Kabarberita911
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pengacara Respons Tudingan Sarwendah Lakukan Kekerasan ke Anak

Published Oktober 15, 2026 · Updated Oktober 15, 2026 · By Karen Johnson - kabarberita911.com

Foto : Karen Johnson - kabarberita911.com

Kuasa Hukum Sarwendah Tanggapi Isu Rekaman Suara di Tengah Sidang Hak Asuh

Kabarberita911.com – Isu rekaman suara yang diduga memperdengarkan Sarwendah bersikap kasar kepada salah satu anaknya kembali menjadi perhatian di tengah perselisihan hak asuh dengan Ruben Onsu. Tim hukum Sarwendah menyatakan belum dapat memastikan keaslian materi yang beredar di media sosial tersebut, namun menegaskan kondisi psikologis anak-anak yang diperiksa dinilai baik.

Pernyataan itu disampaikan Chris Sam Siwu, salah satu kuasa hukum Sarwendah, seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia menyebut beberapa hal dalam rekaman masih belum jelas, termasuk waktu kejadian dan validitas suara yang tersebar.

“Kami belum bisa memberikan komentar karena kami belum mengetahui keaslian video maupun suara itu,” ujar Chris.

Chris menekankan bahwa dugaan kekerasan terhadap anak perlu dilihat melalui penilaian profesional. Dalam pandangannya, psikolog yang melakukan pemeriksaan terhadap anak memiliki kapasitas untuk menilai dampak peristiwa, termasuk apakah terdapat luka batin atau kondisi lain yang berkaitan dengan dugaan kekerasan.

Ia menyatakan hasil pemeriksaan psikologis terbaru menunjukkan keadaan mental anak-anak Sarwendah berada dalam kondisi baik. Chris juga menyebut, apabila peristiwa dalam rekaman itu benar pernah terjadi, hal tersebut disebutnya hanya berlangsung satu kali dalam kurun 11 tahun.

“Bila ada dugaan kekerasan pada anak, pihak yang layak menjelaskan adalah psikolog yang memeriksa anak tersebut,” kata Chris.

Kuasa hukum Sarwendah itu belum dapat memastikan apakah peristiwa yang dimaksud terjadi ketika Sarwendah dan Ruben masih berstatus suami istri atau setelah keduanya berpisah. Rekaman yang beredar dinilai belum memberikan gambaran lengkap mengenai konteks, waktu, serta pihak-pihak yang terlibat.

Hasil Pemeriksaan Psikologis Jadi Dasar Sikap Tim Sarwendah

Pengacara Sarwendah lainnya, Abraham Simon, turut menyampaikan bahwa perkembangan anak-anak menjadi fokus utama dalam perkara ini. Ia menilai kondisi psikologis, fisik, dan pertumbuhan anak saat ini tidak memperlihatkan persoalan sebagaimana tudingan yang beredar.

Abraham menyampaikan bahwa penilaian atas status seorang anak sebagai korban tidak dapat dilakukan hanya dari narasi yang ramai di ruang publik. Ia meminta agar kesimpulan mengenai kondisi anak diserahkan kepada ahli yang telah menjalankan pemeriksaan langsung.

“Yang digunakan tentu hasil pemeriksaan psikolog. Penilaian langsung harus diserahkan kepada ahlinya,” ujar Abraham.

Pernyataan tim Sarwendah menempatkan hasil psikologis sebagai salah satu dasar utama dalam membantah tudingan tersebut. Mereka memandang perkembangan anak yang berjalan baik sebagai unsur penting untuk dipertimbangkan dalam melihat keseluruhan situasi keluarga.

Meski demikian, perdebatan mengenai relevansi hasil pemeriksaan psikologis muncul dari pihak Ruben Onsu. Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben, membedakan pembuktian atas dugaan kekerasan psikis dengan kekerasan yang bersifat fisik.

Kuasa Hukum Ruben Bedakan Kekerasan Psikis dan Fisik

Melalui unggahan media sosial pada hari yang sama, Minola menyatakan pemeriksaan oleh psikolog sangat diperlukan apabila perkara menyangkut dugaan kekerasan psikis. Hal itu berkaitan dengan kesehatan mental, kondisi kejiwaan, serta dampak emosional yang mungkin dialami seseorang.

“Untuk kekerasan psikis, pembuktiannya memang membutuhkan penilaian psikolog,” kata Minola.

Namun, ia menilai pendekatan tersebut tidak otomatis menjadi penentu dalam perkara dugaan kekerasan fisik. Minola menyebut proses hukum pada kasus kekerasan fisik dapat berlangsung tanpa melibatkan pendapat psikolog, karena unsur yang diperiksa berbeda dengan persoalan kondisi mental.

“Apabila kekerasannya fisik, bukti dari psikolog tidak selalu diperlukan,” ujarnya.

Perbedaan pandangan ini memperlihatkan bahwa kedua pihak memiliki penekanan berbeda dalam menanggapi isu yang beredar. Tim Sarwendah mengedepankan hasil pemeriksaan psikologis anak, sedangkan pihak Ruben menyoroti perbedaan kebutuhan pembuktian antara dugaan kekerasan fisik dan psikis.

Perkara Hak Asuh Masuk Tahap Pembuktian

Tudingan tersebut muncul ketika gugatan hak asuh anak yang melibatkan Ruben dan Sarwendah masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perkara kini memasuki tahap pembuktian awal dari pihak Ruben selaku penggugat.

Dalam persidangan pada 14 Oktober 2026, pihak Ruben menyerahkan 13 bukti kepada majelis hakim. Mereka dijadwalkan kembali mengajukan bukti tambahan dalam sidang lanjutan yang berlangsung pada 21 Oktober 2026 di pengadilan yang sama.

Setelah pihak Ruben menyelesaikan pengajuan bukti, tim Sarwendah akan mendapat kesempatan menyerahkan bukti tandingan. Tahap berikutnya adalah pemeriksaan saksi dari kedua pihak setelah rangkaian pembuktian dokumen berakhir.

Gugatan hak asuh ini telah memasuki pemeriksaan pokok perkara sejak 2 September 2026 dan dijalankan melalui e-court. Sebelum perkara berlanjut ke tahap tersebut, Ruben dan Sarwendah belum mencapai kesepakatan terkait hak asuh serta akses pertemuan dengan anak-anak mereka.

Dalam sengketa keluarga yang melibatkan anak, proses persidangan tidak hanya berfokus pada klaim masing-masing pihak. Bukti yang diajukan, keterangan ahli, serta penjelasan para saksi akan menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim. Perkara ini masih berjalan, sehingga tudingan yang beredar dan bantahan dari kedua kubu akan diuji melalui mekanisme hukum yang tersedia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pengacara Respons Tudingan Sarwendah Lakukan Kekerasan?

Pengacara Respons Tudingan Sarwendah Lakukan Kekerasan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pengacara Respons Tudingan Sarwendah Lakukan Kekerasan matter?

Pengacara Respons Tudingan Sarwendah Lakukan Kekerasan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.