tiang jauh. Savio hanya mampu melakukannya sekali. Bagi seorang pelatih yang menuntut presisi di sepertiga akhir, perbedaan satu umpan saja sudah menjadi indikator masalah yang harus segera diperbaiki.

Mateus Fernandes dan Peluang yang Tidak Tereksekusi

Di luar masalah Savio, De Zerbi juga menyinggung satu momen spesifik yang melibatkan Pedro Porro dan Mateus Fernandes. Operan dari bek kanan tersebut seharusnya membuka ruang bagi Fernandes untuk berlari ke area penalti dan menyelesaikan serangan. Namun eksekusi tidak terjadi.

"Lalu ada juga operan Pedro Porro ke Mateus Fernandes saat bekerja sama dengan Kudus. Mateus sebenarnya punya ruang terbuka untuk maju dan mencetak gol."

Kehadiran Fernandes sebagai opsi kedua di lini depan menambah dimensi taktikal bagi De Zerbi, tetapi ia juga menambah kompleksitas dalam hal koordinasi. Setiap operan yang tidak diikuti dengan pergerakan tepat waktu berarti satu peluang lagi yang terbuang—dan Tottenham tidak memiliki kemewahan untuk membuang peluang dalam jumlah sebanyak ini.

Apa Artinya bagi Musim Tottenham

Tiga pekan tanpa kemenangan menempatkan tekanan yang sangat besar pada De Zerbi dan seluruh struktur tim. Di Liga Inggris, margin antara zona aman dan zona degradasi sangat tipis, dan memulai musim dengan nol poin berarti setiap pekan berikutnya menjadi pertandingan yang tidak boleh kalah. Tottenham memiliki kedalaman skuad dan kualitas individu yang seharusnya mampu mengatasi krisis ini, tetapi pola kegagalan yang sama—menciptakan peluang tanpa mencetak gol—menunjukkan bahwa masalah bukan sekadar soal keberuntungan.

De Zerbi kini menghadapi dilema klasik: apakah ia harus mengubah pendekatan taktikal secara drastis, atau cukup melakukan penyesuaian kecil pada momen-momen akhir serangan? Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan apakah Tottenham mampu bangkit di pekan-pekan mendatang, atau justru tenggelam lebih dalam di papan bawah pada titik di mana tekanan media dan suporter menjadi tak tertahankan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is De Zerbi Kritik Kritik Pemain Pemain?

De Zerbi Kritik Kritik Pemain Pemain is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does De Zerbi Kritik Kritik Pemain Pemain matter?

De Zerbi Kritik Kritik Pemain Pemain matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.